Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Identifikasi Isolat Klinik Methicillin-resistant Staphylococcus aureus dan Extended-Spectrum Beta-Lactamase Menggunakan Teknik Polimerase Chain Reaction

View through CrossRef
Bakteri patogen yang resisten terhadap banyak obat  seperti Staphylococcus aureus yang kebal terhadap Methicillin (Methicillin-resistant Staphylococcus aureus/MRSA) telah menjadi agen penyebab infeksi baik di lingkungan pelayanan kesehatan maupun di masyarakat. Extended-Spectrum Beta-Lactamase (ESBL) yang berasal dari mutasi β-laktamase juga menjadi masalah utama dalam infeksi terkait pelayanan kesehatan. Tujuan: Menentukan proporsi bakteri penghasil MRSA dan ESBL dari isolat klinis di Rumah Sakit Dr. M. Djamil Padang menggunakan teknik Polimerase Chain Reaction (PCR). Metode: Penelitian ini merupakan studi prospektif dengan mengumpulkan isolat Staphylococcus aureus dan Enterobacteriaceae dari Juli hingga September 2017. Penelitian dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas untuk mengkonfirmasi bakteri penghasil MRSA dan ESBL. Hasil: Sebanyak 15 dari 27 isolat Staphylococcus aureus (56%) merupakan  MRSA dan 21 dari 41 isolat Enterobacteriaceae (51%) adalah penghasil ESBL. Klebsiella sp. paling banyak ditemukan di antara isolat Enterobacteriaceae (59%). Lima puluh persen Klebsiella sp menghasilkan  ESBL. Simpulan: Studi ini menunjukkan bahwa setengah isolat klinis dari RSUP Dr. M. Djamil merupakan MRSA dan penghasil ESBL. Deteksi dini MRSA dan Enterobacteriaceae penghasil ESBL perlu dilakukan, untuk mencegah dan mengurangi transmisi bakteri MDR di lingkungan rumah sakit.Kata kunci: Enterobacteriaceae, Klebsiella sp, MDR, Staphylococcus aureus
Title: Identifikasi Isolat Klinik Methicillin-resistant Staphylococcus aureus dan Extended-Spectrum Beta-Lactamase Menggunakan Teknik Polimerase Chain Reaction
Description:
Bakteri patogen yang resisten terhadap banyak obat  seperti Staphylococcus aureus yang kebal terhadap Methicillin (Methicillin-resistant Staphylococcus aureus/MRSA) telah menjadi agen penyebab infeksi baik di lingkungan pelayanan kesehatan maupun di masyarakat.
Extended-Spectrum Beta-Lactamase (ESBL) yang berasal dari mutasi β-laktamase juga menjadi masalah utama dalam infeksi terkait pelayanan kesehatan.
Tujuan: Menentukan proporsi bakteri penghasil MRSA dan ESBL dari isolat klinis di Rumah Sakit Dr.
M.
Djamil Padang menggunakan teknik Polimerase Chain Reaction (PCR).
Metode: Penelitian ini merupakan studi prospektif dengan mengumpulkan isolat Staphylococcus aureus dan Enterobacteriaceae dari Juli hingga September 2017.
Penelitian dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas untuk mengkonfirmasi bakteri penghasil MRSA dan ESBL.
Hasil: Sebanyak 15 dari 27 isolat Staphylococcus aureus (56%) merupakan  MRSA dan 21 dari 41 isolat Enterobacteriaceae (51%) adalah penghasil ESBL.
Klebsiella sp.
paling banyak ditemukan di antara isolat Enterobacteriaceae (59%).
Lima puluh persen Klebsiella sp menghasilkan  ESBL.
Simpulan: Studi ini menunjukkan bahwa setengah isolat klinis dari RSUP Dr.
M.
Djamil merupakan MRSA dan penghasil ESBL.
Deteksi dini MRSA dan Enterobacteriaceae penghasil ESBL perlu dilakukan, untuk mencegah dan mengurangi transmisi bakteri MDR di lingkungan rumah sakit.
Kata kunci: Enterobacteriaceae, Klebsiella sp, MDR, Staphylococcus aureus.

Related Results

Evolution of Antimicrobial Resistance in Community vs. Hospital-Acquired Infections
Evolution of Antimicrobial Resistance in Community vs. Hospital-Acquired Infections
Abstract Introduction Hospitals are high-risk environments for infections. Despite the global recognition of these pathogens, few studies compare microorganisms from community-acqu...
Karakterisasi Fisiologis Rizobakteri Secara In Vitro Terhadap Penyakit Busuk Buah Kakao (Phytophthora palmivora L.)
Karakterisasi Fisiologis Rizobakteri Secara In Vitro Terhadap Penyakit Busuk Buah Kakao (Phytophthora palmivora L.)
Abstrak. Salah satu perkebunan di Indonesia menghasilkan kakao (Theobroma cacao L.), yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian dan cadangan devisa Indonesia. Masi...
BACTERIOLOGICAL AND PCR DETECTION OF PVL, MSRA AND MECA GENES AMONG STAPHYLOCOCCUS AUREUS ISOLATED FROM BURN WOUNDS
BACTERIOLOGICAL AND PCR DETECTION OF PVL, MSRA AND MECA GENES AMONG STAPHYLOCOCCUS AUREUS ISOLATED FROM BURN WOUNDS
Background  Methicillin-resistant Staphylococcus aureus is a pathogen that is associated with nosocomial and community- burn wound infection. S aureus produces Panton-Valentine -L...
Isolasi, Identifikasi, dan Karakterisasi Cendawan Blas Pyricularia oryzae Hasil Rejuvenasi
Isolasi, Identifikasi, dan Karakterisasi Cendawan Blas Pyricularia oryzae Hasil Rejuvenasi
<p>Isolation, Identificaton, and Charaterization of Blast Fungus Pyricularia oryzae Derived from Rejuvenation. Puji Lestari, Wawan, Tri P. Priyatno, Wening Enggarini, Reflinu...
INVIGORASI BENIH PADI MENGGUNAKAN MIKROBA FUNGSIONAL
INVIGORASI BENIH PADI MENGGUNAKAN MIKROBA FUNGSIONAL
Penggunaan benih bermutu rendah dengan viabilitas dan vigor yang rendah akan menghasilkan produktivitas yang rendah. Untuk benih yang sudah mengalami kemunduran perlu dilakukan pen...

Back to Top