Javascript must be enabled to continue!
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN BERAS DI KABUPATEN ACEH SINGKIL
View through CrossRef
ABSTRACTRice is the staple food of the majority of the Indonesian population, especially in Aceh Singkil Regency. Therefore, the demand for rice increases every year following the increase in population. This study aims to determine the factors that influence the demand for rice in Aceh Singkil Regency, collecting data using secondary data obtained from the Central Statistics Agency (BPS) of Aceh Singkil Regency and other related agencies from 2005-2020. The analytical method applied in this research is multiple regression. The results showed that simultaneously the correlation analysis obtained a termination coefficient (R2) of 0.996, meaning that the variables of rice price, corn price and population were able to explain the variation that occurred in the amount of rice demand. Simultaneously, the variables of rice price, corn price and population have a significant effect on the amount of rice demand with F value = 1.022 while F table = 0.05 = 3.49; and Ftable = 0.01 = 5.95. While partially, only the population has a significant effect on the amount of rice demand in Aceh Singkil Regency Keywords: Rice, Request, Price, Total population ABSTRACTBeras merupakan makanan pokok mayoritas penduduk Indonesia, khususnya di Kabupaten Aceh Singkil. Maka dari itu, jumlah permintaan beras dari tahun ke tahun meningkat mengikuti jumlah penambahan penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan beras di Kabupaten Aceh Singkil, pengumpulan data menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Aceh Singkil dan Dinas terkait lainnya mulai tahun 2005-2020. Metode analisis yang diterapkan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara serempak analisis korelasi diperoleh koefesien diterminasi (R2) sebesar 0,996, artinya variabel harga beras, harga jagung dan jumlah penduduk mampu menjelaskan variasi yang terjadi terhadap jumlah permintaan beras. Secara serempak variable harga beras, harga jagung dan jumlah penduduk berpengaruh nyata terhadap jumlah permintaan beras dengan nilai F = 1.022 sedangkan F tabel α = 0,05 = 3,49; dan Ftabel α = 0,01 = 5,95. Sedangkan secara parsial, hanya jumlah penduduk yang berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah permintaan beras di Kabupaten Aceh Singkil. Kata Kunci: Beras, Permintaan, Harga, Jumlah Penduduk.
Title: FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN BERAS DI KABUPATEN ACEH SINGKIL
Description:
ABSTRACTRice is the staple food of the majority of the Indonesian population, especially in Aceh Singkil Regency.
Therefore, the demand for rice increases every year following the increase in population.
This study aims to determine the factors that influence the demand for rice in Aceh Singkil Regency, collecting data using secondary data obtained from the Central Statistics Agency (BPS) of Aceh Singkil Regency and other related agencies from 2005-2020.
The analytical method applied in this research is multiple regression.
The results showed that simultaneously the correlation analysis obtained a termination coefficient (R2) of 0.
996, meaning that the variables of rice price, corn price and population were able to explain the variation that occurred in the amount of rice demand.
Simultaneously, the variables of rice price, corn price and population have a significant effect on the amount of rice demand with F value = 1.
022 while F table = 0.
05 = 3.
49; and Ftable = 0.
01 = 5.
95.
While partially, only the population has a significant effect on the amount of rice demand in Aceh Singkil Regency Keywords: Rice, Request, Price, Total population ABSTRACTBeras merupakan makanan pokok mayoritas penduduk Indonesia, khususnya di Kabupaten Aceh Singkil.
Maka dari itu, jumlah permintaan beras dari tahun ke tahun meningkat mengikuti jumlah penambahan penduduk.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan beras di Kabupaten Aceh Singkil, pengumpulan data menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Aceh Singkil dan Dinas terkait lainnya mulai tahun 2005-2020.
Metode analisis yang diterapkan dalam penelitian ini adalah regresi berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara serempak analisis korelasi diperoleh koefesien diterminasi (R2) sebesar 0,996, artinya variabel harga beras, harga jagung dan jumlah penduduk mampu menjelaskan variasi yang terjadi terhadap jumlah permintaan beras.
Secara serempak variable harga beras, harga jagung dan jumlah penduduk berpengaruh nyata terhadap jumlah permintaan beras dengan nilai F = 1.
022 sedangkan F tabel α = 0,05 = 3,49; dan Ftabel α = 0,01 = 5,95.
Sedangkan secara parsial, hanya jumlah penduduk yang berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah permintaan beras di Kabupaten Aceh Singkil.
Kata Kunci: Beras, Permintaan, Harga, Jumlah Penduduk.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PERANCANGAN GRAFIS LINGKUNGAN PASAR KAMIS KILANGAN SINGKIL
PERANCANGAN GRAFIS LINGKUNGAN PASAR KAMIS KILANGAN SINGKIL
ABSTRAKPentingnya media informasi pada suatu lingkungan dalam bentuk identitas dan sign system, dapat digunakan sebagai salah satu sebagai alat bantu publik dalam berinteraksi deng...
Analisis Permintaan Beras di Provinsi Maluku Utara
Analisis Permintaan Beras di Provinsi Maluku Utara
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis : (1). perkembangan harga beras, pendapatan masyarakat, dan jumlah penduduk serta permintaan konsumsi beras di Provinsi ...
ANALISIS KORELASI ANTARA JUMLAH PENDUDUK DENGAN IMPOR BERAS INDONESIA
ANALISIS KORELASI ANTARA JUMLAH PENDUDUK DENGAN IMPOR BERAS INDONESIA
Perkembangan impor beras di Indonesia sudah dimulai pada awal kemerdekaan yaitu pada 1945 sampai 1960. Impor beras Indonesia mencapai 0,3 sampai 1 juta ton per tahun. Setelah itu t...
KINERJA DAN PROSPEK KETAHANAN PANGAN KOMODITAS BERAS DI KABUPATEN JEMBER
KINERJA DAN PROSPEK KETAHANAN PANGAN KOMODITAS BERAS DI KABUPATEN JEMBER
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran beras di Kabupaten Jember, untuk menganalisis ketahanan pangan pada beras d...
KINERJA DAN PROSPEK KETAHANAN PANGAN KOMODITAS BERAS DI KABUPATEN JEMBER
KINERJA DAN PROSPEK KETAHANAN PANGAN KOMODITAS BERAS DI KABUPATEN JEMBER
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran beras di Kabupaten Jember, untuk menganalisis ketahanan pangan pada beras d...
Analisis Neraca Beras di Kabupaten Banjar
Analisis Neraca Beras di Kabupaten Banjar
Pemenuhan kebutuhan beras di masa mendatang akan dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berhubungan dengan penawaran dan permintaan beras, baik yang diproduksi sendiri-sendiri maupun ...

