Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Kelayakan Usaha Ternak Kambing Gibas Di Desa Nglumber Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro

View through CrossRef
This research aims to analyze the income, profits and feasibility of the gibas goat farming business in Nglumber Village, Kepohbaru District, Bojonegoro Regency. This research used as informants 6 gibas goat entrepreneurs in Nglumber Village, Kepohbaru District, Bojonegoro Regency. The analytical tools used in this research are total production costs, revenues, profits and business feasibility. The results obtained from this research are that the average total production costs incurred are IDR 112,362,000 month, the average revenue obtained is IDR 79,916,667/month, and the average profit obtained is IDR 9,430,461/month. The results of calculating 3 (three) feasibility parameters for 6 gibas goat livestock entrepreneurs in Nglumber Village, Kepohbaru District, Bojonegoro Regency, can be seen that the R/C ratio obtained an average value of 1.3 > 1, the B/C ratio obtained an average value equal to 0.13 > 0, and ROI obtained an average value of 7%. Therefore, the gibas goat farming business in Nglumber Village, Kepohbaru District, Bojonegoro Regency is feasible.
Title: Analisis Kelayakan Usaha Ternak Kambing Gibas Di Desa Nglumber Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro
Description:
This research aims to analyze the income, profits and feasibility of the gibas goat farming business in Nglumber Village, Kepohbaru District, Bojonegoro Regency.
This research used as informants 6 gibas goat entrepreneurs in Nglumber Village, Kepohbaru District, Bojonegoro Regency.
The analytical tools used in this research are total production costs, revenues, profits and business feasibility.
The results obtained from this research are that the average total production costs incurred are IDR 112,362,000 month, the average revenue obtained is IDR 79,916,667/month, and the average profit obtained is IDR 9,430,461/month.
The results of calculating 3 (three) feasibility parameters for 6 gibas goat livestock entrepreneurs in Nglumber Village, Kepohbaru District, Bojonegoro Regency, can be seen that the R/C ratio obtained an average value of 1.
3 > 1, the B/C ratio obtained an average value equal to 0.
13 > 0, and ROI obtained an average value of 7%.
Therefore, the gibas goat farming business in Nglumber Village, Kepohbaru District, Bojonegoro Regency is feasible.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Pengelolaan Limbah Ternak
Pengelolaan Limbah Ternak
Limbah adalah sisa proses produksi atau bahan yang tak bernilai, tak berharga, atau tidak laku dijual. Limbah ternak dibentuk dari pakan yang tersisa dari proses pencernaan. Pakan ...
Analisis Pendapatan Dan Kelayakan Usahaternak Kambing Kacang Di Desa Jombangdelik Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik
Analisis Pendapatan Dan Kelayakan Usahaternak Kambing Kacang Di Desa Jombangdelik Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik
Kambing merupakan hewan ruminansia yang berukuran lebih kecil dibandingkan domba. Peternakan kambing merupakan salah satu jenis peternakan yang menghasilkan daging, susu, kulit, ku...
Dinamika Populasi Ternak Kambing Lakor di Kecamatan Lakor Kabupaten Maluku Barat Daya
Dinamika Populasi Ternak Kambing Lakor di Kecamatan Lakor Kabupaten Maluku Barat Daya
Abstract  This study aims at determining the population dynamics of the Lakor goats raised traditionally by the local community in Lakor District, Southwest Maluku Regency. This st...
Analisis Perwilayahan dan Strategi Pengembangan Peternakan Kambing di Kabupaten Lumajang
Analisis Perwilayahan dan Strategi Pengembangan Peternakan Kambing di Kabupaten Lumajang
Kambing merupakan salah satu ternak ruminansia yang paling banyak dikembangkan, salah satunya di Kabupaten Lumajang. Saat ini, ternak kambing di Kabupaten Lumajang telah memiliki p...
Pemodelan usaha ternak Kambing Senduro menuju penguatan kelembagaan korporasi di Kabupaten Lumajang
Pemodelan usaha ternak Kambing Senduro menuju penguatan kelembagaan korporasi di Kabupaten Lumajang
<p class="MDPI17abstract"><strong><span lang="EN-US">Tujuan:</span></strong><span lang="EN-US"> Pedoman pengembangan kawasan pertanian berbasis ...
Penilaian Ekonomi Integrasi Sumberdaya Lokal Tanaman dan Kambing Peranakan Ettawa di Jawa Tengah
Penilaian Ekonomi Integrasi Sumberdaya Lokal Tanaman dan Kambing Peranakan Ettawa di Jawa Tengah
Untuk mencapai ketahanan dan kemandirian pangan perlu adanya pemanfaatan sumber daya lokal melalui integrasi tanaman-ternak. Tujuan penelitian adalah menganalisis potensi sumberday...
Perilaku Voluntary Feed Intake Kambing yang Dilepas di Perkebunan Lada pada Sistem Integrasi Lada-Kambing
Perilaku Voluntary Feed Intake Kambing yang Dilepas di Perkebunan Lada pada Sistem Integrasi Lada-Kambing
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkah laku voluntary feed intake kambing yang dilepas di perkebunan lada. Model perilaku makan kambing dapat digunakan sebagai dasar unt...

Back to Top