Javascript must be enabled to continue!
PENGARUHSUBSTITUSI PARSIAL BIOCHARTEMPURUNG LONTAR (BorassusflabelliferL.)TERHADAP KOMPONEN GENERATIF PADI GOGO YANG DIBERI CEKAMAN KEKERINGAN
View through CrossRef
Biochar tempurung lontar berpotensi sebagai bahan pembenah tanah. Potensi biochar tempurung lontar dalam budidaya padi gogo belum pernah dilaporkan, sehingga tujuan penelitian iniuntuk mengetahui efektivitas pemberian biochar tempurung lontar (Borassus flabelliferL.) terhadap komponen generatif padi gogo yang diberi cekaman kekeringan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan dengan konsentrasi biocharyangberbeda, yaitu 0%, 10%, 20%, dan 30%. Parameter yang diukur meliputi Tinggi Tanaman, JumlahAnakan Total, Jumlah Anakan Produksi, Umur Berbunga, Jumlah Malai, Panjang Malai, Umur Panen, Jumlah Gabah per Malai, Jumlah Gabah Bernas per Malai, Berat Malai, Berat Total Tanpa Malai, Berat Gabah Bernas. Datadianalisis menggunakan ANOVA (p˂0.05), dan Uji Jarak berganda Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian biochar tempurung lontar berpengaruh secara nyata (p<0.05) terhadap Tinggi Tanaman, Umur Berbunga, Jumlah Gabah per Malai, Jumlah Gabah Bernas per Malai, Berat Malai, Berat Total Tanpa Malai, dan Berat Gabah Bernas. Tetapi, berpengaruh tidak nyata terhadap Jumlah Anakan Total, Jumlah Anakan Produktif, Jumlah Malai, Panjang Malai, dan Umur Panen padi gogo yang diberi cekaman kekeringan
Title: PENGARUHSUBSTITUSI PARSIAL BIOCHARTEMPURUNG LONTAR (BorassusflabelliferL.)TERHADAP KOMPONEN GENERATIF PADI GOGO YANG DIBERI CEKAMAN KEKERINGAN
Description:
Biochar tempurung lontar berpotensi sebagai bahan pembenah tanah.
Potensi biochar tempurung lontar dalam budidaya padi gogo belum pernah dilaporkan, sehingga tujuan penelitian iniuntuk mengetahui efektivitas pemberian biochar tempurung lontar (Borassus flabelliferL.
) terhadap komponen generatif padi gogo yang diberi cekaman kekeringan.
Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan dengan konsentrasi biocharyangberbeda, yaitu 0%, 10%, 20%, dan 30%.
Parameter yang diukur meliputi Tinggi Tanaman, JumlahAnakan Total, Jumlah Anakan Produksi, Umur Berbunga, Jumlah Malai, Panjang Malai, Umur Panen, Jumlah Gabah per Malai, Jumlah Gabah Bernas per Malai, Berat Malai, Berat Total Tanpa Malai, Berat Gabah Bernas.
Datadianalisis menggunakan ANOVA (p˂0.
05), dan Uji Jarak berganda Duncan pada taraf 5%.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian biochar tempurung lontar berpengaruh secara nyata (p<0.
05) terhadap Tinggi Tanaman, Umur Berbunga, Jumlah Gabah per Malai, Jumlah Gabah Bernas per Malai, Berat Malai, Berat Total Tanpa Malai, dan Berat Gabah Bernas.
Tetapi, berpengaruh tidak nyata terhadap Jumlah Anakan Total, Jumlah Anakan Produktif, Jumlah Malai, Panjang Malai, dan Umur Panen padi gogo yang diberi cekaman kekeringan.
Related Results
Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Padi Gogo dan Prospek Pengembangan Usahatani Padi Gogo di Desa Batu Laki, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan
Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Padi Gogo dan Prospek Pengembangan Usahatani Padi Gogo di Desa Batu Laki, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan
Pengembangan padi gogo masih jauh tertinggal dibandingkan padi sawah. Pemenuhan kebutuhan pangan (beras) penduduk selama ini banyak berasal dari padi sawah, sementara sumbangan dar...
Nilai Edukasi dalam Lontar Anggastyaprana
Nilai Edukasi dalam Lontar Anggastyaprana
Lontar merupakan salah satu peninggalan yang sarat dengan nilai-nilai luhur yang perlu dilestarikan dan disebarluaskan sehingga dapat dijadikan pedoman hidup baik dalam kehidupan b...
Analisis Karakteristik Kekeringan DAS Kapuas Kalimantan Barat Berdasarkan Luaran Global Climate Model
Analisis Karakteristik Kekeringan DAS Kapuas Kalimantan Barat Berdasarkan Luaran Global Climate Model
Daerah aliran sungai (DAS) Kapuas, walaupun berada di wilayah benua maritim Indonesia dengan curah hujan yang tinggi sepanjang tahun, namun sering mengalami kebakaran lahan dan hut...
Evaluasi Plasma Nutfah Padi Gogo terhadap Cekaman Naungan
Evaluasi Plasma Nutfah Padi Gogo terhadap Cekaman Naungan
<p>Padi merupakan komoditas pertanian utama di Indonesia yang dapat tumbuh di berbagai ekosistem seperti lahan sawah, lahan rawa, dan lahan kering. Pemanfaatan lahan marjinal...
MITIGASI BENCANA KEKERINGAN DI KAWASAN DAERAH ALIRAN SUNGAI MAROS KABUPATEN MAROS PROVINSI SULAWESI SELATAN
MITIGASI BENCANA KEKERINGAN DI KAWASAN DAERAH ALIRAN SUNGAI MAROS KABUPATEN MAROS PROVINSI SULAWESI SELATAN
<p>Bencana kekeringan merupakan bencana yang terjadi ketika ketersediaan air tanah tidak dapat mencukupi kebutuhan air bersih penduduk. Selama beberapa bulan terakhir di tahu...
ANALISIS USAHATANI PADI SAWAH VARIETAS LOKAL DAN VARIETAS UNGGUL DI KECAMATAN MARTAPURA BARAT, KABUPATEN BANJAR
ANALISIS USAHATANI PADI SAWAH VARIETAS LOKAL DAN VARIETAS UNGGUL DI KECAMATAN MARTAPURA BARAT, KABUPATEN BANJAR
Padi merupakan tanaman pertama yang hingga saat ini menjadi tanaman utama di dunia terutama di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pangan. Di Kecamatan Martapura Barat tepatnya di D...
ANALISIS KELEMBAGAAN AGRIBISNIS PADI SAWAH DI NAGARI LUBUK PANDAN KECAMATAN 2X11 ENAM LINGKUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN
ANALISIS KELEMBAGAAN AGRIBISNIS PADI SAWAH DI NAGARI LUBUK PANDAN KECAMATAN 2X11 ENAM LINGKUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN
Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi dan menganalisis kelembagaan agribisnis padi sawah dan untuk mengetahui bentuk kemitraan serta peran kelujuan penelitian untuk mengidentifi...
PENGGUNAAN BEBERAPA PERANGKAP UNTUK MENGENDALIKAN HAMA PENGGEREK BATANG PADI PANDANWANGI (Oryza sativa var. aromatic) PADA FASE GENERATIF
PENGGUNAAN BEBERAPA PERANGKAP UNTUK MENGENDALIKAN HAMA PENGGEREK BATANG PADI PANDANWANGI (Oryza sativa var. aromatic) PADA FASE GENERATIF
Padi merupakan tanaman pangan utama di Indonesia, dan setiap tahunnya kebutuhan padi selalu meningkat seiring dengan laju pertambahan penduduk. Praktek budidaya padi selalu mengala...

