Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisa Karakteristik Arrester pada Gardu Distribusi 20 kV ST 350 Penyulang Merpati

View through CrossRef
Arrester  salah satu peralatan pada sistem tenaga listrk yang dapat melindungi peralatan listrik dari gangguan eksternal yang diakibatkan oleh tegangan lebih surja petir.  Analisa karakteristik arrester bertujuan meningkatkan kinerja arrester dalam melindungi transformator dari bahaya sambaran petir. Dengan  mempertimbangkan faktor yang mempengaruhi tegangan  dan arus surja, dapat dihitung jarak arrester, kecuraman gelombang datang, kecepatan merambat gelombang surja dan Basic Insulation Level (BIL). Tingkat kegagalan proteksi arrester tergantung dari tingkat isolasi dasar (TID) peralatan, tegangan kerja dan lokasi penempatan arrester. Dari analisis dan hasil perhitungan pada sistem 20 kV Penyulang Merpati TID transformator sebesar 5 kA dengan 125 kV,  karakteristik kerja arrester dengan tegangan pengenal 24 kV, tegangan pelepasan 87 kV serta arus pelepasan 5 kA dengan tingkat perlindungan 95,7 kV. Kecuraman gelomban yaitu 500 kV dengan jarak maksimum 2,745 meter, dari hasil dilapangan jarak yang terpasang yaitu 2,1 meter. Kondisi ini dikatakan aman karena masih dibawah batas jarak aman.
Title: Analisa Karakteristik Arrester pada Gardu Distribusi 20 kV ST 350 Penyulang Merpati
Description:
Arrester  salah satu peralatan pada sistem tenaga listrk yang dapat melindungi peralatan listrik dari gangguan eksternal yang diakibatkan oleh tegangan lebih surja petir.
  Analisa karakteristik arrester bertujuan meningkatkan kinerja arrester dalam melindungi transformator dari bahaya sambaran petir.
Dengan  mempertimbangkan faktor yang mempengaruhi tegangan  dan arus surja, dapat dihitung jarak arrester, kecuraman gelombang datang, kecepatan merambat gelombang surja dan Basic Insulation Level (BIL).
Tingkat kegagalan proteksi arrester tergantung dari tingkat isolasi dasar (TID) peralatan, tegangan kerja dan lokasi penempatan arrester.
Dari analisis dan hasil perhitungan pada sistem 20 kV Penyulang Merpati TID transformator sebesar 5 kA dengan 125 kV,  karakteristik kerja arrester dengan tegangan pengenal 24 kV, tegangan pelepasan 87 kV serta arus pelepasan 5 kA dengan tingkat perlindungan 95,7 kV.
Kecuraman gelomban yaitu 500 kV dengan jarak maksimum 2,745 meter, dari hasil dilapangan jarak yang terpasang yaitu 2,1 meter.
Kondisi ini dikatakan aman karena masih dibawah batas jarak aman.

Related Results

Analisis Drop Tegangan Untuk Menilai Tingkat Kehandalan Saat Manuver Jaringan Pada Penyulang Kikim dan Parkit P.T. PLN Area Palembang
Analisis Drop Tegangan Untuk Menilai Tingkat Kehandalan Saat Manuver Jaringan Pada Penyulang Kikim dan Parkit P.T. PLN Area Palembang
Abstrak — Sistem distribusi merupakan salah satu komponen dalam sistem tenaga listrik yang berfungsi menyalurkan energi listrik ke beban. Salah satu penyebab  yang  mengakibatkan t...
Perilaku menyimpang masyarakat penjudi merpati di Surabaya
Perilaku menyimpang masyarakat penjudi merpati di Surabaya
Judi merpati adalah judi dengan sarana burung yang dilombakan untuk mengadu kecepatan terbang merpati hingga sampai di garis finish yang telah dipersiapkan dan ditentukan oleh pani...
PENGUJIAN DALAM PENGGUNAAN DAN DIAGNOSIS ARRESTER METAL OXIDE TANPA CELAH
PENGUJIAN DALAM PENGGUNAAN DAN DIAGNOSIS ARRESTER METAL OXIDE TANPA CELAH
This paper describes the testing strategies and risk assessment services for use in the diagnosis of metal oxide arrester without gaps that are installed substations. Different cas...
EVALUASI SISTEM PEMBUMIAN PENYULANG GONTANG GARDU INDUK TANJUNG BUNGA MAKASSAR
EVALUASI SISTEM PEMBUMIAN PENYULANG GONTANG GARDU INDUK TANJUNG BUNGA MAKASSAR
Sistem pembumian atau Grounding pada jaringan distribusi digunakan sebagai pengaman langsung terhadap peralatan dan manusia bila terjadinya gangguan tanah atau kebocoran arus akiba...
ANALISA PENYEBAB GANGGUAN JARINGAN DISTRIBUSI GI SIRIMAU PT PLN. (PERSERO) AREA AMBON MENGGUNAKAN METODE FTA (FAULT TREE ANALISYS)
ANALISA PENYEBAB GANGGUAN JARINGAN DISTRIBUSI GI SIRIMAU PT PLN. (PERSERO) AREA AMBON MENGGUNAKAN METODE FTA (FAULT TREE ANALISYS)
Gangguan jaringan distribusi listrik Dapat di artikan bahwa adanya energi listrik yang hilang baik secara teknis maupun non teknis. Hal ini dapat di lihat berdasarkan data gangguan...
Analisis Perencanaan Pemasangan Recloser pada Penyulang untuk Meminamilisr Pemadaman
Analisis Perencanaan Pemasangan Recloser pada Penyulang untuk Meminamilisr Pemadaman
Salah satu penyulang yang ada di PT. PLN (Persero) ULP adalah Penyulang Selecta. Bedasarkan data Penyulang Selecta mengalami gangguan sebanyak 34 kali gangguan dari Januari 2018 - ...
Analisis Pemecahan Beban Penyulang Kalipare 20 kV
Analisis Pemecahan Beban Penyulang Kalipare 20 kV
Penyulang Kalipare merupakan penyulang yang terletak di ULP Sumberpucung dengan panjang penyulang 232,9 kms, arus beban 161,8 A, jatuh tegangan 17,981 kV, rugi-rugi energi yang tid...

Back to Top