Javascript must be enabled to continue!
Kajian Ukuran Butir Pumice sebagai Isi Netpot Hidroponik
View through CrossRef
Meningkatnya kebutuhan akan sistem pertanian yang efisien dan berkelanjutan mendorong pengembangan teknologi hidroponik yang tidak memerlukan tanah sebagai media tanam. Salah satu komponen penting dalam sistem ini adalah media tanam yang berfungsi menopang tanaman serta menjaga kelembapan dan aerasi optimal. Pumice (batu apung) merupakan media tanam anorganik yang bersifat poros, ringan, dan mampu mengikat air serta udara dengan baik. Namun, ukuran partikel pumice yang digunakan sebagai netpot dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh ukuran pumice, yaitu P1 (2-5 mm), P2 (6-9 mm), dan P3 ( 10-13 mm), terhadap efektivitasnya sebagai netpot pada sistem hidroponik. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Rumah Kaca Universitas Muhammadiyah Mataram, Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas tiga perlakuan ukuran pumice dan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, dan berat basah tanaman, yang dianalisis menggunakan ANOVA dan uji BNJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P1 (pumice berukuran 2–4 mm) memberikan hasil terbaik pada sebagian besar parameter, terutama jumlah daun (12,67 helai), panjang daun (14,70 cm), dan lebar daun (7,60 cm), yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kontrol tanpa pumice. Hal ini menunjukkan bahwa ukuran partikel pumice yang lebih kecil mampu menyediakan keseimbangan ideal antara aerasi dan kapasitas menahan air, sehingga mendukung penyerapan nutrisi dan aktivitas fotosintesis tanaman. Penelitian selanjutnya disarankan untuk membandingkan efektivitas pumice ukuran 2–5 mm dengan serabut kelapa atau bahan lain dengan ukuran serupa.
Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari
Title: Kajian Ukuran Butir Pumice sebagai Isi Netpot Hidroponik
Description:
Meningkatnya kebutuhan akan sistem pertanian yang efisien dan berkelanjutan mendorong pengembangan teknologi hidroponik yang tidak memerlukan tanah sebagai media tanam.
Salah satu komponen penting dalam sistem ini adalah media tanam yang berfungsi menopang tanaman serta menjaga kelembapan dan aerasi optimal.
Pumice (batu apung) merupakan media tanam anorganik yang bersifat poros, ringan, dan mampu mengikat air serta udara dengan baik.
Namun, ukuran partikel pumice yang digunakan sebagai netpot dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman hidroponik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh ukuran pumice, yaitu P1 (2-5 mm), P2 (6-9 mm), dan P3 ( 10-13 mm), terhadap efektivitasnya sebagai netpot pada sistem hidroponik.
Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Rumah Kaca Universitas Muhammadiyah Mataram, Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas tiga perlakuan ukuran pumice dan tiga ulangan.
Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, dan berat basah tanaman, yang dianalisis menggunakan ANOVA dan uji BNJ.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P1 (pumice berukuran 2–4 mm) memberikan hasil terbaik pada sebagian besar parameter, terutama jumlah daun (12,67 helai), panjang daun (14,70 cm), dan lebar daun (7,60 cm), yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kontrol tanpa pumice.
Hal ini menunjukkan bahwa ukuran partikel pumice yang lebih kecil mampu menyediakan keseimbangan ideal antara aerasi dan kapasitas menahan air, sehingga mendukung penyerapan nutrisi dan aktivitas fotosintesis tanaman.
Penelitian selanjutnya disarankan untuk membandingkan efektivitas pumice ukuran 2–5 mm dengan serabut kelapa atau bahan lain dengan ukuran serupa.
Related Results
Pumice and pumicite in New Mexico
Pumice and pumicite in New Mexico
NM has ranked in the top three states in the production of pumiceous materials in the U.S. since 1980. The principle domestic uses of pumice and pumicite include concrete admixture...
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN HIDROPONIK APUNG RUMAHAN DI DESA BOJONG KIDUL KECAMATAN PAMEUNGPEUK KABUPATEN
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN HIDROPONIK APUNG RUMAHAN DI DESA BOJONG KIDUL KECAMATAN PAMEUNGPEUK KABUPATEN
Desa Bojong Kidul, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut wilayah agraris karena sebagian besar masyarakatnya memiliki mata pencaharian sebagai petani. Namun, saat ini keterbatasan...
Evaluasi Pendidikan: Analisis Kualitas Tes Sumatif di SMP Modern Al Rifa Ie Malang
Evaluasi Pendidikan: Analisis Kualitas Tes Sumatif di SMP Modern Al Rifa Ie Malang
Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kualitas butir soal Sumatif Akhir Semester Genap Mata Pelajaran PAI kelas VIII SMP Modern Al Rifa Ie Malang Tahun Pelajaran 2023/2024. Pene...
PELATIHAN PEMBUATAN SISTEM TANAM HIDROPONIK BAGI PEMUDA VIHARA SARIPUTRA BEKASI
PELATIHAN PEMBUATAN SISTEM TANAM HIDROPONIK BAGI PEMUDA VIHARA SARIPUTRA BEKASI
Latar belakang masalah dalam Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah bagaimanakah meningkatkan kompetensi dan keterampilan pemuda di vihara Sariputra dalam membuat sistem tanam hi...
PENGARUH PELATIHAN BUDIDAYA HIDROPONIK TOGA DAN PEMBUATAN PUPUK MOL TERHADAP PEMAHAMAN SERTA KEBERHASILAN BUDIDAYA TOGA OLEH IBU-IBU PERUMAHAN UNIVERSITAS TERBUKA
PENGARUH PELATIHAN BUDIDAYA HIDROPONIK TOGA DAN PEMBUATAN PUPUK MOL TERHADAP PEMAHAMAN SERTA KEBERHASILAN BUDIDAYA TOGA OLEH IBU-IBU PERUMAHAN UNIVERSITAS TERBUKA
ABSTRAK
Pembekalan yang perlu diberikan kepada Ibu-ibu warga Perum UT yang tergabung dalam Majelis Taklim Darul Ulum adalah pengetahuan tentang tanaman obat keluarga (TOGA) serta...
PEMILIHAN BUTIR SOAL PADA RANCANGAN TES ADAPTIF BERDASARKAN EFFICIENCY BALANCED INFORMATION
PEMILIHAN BUTIR SOAL PADA RANCANGAN TES ADAPTIF BERDASARKAN EFFICIENCY BALANCED INFORMATION
One of the most popular item selection methods in the design of adaptive testing is Maximum Information Method. This method provides the items with the maximum information at a cer...
Pengenalan Sistem Pertanian Hidroponik Rumah Tangga di Desa Dalung
Pengenalan Sistem Pertanian Hidroponik Rumah Tangga di Desa Dalung
Hidroponik memiliki arti budidaya tanaman yang menggunakan air dan tidak menggunakan tanah sebagai media tanam (soilless). Sistem pertanian hidroponik menjadi alternatif yang dapat...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...

