Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Perilaku menyimpang masyarakat penjudi merpati di Surabaya

View through CrossRef
Judi merpati adalah judi dengan sarana burung yang dilombakan untuk mengadu kecepatan terbang merpati hingga sampai di garis finish yang telah dipersiapkan dan ditentukan oleh panitia “adu doro” (adu merpati). Di Surabaya kegiatan “adu doro” masih sering terlihat eksistensinya. Walaupun Surabaya termasuk kota besar, akan tetapi kegiatan “adu merpati” hanya dilakukan pada waktu tertentu yaitu hari Minggu atau hari libur. Burung merpati sebelum mengikuti lomba harus dilatih terlebih dahulu, latihannya dilakukan setiap sore hari agar “merpati” nya bisa lebih peka daya jelajahnya. Studi ini menggunakan metode kualitatif. Teori yang digunakan untuk menganalisis perjudian merpati yaitu teori asosiasi diferensial Edwin H Shuterland. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Banyu Urip Surabaya. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu menggunakan wawancara mendalam (Indepth interview) dengan informan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perilaku menyimpang masyarakat penjudi merpati di Banyu Urip Surabaya, menjelaskan di satu sisi adanya judi merpati dianggap sebagai suatu hal yang biasa, karena masyarakat melihat judi merpati sebagai sebuah hiburan. Namun di sisi lain masyarakat menganggap judi merpati sebagai suatu permasalahan sendiri, karena mengganggu ketertiban dan kenyamanan di daerah sekitar adu merpati dilakukan.
Title: Perilaku menyimpang masyarakat penjudi merpati di Surabaya
Description:
Judi merpati adalah judi dengan sarana burung yang dilombakan untuk mengadu kecepatan terbang merpati hingga sampai di garis finish yang telah dipersiapkan dan ditentukan oleh panitia “adu doro” (adu merpati).
Di Surabaya kegiatan “adu doro” masih sering terlihat eksistensinya.
Walaupun Surabaya termasuk kota besar, akan tetapi kegiatan “adu merpati” hanya dilakukan pada waktu tertentu yaitu hari Minggu atau hari libur.
Burung merpati sebelum mengikuti lomba harus dilatih terlebih dahulu, latihannya dilakukan setiap sore hari agar “merpati” nya bisa lebih peka daya jelajahnya.
Studi ini menggunakan metode kualitatif.
Teori yang digunakan untuk menganalisis perjudian merpati yaitu teori asosiasi diferensial Edwin H Shuterland.
Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Banyu Urip Surabaya.
Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu menggunakan wawancara mendalam (Indepth interview) dengan informan penelitian.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perilaku menyimpang masyarakat penjudi merpati di Banyu Urip Surabaya, menjelaskan di satu sisi adanya judi merpati dianggap sebagai suatu hal yang biasa, karena masyarakat melihat judi merpati sebagai sebuah hiburan.
Namun di sisi lain masyarakat menganggap judi merpati sebagai suatu permasalahan sendiri, karena mengganggu ketertiban dan kenyamanan di daerah sekitar adu merpati dilakukan.

Related Results

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENCATATAN TERNAK MERPATI BERBASIS WEBSITE
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENCATATAN TERNAK MERPATI BERBASIS WEBSITE
Dunia hobi memang tidak ada habisnya, salah satunya memelihara burung merpati untuk dijadikan sebagai hobi oleh banyak orang terkhusus di Indonesia. Adanya banyak iven lomba merpat...
ANALISIS EFEKTIVITAS APLIKASI WARGAKU SURABAYA DALAM MENUNJANG PELAYANAN PUBLIK MASYARAKAT KOTA SURABAYA
ANALISIS EFEKTIVITAS APLIKASI WARGAKU SURABAYA DALAM MENUNJANG PELAYANAN PUBLIK MASYARAKAT KOTA SURABAYA
Era revolusi industri 4.0 telah memaksa dunia bergerak kedalam trend digital dan internet di berbagai lini kehidupan bermasyarakat. Hal ini telah direspons secara positif oleh peme...
EFEKTIVITAS KOMUNIKASI ANTARPRIBADI ORANG TUA DALAM MENGATASI PERILAKU MENYIMPANG PADA REMAJA DI KOTA LHOKSEUMAWE
EFEKTIVITAS KOMUNIKASI ANTARPRIBADI ORANG TUA DALAM MENGATASI PERILAKU MENYIMPANG PADA REMAJA DI KOTA LHOKSEUMAWE
Dalam fase perkembangan remaja, remaja sering mengalami berbagai tantangan, salah satu tantangan yang sering dihadapi remaja adalah munculnya perilaku menyimpang. Perilaku menyimpa...
Peran Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) Dalam Meningkatkan Kemampuan Kontrol Diri Perilaku Menyimpang Remaja
Peran Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) Dalam Meningkatkan Kemampuan Kontrol Diri Perilaku Menyimpang Remaja
The rationale for the existence of a youth counseling information center (PIK-R) is expected to have a role in increasing the ability of adolescent deviant behavior self-control, i...
Kepribadian Neuroticism Dengan Perilaku Menyimpang Pada Remaja Di SMK X Bekasi
Kepribadian Neuroticism Dengan Perilaku Menyimpang Pada Remaja Di SMK X Bekasi
Pengaruh negatif dari kelompok teman sebaya akan mengakibatkan remaja melakukan perilaku menyimpang baik secara individu, kelompok maupun campuran yaitu individu dan kelompok yang ...
Peran Orangtua dan Guru Bimbingan Konseling dalam Menangani Perilaku Menyimpang Siswa
Peran Orangtua dan Guru Bimbingan Konseling dalam Menangani Perilaku Menyimpang Siswa
Abstrak. Gejala perilaku menyimpang pada siswa muncul karena adanya stimulus negatif yang mempengaruhi individu dalam bertindak.   Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pera...
STRATEGI PIHAK PESANTREN DALAM MENGATASI SANTRI YANG MELAKUKAN PERILAKU MENYIMPANG
STRATEGI PIHAK PESANTREN DALAM MENGATASI SANTRI YANG MELAKUKAN PERILAKU MENYIMPANG
Penelitian ini membahas upaya pondok pesantren dalam mengatasi perilaku menyimpang pada santri di pondok pesantren Miftahul Huda III Kelurahan Margabakti Kecamatan Cibeureum Kota T...
Karakteristik Perilaku Kucing Domestik
Karakteristik Perilaku Kucing Domestik
Kucing domestic (Felis catus) memiliki pola perilaku yang berbeda dengan hewan lainnya. Perilaku ini terjabar dalam 10 pola perilaku yaitu perilaku ingestif, perilaku seks, perilak...

Back to Top