Javascript must be enabled to continue!
Kelayakan Jaringan Transportasi Sungai Kabupaten Mimika
View through CrossRef
Abstract. Mimika Regency is a coastal area with great potential with rivers. The river is one of the critical lines of the economy, a source of water and employment for the Mimika people. In the development of river transportation, technical criteria are needed to assess whether the river transportation network in Mimika Regency is feasible or not. The analysis used is bathymetric, an analysis of the relationships between river transportation variables and the origin and destination of movement, swot analysis, capacity of river transportation areas, level of utilization of river transportation capacity, and loading and unloading requirements in river transportation. From the analysis and technical aspects, the development of the river is very feasible for the development of the transportation network in Mimika Regency.
Abstrak. Kabupaten Mimika merupakan wilayah pesisir yang sangat besar potensi dengan sungai. Sungai merupakan salah satu urat nadi perekonomian, sumber air, sumber pekerjaan bagi masyarakat Mimika. Dalam pengembangan transportasi sungai diperlukan kriteria teknis untuk menilai jaringan transportasi sungai di Kabupaten Mimika layak dikembangkan atau tidak. Analisis yang digunakan yaitu analisis batimetri, analisis relasi-hubungan antar variable transportasi sungai dan asal tujuan pergerakan, analisis swot, aapasitas area transportasi sungai, tingkat pemanfaatan kapasitas transportasi sungai, kebutuhan bongkar muat di transportasi sungai. Dari hasil analisis dan aspek teknik, ditemukan bahwa pengembangan sungai sangat layak untuk pengembangan jaringan transportasi di Kabupaten Mimika.
Program Pascasarjana Universitas Bosowa
Title: Kelayakan Jaringan Transportasi Sungai Kabupaten Mimika
Description:
Abstract.
Mimika Regency is a coastal area with great potential with rivers.
The river is one of the critical lines of the economy, a source of water and employment for the Mimika people.
In the development of river transportation, technical criteria are needed to assess whether the river transportation network in Mimika Regency is feasible or not.
The analysis used is bathymetric, an analysis of the relationships between river transportation variables and the origin and destination of movement, swot analysis, capacity of river transportation areas, level of utilization of river transportation capacity, and loading and unloading requirements in river transportation.
From the analysis and technical aspects, the development of the river is very feasible for the development of the transportation network in Mimika Regency.
Abstrak.
Kabupaten Mimika merupakan wilayah pesisir yang sangat besar potensi dengan sungai.
Sungai merupakan salah satu urat nadi perekonomian, sumber air, sumber pekerjaan bagi masyarakat Mimika.
Dalam pengembangan transportasi sungai diperlukan kriteria teknis untuk menilai jaringan transportasi sungai di Kabupaten Mimika layak dikembangkan atau tidak.
Analisis yang digunakan yaitu analisis batimetri, analisis relasi-hubungan antar variable transportasi sungai dan asal tujuan pergerakan, analisis swot, aapasitas area transportasi sungai, tingkat pemanfaatan kapasitas transportasi sungai, kebutuhan bongkar muat di transportasi sungai.
Dari hasil analisis dan aspek teknik, ditemukan bahwa pengembangan sungai sangat layak untuk pengembangan jaringan transportasi di Kabupaten Mimika.
Related Results
pariwisata
pariwisata
Secara khusus, keunikan kota banjarmasin yakni kota yang puitis dengan sebutan kota seribu sungai. Posisi kota banjarmasin di kelilingi sungai-sungai besar yang sangat vital fungsi...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Konektivitas Jaringan Infrastruktur Transportasi Pariwisata (Studi Kasus Mandalika dan Labuan Bajo)
Konektivitas Jaringan Infrastruktur Transportasi Pariwisata (Studi Kasus Mandalika dan Labuan Bajo)
Konektivitas jaringan infrastruktur transportasi antar simpul transportasi menuju kawasan pariwisata di Mandalika NTB dan Labuan Bajo NTT perlu dukungan Pemerintah dan pemangku keb...
Penerapan Sistem Informasi Geografis pada Evaluasi Kondisi Fisik dan Fungsi pada Prasarana Sungai Serang
Penerapan Sistem Informasi Geografis pada Evaluasi Kondisi Fisik dan Fungsi pada Prasarana Sungai Serang
Pengelolaan sungai sangat diperlukan agar kebermanfaatan dan keamanannya dapat terjamin. Pengelolaan sungai bisa berwujud dalam monitoring kondisi fisik dan fungsi prasarana sungai...
HUBUNGAN KEPATUHAN MENGKONSUMSI FE DENGAN KADAR HB PADA IBU HAMIL
HUBUNGAN KEPATUHAN MENGKONSUMSI FE DENGAN KADAR HB PADA IBU HAMIL
ABSTRAKBerdasarkan data Dinkes Kota Sungai Penuh Tahun 2017 kejadian anemia ibu hamil di Kota Sungai Penuh sebanyak 460 orang (6,5%), sedangkan di Wilayah Puskesmas Sungai Liuk Kot...
Evaluasi Banjir pada Pertemuan Dua Sungai di DAS Sumbawa
Evaluasi Banjir pada Pertemuan Dua Sungai di DAS Sumbawa
Penanganan sungai pada Daerah Aliran Sungai (DAS) harus dilakukan secara integral, tidak dilakukan secara parsial, guna menjadi dasar dalam evaluasi terhadap banjir. Pada Pertemuan...
ANALISA DISTRIBUSI CURAH HUJAN PADA DAS SEKANAK KOTA PALEMBANG
ANALISA DISTRIBUSI CURAH HUJAN PADA DAS SEKANAK KOTA PALEMBANG
Sungai sebagai sumber air merupakan salah satu sumber daya alam yang mempunyai banyak fungsi bagi kehidupan manusia. Di Kota Palembang banyak terdapat sungai, salah satunya adalah ...
Evaluasi Banjir pada Pertemuan Dua Sungai di DAS Sumbawa
Evaluasi Banjir pada Pertemuan Dua Sungai di DAS Sumbawa
Penanganan sungai pada Daerah Aliran Sungai (DAS) harus dilakukan secara integral, tidak dilakukan secara parsial, guna menjadi dasar dalam evaluasi terhadap banjir. Pada Pertemuan...

