Javascript must be enabled to continue!
Transformasi Digital dengan Pengembangan Enterprise Architecture pada Layanan Kesehatan
View through CrossRef
Rumah sakit setiap hari menangani data dalam jumlah sangat besar, namun mayoritas melakukan pengolahan data manual. Penerapan sistem-teknologi informasi diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan mutu pelayanan pasien, namun seringkali hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan data, belum mendukung pencapaian tujuan strategis organisasi. Implementasi sistem informasi rumah sakit sering dilakukan tanpa acuan arsitektur organisasi (enterprise architecture) yang terstruktur. Kondisi ini menyebabkan berbagai permasalahan seperti redundansi data, ketidaksesuaian alur kerja klinis, inefisiensi operasional, serta ketidakselarasan antara tujuan strategis, proses layanan kesehatan, dengan sistem-teknologi informasi. Penelitian sebelumnya menunjukkan pentingnya enterprise architecture dalam menyelaraskan proses bisnis dengan sistem-teknologi informasi, namun penerapan spesifik di rumah sakit masih terbatas.
Penelitian ini bertujuan merancang arsitektur organisasi yang dapat meningkatkan keselarasan antara strategi dan proses bisnis rumah sakit dengan sistem-teknologi informasi yang digunakan. Penelitian menggunakan pendekatan Design Science Research (DSR). Artefak yang dihasilkan berupa model enterprise architecture rumah sakit yang disusun sesuai dengan lapisan arsitektur TOGAF, mengacu kerangka reference architecture rumah sakit, serta dimodelkan menggunakan ArchiMate. Arsitektur yang dihasilkan mencakup arsitektur bisnis, sistem informasi, dan teknologi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyusunan arsitektur organisasi membantu mengidentifikasi kelemahan pada implementasi sistem informasi, meningkatkan keselarasan antara strategi dan proses bisnis dengan sistem informasi, serta mendukung integrasi data untuk kebutuhan pelayanan, akreditasi rumah sakit, dan pelaporan program kesehatan nasional. Arsitektur yang dihasilkan juga mempermudah komunikasi antara tenaga medis, manajemen rumah sakit, dan tim teknologi dalam pengembangan dan pengelolaan sistem informasi rumah sakit
Universitas Islam Lamongan
Title: Transformasi Digital dengan Pengembangan Enterprise Architecture pada Layanan Kesehatan
Description:
Rumah sakit setiap hari menangani data dalam jumlah sangat besar, namun mayoritas melakukan pengolahan data manual.
Penerapan sistem-teknologi informasi diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan mutu pelayanan pasien, namun seringkali hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan data, belum mendukung pencapaian tujuan strategis organisasi.
Implementasi sistem informasi rumah sakit sering dilakukan tanpa acuan arsitektur organisasi (enterprise architecture) yang terstruktur.
Kondisi ini menyebabkan berbagai permasalahan seperti redundansi data, ketidaksesuaian alur kerja klinis, inefisiensi operasional, serta ketidakselarasan antara tujuan strategis, proses layanan kesehatan, dengan sistem-teknologi informasi.
Penelitian sebelumnya menunjukkan pentingnya enterprise architecture dalam menyelaraskan proses bisnis dengan sistem-teknologi informasi, namun penerapan spesifik di rumah sakit masih terbatas.
Penelitian ini bertujuan merancang arsitektur organisasi yang dapat meningkatkan keselarasan antara strategi dan proses bisnis rumah sakit dengan sistem-teknologi informasi yang digunakan.
Penelitian menggunakan pendekatan Design Science Research (DSR).
Artefak yang dihasilkan berupa model enterprise architecture rumah sakit yang disusun sesuai dengan lapisan arsitektur TOGAF, mengacu kerangka reference architecture rumah sakit, serta dimodelkan menggunakan ArchiMate.
Arsitektur yang dihasilkan mencakup arsitektur bisnis, sistem informasi, dan teknologi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyusunan arsitektur organisasi membantu mengidentifikasi kelemahan pada implementasi sistem informasi, meningkatkan keselarasan antara strategi dan proses bisnis dengan sistem informasi, serta mendukung integrasi data untuk kebutuhan pelayanan, akreditasi rumah sakit, dan pelaporan program kesehatan nasional.
Arsitektur yang dihasilkan juga mempermudah komunikasi antara tenaga medis, manajemen rumah sakit, dan tim teknologi dalam pengembangan dan pengelolaan sistem informasi rumah sakit.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
SISTEM RUJUKAN DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN MATERNAL PERINATAL DI INDONESIA
SISTEM RUJUKAN DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN MATERNAL PERINATAL DI INDONESIA
ABSTRAK
Kasus keterlambatan rujukan merupakan salah satu permasalahan utama terjadinya kematian ibu dan bayi di Indonesia. Kematian ibu dan bayi dapat diakibatkan pelayanan d...
Access Denied
Access Denied
Introduction
As social-distancing mandates in response to COVID-19 restricted in-person data collection methods such as participant observation and interviews, researchers turned t...
Sosialisasi Manajemen Klinis untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi Profesional Perekam Medis
Sosialisasi Manajemen Klinis untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi Profesional Perekam Medis
Abstract
Health facilities are very important services for the community. The most important health service is to produce beneficial outcomes for patients, use...
Naskah Kebijakan Pelayanan Kesehatan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas: Rekomendasi Kebijakan Komite Nasional MOST-UNESCO Indonesia
Naskah Kebijakan Pelayanan Kesehatan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas: Rekomendasi Kebijakan Komite Nasional MOST-UNESCO Indonesia
Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28H Ayat (1) dan UU Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan Pasal 5 menyatakan bahwa setiap orang berhak atas kesehatan. UU 1945 Pasal 28H Ayat (1) men...
The architecture of differences
The architecture of differences
Following in the footsteps of the protagonists of the Italian architectural debate is a mark of culture and proactivity. The synthesis deriving from the artistic-humanistic factors...
Productivity Measure in Using Enterprise Resource Planning System in Selected Companies in Beijing, China
Productivity Measure in Using Enterprise Resource Planning System in Selected Companies in Beijing, China
With the globalization of economic development and social development, the business environment of enterprises has changed. Only by continuously improving the digital level and man...

