Javascript must be enabled to continue!
PENGGUNAAN REDISET LQ-1106 PADA CAMPURAN ASPAL HRS-WC
View through CrossRef
Hot Rolled Sheet-Wearing Course merupakan campuran beraspal panas dengan penggunaan agregat bergradasi senjang. Karakteristik terpenting dari campuran ini adalah durabilitas dan fleksibilitas, namun lapisan ini juga dituntut memiliki stabilitas yang cukup dalam menerima beban lalu lintas yang bekerja secara langsung pada lapisannya. Oleh sebab itu, dibutuhkan sebuah inovasi yang dapat meningkatkan sifat stabilitas campuran aspal tersebut. Pada penelitian ini penulis menggunakan zat aditif Rediset LQ-1106 sebagai solusi dalam meningkatkan nilai stabilitas campuran aspal tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan karakteristik campuran aspal HRS-WC dengan penambahan Rediset LQ-1106 serta menentukan persentase optimum Rediset LQ-1106 yang digunakan. Metode penelitian ini terdiri dari empat tahapan, yang pertama melakukan pengujian sifat material. Kedua menentukan kadar aspal optimum pada campuran aspal HRS-WC. Ketiga, melakukan pengujian Marshall, dengan variasi kadar aditif Rediset LQ-1106 0%; 1%; 2% ;3% dan 4% terhadap kadar aspal optimum. Keempat melakukan pembahasan dan kesimpulan terhadap hasil penelitian yang telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran aspal HRS-WC memiliki nilai optimum pada kadar aspal 7,4% dan Rediset LQ-1106 1,65%. Hasil tersebut juga menunjukan karakteristik yang memenuhi persyratan spesifikasi Binamarga 2018 dengan nilai VMA sebesar 18,75%, VIM 5,40%, VFB 72%, stabilitas 1410 kg, flow 3,95 mm dan nilai MQ sebesar 350 kg/mm.
Title: PENGGUNAAN REDISET LQ-1106 PADA CAMPURAN ASPAL HRS-WC
Description:
Hot Rolled Sheet-Wearing Course merupakan campuran beraspal panas dengan penggunaan agregat bergradasi senjang.
Karakteristik terpenting dari campuran ini adalah durabilitas dan fleksibilitas, namun lapisan ini juga dituntut memiliki stabilitas yang cukup dalam menerima beban lalu lintas yang bekerja secara langsung pada lapisannya.
Oleh sebab itu, dibutuhkan sebuah inovasi yang dapat meningkatkan sifat stabilitas campuran aspal tersebut.
Pada penelitian ini penulis menggunakan zat aditif Rediset LQ-1106 sebagai solusi dalam meningkatkan nilai stabilitas campuran aspal tersebut.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan karakteristik campuran aspal HRS-WC dengan penambahan Rediset LQ-1106 serta menentukan persentase optimum Rediset LQ-1106 yang digunakan.
Metode penelitian ini terdiri dari empat tahapan, yang pertama melakukan pengujian sifat material.
Kedua menentukan kadar aspal optimum pada campuran aspal HRS-WC.
Ketiga, melakukan pengujian Marshall, dengan variasi kadar aditif Rediset LQ-1106 0%; 1%; 2% ;3% dan 4% terhadap kadar aspal optimum.
Keempat melakukan pembahasan dan kesimpulan terhadap hasil penelitian yang telah dilakukan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran aspal HRS-WC memiliki nilai optimum pada kadar aspal 7,4% dan Rediset LQ-1106 1,65%.
Hasil tersebut juga menunjukan karakteristik yang memenuhi persyratan spesifikasi Binamarga 2018 dengan nilai VMA sebesar 18,75%, VIM 5,40%, VFB 72%, stabilitas 1410 kg, flow 3,95 mm dan nilai MQ sebesar 350 kg/mm.
Related Results
Penentuan Karakteristik Aspal Porus Menggunakan Agregat Kasar Batu Pecah Parengan Tuban Dengan Metode Uji Marshall
Penentuan Karakteristik Aspal Porus Menggunakan Agregat Kasar Batu Pecah Parengan Tuban Dengan Metode Uji Marshall
Aspal porus merupakan teknologi perkerasan jalan dengan beberapa kelebihan seperti mengurangi aquaplaning dan meredam kebisingan. Aspal porus saat ini sedang terus dikembangkan ole...
Kajian Pengaruh Gradasi LGA 50/30 dan LGA 5/20 pada Campuran Laston AC-WC terhadap Deformasi Permanen
Kajian Pengaruh Gradasi LGA 50/30 dan LGA 5/20 pada Campuran Laston AC-WC terhadap Deformasi Permanen
Asbuton sebagai sumber kekayaan alam di Indonesia yang jumlahnya sangat besar,dengan deposit diperkirakan lebih dari 650 juta ton sampai saat ini belum termanfaatkan secara optimal...
MODIFIKASI CAMPURAN BETON ASPAL HRS-WC DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN ANTI STRIPPING
MODIFIKASI CAMPURAN BETON ASPAL HRS-WC DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN ANTI STRIPPING
Dalam pengembangan jalan, tantangan utama adalah perkerasan jalan khususnya aspal beton yang cepat rusak. Tipe kerusakan yang umum dijumpai di Indonesia adalah kerusakan permukaan ...
Analisis Pemanfaatan Abu Ampas Sagu Terhadap Nilai Karakteristik dan Deformasi Pada Campuran Beton Aspal
Analisis Pemanfaatan Abu Ampas Sagu Terhadap Nilai Karakteristik dan Deformasi Pada Campuran Beton Aspal
Di Indonesia potensi tumbuhan sagu tumbuh di beberapa daerah seperti Papua, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Jambi, dan R...
Pengaruh Penambahan Serbuk Kayu Jati terhadap Campuran Aspal Porous
Pengaruh Penambahan Serbuk Kayu Jati terhadap Campuran Aspal Porous
Jalan merupakan prasarana transportasi yang terpenting dalam menunjang kegiatan perekonomian setempat sehingga harus tahan dan awet terhadap kondisi perubahan cuaca. Salah satu jen...
Studi Penggunaan Aspal Modifikasi pada Campuran Aspal Porus
Studi Penggunaan Aspal Modifikasi pada Campuran Aspal Porus
Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pengaruh campuran aspalporus yang menggunakan aspal Modifikasi dengan gradasi IowaStormwater Managemen (2009).Untuk mengetahui campuran as...
STUDI DURABILITAS ASPAL BETON TERHADAP INFILTIRASI AIR LAUT
STUDI DURABILITAS ASPAL BETON TERHADAP INFILTIRASI AIR LAUT
Lapisan permukaan jalan dari aspal beton diharapkan mempunyai keawetan terhadap pengaruh perubahan cuaca, air, suhu serta mempunyai ketahanan terhadap gesekan ban kendaraan selama ...
Analisis Perbandingan Filler Semen Dengan Filler Abu Ampas Tebu Pada Campuran Aspal Ac – Wc Terhadap Karakteristik Marshall
Analisis Perbandingan Filler Semen Dengan Filler Abu Ampas Tebu Pada Campuran Aspal Ac – Wc Terhadap Karakteristik Marshall
Pada umumnya lapis aspal beton (Laston) adalah suatu lapisan pada konstruksi jalan yang terdiri dari campuran aspal keras, agregat kasar, agregat halus dan filler. Material yang um...


