Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ESTIMASI SUMBER DAYA BAUKSIT MENGGUNAKAN METODE ORDINARY KRIGING DI KECAMATAN MELIAU, KALIMANTAN BARAT

View through CrossRef
Estimasi sumber daya mineral sangat penting dalam pertambangan khususnya dalam menentukan target produksi, design pit tambang, dan keputusan dalam investasi. Hasil estimasi sumber daya yang akurat akan memudahkan perencanaan tambang yang optimal. Objek pada penelitian ini ialah penerapan teknik estimasi yang memperhatikan geostatistik yaitu ordinary kriging dalam melakukan estimasi sumber daya endapan bauksit. Lokasi penelitian berada di busur laterit Kalimantan Barat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui litologi pembentuk endapan bauksit, sebaran kadar, dan estimasi sumber daya bauksit serta jarak spasi sumur uji yang optimal sebagai dasar klasifikasi sumber daya di daerah penelitian. Data yang digunakan dalam melakukan estimasi berupa data eksplorasi dari 212 titik lokasi sumuran uji. Untuk mengetahui jenis litologi dilakukan analisis petrografi terhadap  4 empat sampel. Dari hasil penelitian diketahui litologi pembentuk endapan bauksit terdiri atas granodiorit, diorit kuarsa, dan granit. Endapan bauksit daerah penelitian dominan berasal dari granodiorit dengan kadar  tinggi, oleh karena itu karakteristik bauksit merupakan kaolinitic bauxite. Hasil estimasi sumber daya bauksit berdasarkan cut-off grade  >35%,  <8%, dan  ≤30% sebesar 722.720 ton washed bauxite, dengan kadar rerata 39,78% ,  dan 25,05% , dengan faktor konkresi (concretion factor) 48,44%. Sumber daya washed bauxite dengan status tereka sebesar 146.962 ton, sumber daya tertunjuk sebesar 550.482 ton, dan sumber daya terukur 221.643 ton Berdasarkan perhitungan sill variogram diperoleh spasi jarak optimum sumur uji untuk eksplorasi bauksit di daerah penelitian dengan klasifikasi sumber daya tereka 100 m, tertunjuk 50 m dan terukur  25 m.
Title: ESTIMASI SUMBER DAYA BAUKSIT MENGGUNAKAN METODE ORDINARY KRIGING DI KECAMATAN MELIAU, KALIMANTAN BARAT
Description:
Estimasi sumber daya mineral sangat penting dalam pertambangan khususnya dalam menentukan target produksi, design pit tambang, dan keputusan dalam investasi.
Hasil estimasi sumber daya yang akurat akan memudahkan perencanaan tambang yang optimal.
Objek pada penelitian ini ialah penerapan teknik estimasi yang memperhatikan geostatistik yaitu ordinary kriging dalam melakukan estimasi sumber daya endapan bauksit.
Lokasi penelitian berada di busur laterit Kalimantan Barat.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui litologi pembentuk endapan bauksit, sebaran kadar, dan estimasi sumber daya bauksit serta jarak spasi sumur uji yang optimal sebagai dasar klasifikasi sumber daya di daerah penelitian.
Data yang digunakan dalam melakukan estimasi berupa data eksplorasi dari 212 titik lokasi sumuran uji.
Untuk mengetahui jenis litologi dilakukan analisis petrografi terhadap  4 empat sampel.
Dari hasil penelitian diketahui litologi pembentuk endapan bauksit terdiri atas granodiorit, diorit kuarsa, dan granit.
Endapan bauksit daerah penelitian dominan berasal dari granodiorit dengan kadar  tinggi, oleh karena itu karakteristik bauksit merupakan kaolinitic bauxite.
Hasil estimasi sumber daya bauksit berdasarkan cut-off grade  >35%,  <8%, dan  ≤30% sebesar 722.
720 ton washed bauxite, dengan kadar rerata 39,78% ,  dan 25,05% , dengan faktor konkresi (concretion factor) 48,44%.
Sumber daya washed bauxite dengan status tereka sebesar 146.
962 ton, sumber daya tertunjuk sebesar 550.
482 ton, dan sumber daya terukur 221.
643 ton Berdasarkan perhitungan sill variogram diperoleh spasi jarak optimum sumur uji untuk eksplorasi bauksit di daerah penelitian dengan klasifikasi sumber daya tereka 100 m, tertunjuk 50 m dan terukur  25 m.

Related Results

Potensi Tailing Hasil Pencucian Bauksit Sebagai Pengganti Agregat Halus di Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat
Potensi Tailing Hasil Pencucian Bauksit Sebagai Pengganti Agregat Halus di Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat
Penambangan bauksit dilakukan oleh PT.Aneka Tambang dengan metode tambang terbuka. Hasil penambangan berupa Crude Bauxite (CBx) diolah menggunakan unit pencucian bauksit menghasilk...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., &amp; Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Geostatistics Application On Uranium Resources Classification: Case Study of Rabau Hulu Sector, Kalan, West Kalimantan
Geostatistics Application On Uranium Resources Classification: Case Study of Rabau Hulu Sector, Kalan, West Kalimantan
ABSTRACT In resources estimation, geostatistics methods have been widely used with the benefit of additional attribute tools to classify resources category. However, inverse distan...
Perhitungan Potensi Energi Angin di Kalimantan Barat
Perhitungan Potensi Energi Angin di Kalimantan Barat
Telah dilakukan penelitianuntuk mengetahui potensi energi angin di wilayah Kalimantan Barat. Perhitungan potensi energi angin menggunakan data kecepatan angin tahun 2006 s.d. 2015 ...
Analisa Sistem Kelistrikan Gedung RSUD Arifin Achmad Pekanbaru
Analisa Sistem Kelistrikan Gedung RSUD Arifin Achmad Pekanbaru
  Kapasitas daya listrik  di Gedung Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad PLN ada tiga yaitu dengan ID No. 181101059392 dengan daya semu 1.730 kVA, daya aktif 1.384 kW, daya reakt...
PREDIKSI GEOSTATISTIK AREA KECIL PADA DATA SURVEI BERBASIS BLOK SENSUS
PREDIKSI GEOSTATISTIK AREA KECIL PADA DATA SURVEI BERBASIS BLOK SENSUS
Metode Small Area Estimation (SAE) memiliki dua pendekatan, yaitu SAE berbasis desain survei dan SAE berbasiskan model. SAE berbasiskan model memiliki dua pendekatan, yaitu statist...
ESTIMASI PROPORSI SISWA SD KELAS RENDAH USIA 6 SAMPAI 7 TAHUN YANG MEMILIKI KESALAHAN ARTIKULASI DI KECAMATAN JEBRES KOTA SURAKARTA
ESTIMASI PROPORSI SISWA SD KELAS RENDAH USIA 6 SAMPAI 7 TAHUN YANG MEMILIKI KESALAHAN ARTIKULASI DI KECAMATAN JEBRES KOTA SURAKARTA
Artikulasi merupakan salah satu modal dasar untuk bicara dan bahasa. Pada usia lebih kurang 8 tahun anak-anak sudah mampu mengucapkan semua vokal, konsonan dan konsonan rangkap ada...

Back to Top