Javascript must be enabled to continue!
Isolasi dan karakteristik bakteri lignoselulolitik rumen kerbau sebagai pendegradasi komponen serat
View through CrossRef
Meningkatkan kecernaan komponen serat dalam rumen dapat melalui penambahan bakteri lignoselulolitik yang berasal dari rumen kerbau dalam ransum berserat pada ternak ruminansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi bakteri lignoselulolitik rumen kerbau sehingga akan memperoleh isolat bakteri yang mempunyai kemampuan degradasi komponen serat yang tinggi. Penelitian ini menggunakan metode isolasi Hungate yaitu menggunakan medium selektif yang ditumbuhkan pada media roll tube. Medium selektif yang digunakan yaitu Carboxy Methyl Cellulosa/CMC sebagai substrat bakteri selulolitik, xylan sebagai substrat bakteri silanolitik dan asam tanat sebagai substrat bakteri lignolitik.Dari hasil penelitian ini diperoleh 14 isolat lignoselulolitik yaitu 5 isolat selulolitik, 5 isolat silanolitik dan 4 isolat lignolitik. Berdasarkan uji semikuantatif diperoleh zona bening dan zona difusi warna coklat yang memiliki diameter terluas antara lain isolat CMC1 (bakteri selulolitik), XY5 (bakteri silanolitik) dan AT4 (bakteri lignolitik) sehingga ketiga isolat tersebut yang memilki kemampuan mencerna serat terbaik.
Increasing the digestibility of a fiber component in the rumen can be done through the addition of lignocellulolytic bacteria originating from the rumen of buffalo in fibrous rations in ruminants. This study aimed to isolate and characterize buffalo lignocelulolytic bacteria to obtain bacterial isolates that had high fiber component degradation ability. This study employed the Hungate isolation method utilizing selective medium grown on roll tube media. The selective medium used was Carboxy Methyl Cellulosa/CMC as a cellulolytic bacterial substrate, xylan as a silanolitic bacterial substrate, and tanic acid as a lignolytic bacterial substrate. From this study, 14 lignocelulolytic isolates, 5 cellulolytic isolates, 5 silanolitic isolates and 4 lignolytic isolates were obtained. Based on the semiquantative test, clear zone and brown diffusion zone were achieved which had the widest diameter and the best fiber digestibility, namely, CMC1 isolates (cellulolytic bacteria), XY5 (silanolitic bacteria) and AT4 (lignolytic bacteria).
Universitas Sumatera Utara
Title: Isolasi dan karakteristik bakteri lignoselulolitik rumen kerbau sebagai pendegradasi komponen serat
Description:
Meningkatkan kecernaan komponen serat dalam rumen dapat melalui penambahan bakteri lignoselulolitik yang berasal dari rumen kerbau dalam ransum berserat pada ternak ruminansia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi bakteri lignoselulolitik rumen kerbau sehingga akan memperoleh isolat bakteri yang mempunyai kemampuan degradasi komponen serat yang tinggi.
Penelitian ini menggunakan metode isolasi Hungate yaitu menggunakan medium selektif yang ditumbuhkan pada media roll tube.
Medium selektif yang digunakan yaitu Carboxy Methyl Cellulosa/CMC sebagai substrat bakteri selulolitik, xylan sebagai substrat bakteri silanolitik dan asam tanat sebagai substrat bakteri lignolitik.
Dari hasil penelitian ini diperoleh 14 isolat lignoselulolitik yaitu 5 isolat selulolitik, 5 isolat silanolitik dan 4 isolat lignolitik.
Berdasarkan uji semikuantatif diperoleh zona bening dan zona difusi warna coklat yang memiliki diameter terluas antara lain isolat CMC1 (bakteri selulolitik), XY5 (bakteri silanolitik) dan AT4 (bakteri lignolitik) sehingga ketiga isolat tersebut yang memilki kemampuan mencerna serat terbaik.
Increasing the digestibility of a fiber component in the rumen can be done through the addition of lignocellulolytic bacteria originating from the rumen of buffalo in fibrous rations in ruminants.
This study aimed to isolate and characterize buffalo lignocelulolytic bacteria to obtain bacterial isolates that had high fiber component degradation ability.
This study employed the Hungate isolation method utilizing selective medium grown on roll tube media.
The selective medium used was Carboxy Methyl Cellulosa/CMC as a cellulolytic bacterial substrate, xylan as a silanolitic bacterial substrate, and tanic acid as a lignolytic bacterial substrate.
From this study, 14 lignocelulolytic isolates, 5 cellulolytic isolates, 5 silanolitic isolates and 4 lignolytic isolates were obtained.
Based on the semiquantative test, clear zone and brown diffusion zone were achieved which had the widest diameter and the best fiber digestibility, namely, CMC1 isolates (cellulolytic bacteria), XY5 (silanolitic bacteria) and AT4 (lignolytic bacteria).
.
Related Results
Karakteristik Morfologi Kerbau Moa (Bubalus bubalis) Di Pulau Moa, Kecamatan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya
Karakteristik Morfologi Kerbau Moa (Bubalus bubalis) Di Pulau Moa, Kecamatan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya
Pulau Moa memiliki potensi pengembangan ternak kerbau yang cukup besar. Besarnya potensi pengembangan ternak kerbau di pulau Moa perlu diikuti dengan upaya pelestarian plasma nutfa...
SISTEM KEPENGARANGAN DALAM SERAT-SERAT WULANG PAKUBUWONO IX
SISTEM KEPENGARANGAN DALAM SERAT-SERAT WULANG PAKUBUWONO IX
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sistem kepengarangan dalam serat-serat wulang Pakubuwono (PB) IX. Data penelitian berupa kata dan kalimat yang menunjukkan sistem kepengara...
IDENTIFIKASI SIFAT KARAKTERISTIK TERNAK KERBAU (Bubalus bubalis) YANG DIPELIHARA DI KECAMATAN TALANG EMPAT
IDENTIFIKASI SIFAT KARAKTERISTIK TERNAK KERBAU (Bubalus bubalis) YANG DIPELIHARA DI KECAMATAN TALANG EMPAT
Kerbau (Bubalus bubalis) adalah ternak asli daerah panas dan lembab, Khususnya di daerah belahan Utara Tropika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik ternak ker...
SERAT ALAM SEBAGAI BAHAN KOMPOSIT RAMAH LINGKUNGAN
SERAT ALAM SEBAGAI BAHAN KOMPOSIT RAMAH LINGKUNGAN
Serat dalam material diartikan sebagai penguat dimana serat memiliki ukuran yang kecil namun memiliki fleksibilitas yang baik serta kekuatan dalam pembebanan yang tinggi. Dalam seg...
Karakterisasi Mekanik Komposit Serat Hybrid Serat Lidah Mertua dan Serat Eceng Gondok
Karakterisasi Mekanik Komposit Serat Hybrid Serat Lidah Mertua dan Serat Eceng Gondok
Penggunaan dan pemanfaatan komposit serat alam sebagai pengganti serat sintesis merupakan langkah yang bijak dalam meningkatkan nilai ekonomis serat alam mengingat keterbatasan sum...
Fabrikasi Papan Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit dengan Penambahan Bahan Fluoresensi Fosfor
Fabrikasi Papan Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit dengan Penambahan Bahan Fluoresensi Fosfor
Serat bahan alam dapat dijadikan pengganti material komposit yang ramah lingkungan. Serat tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan salah satu serat alam hasil pengolahan industr...
Potensi Degradasi Minyak Solar oleh Bakteri Hidrokarbonoklastik di Perairan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya
Potensi Degradasi Minyak Solar oleh Bakteri Hidrokarbonoklastik di Perairan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya
Tingginya kepadatan trafik di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dapat menimbulkan masalah baru yaitu peningkatan kapasitas pengisian minyak solar pada kapal sehingga mengakibatkan v...
MATERIAL KOMPOSIT LAMINASI SERAT KARBON-NYLON DENGAN ADDITIVE ALUMINUM POWDER UNTUK BODY LORI
MATERIAL KOMPOSIT LAMINASI SERAT KARBON-NYLON DENGAN ADDITIVE ALUMINUM POWDER UNTUK BODY LORI
Dalam proses perawatan prasarana perkeretaapian, dibutuhkan alat transportasi yang mampu mempercepat proses perawatan, efisiensi waktu, dan proses yang mudah dalam pengoperasian. L...

