Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Penggorengan Berulang Terhdadap Bilangan Peroksida pada Minyak Goreng

View through CrossRef
Minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jenis minyak goreng yang paling banyak digunakan oleh masyarakat adalah minyak sawit (>70%). Penggunaan minyak goreng di kalangan rumah tangga menjadi hal yang biasa, akan tetapi penggunaannya cenderung kurang terkontrol. Penggunaan minyak goreng secara berulang dapat mempengaruhi kualitas dan nilai gizi bahan pangan yang digoreng. Salah satu parameter untuk mengetahui kualitas minyak goreng adalah nilai bilangan peroksida. Pada penelitian ini akan dilakukan pengujian pengaruh penggorengan berulang pada enam sampel minyak goreng terhadap bilangan peroksida. Enam sampel minyak goreng tersebut terdiri dari 3 jenis minyak curah dan 3 jenis minyak bermerk. Metode pengujian yang digunakan adalah dengan metode titrasi iodometri. Keenam jenis minyak goreng akan digunakan menggoreng bahan yaitu ikan lele sebanyak enam kali penggorengan kemudian setelah penggorengan ke-0, 2, 4, dan 6 akan diambil sampel untuk dilakukan pengujian bilangan peroksida. Data dianalisis secara statistic dengan menggunakan one way anova dan dilanjutkan dengan duncan’s multiple range test (DMRT) pada level 5%. Hasil penelitian dengan anova menunjukkan bahwa penggorengan berulang pada minyak A, B, C, D, E, dan F berpengaruh terhadap bilangan peroksida (p<0,05).
Title: Pengaruh Penggorengan Berulang Terhdadap Bilangan Peroksida pada Minyak Goreng
Description:
Minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Jenis minyak goreng yang paling banyak digunakan oleh masyarakat adalah minyak sawit (>70%).
Penggunaan minyak goreng di kalangan rumah tangga menjadi hal yang biasa, akan tetapi penggunaannya cenderung kurang terkontrol.
Penggunaan minyak goreng secara berulang dapat mempengaruhi kualitas dan nilai gizi bahan pangan yang digoreng.
Salah satu parameter untuk mengetahui kualitas minyak goreng adalah nilai bilangan peroksida.
Pada penelitian ini akan dilakukan pengujian pengaruh penggorengan berulang pada enam sampel minyak goreng terhadap bilangan peroksida.
Enam sampel minyak goreng tersebut terdiri dari 3 jenis minyak curah dan 3 jenis minyak bermerk.
Metode pengujian yang digunakan adalah dengan metode titrasi iodometri.
Keenam jenis minyak goreng akan digunakan menggoreng bahan yaitu ikan lele sebanyak enam kali penggorengan kemudian setelah penggorengan ke-0, 2, 4, dan 6 akan diambil sampel untuk dilakukan pengujian bilangan peroksida.
Data dianalisis secara statistic dengan menggunakan one way anova dan dilanjutkan dengan duncan’s multiple range test (DMRT) pada level 5%.
Hasil penelitian dengan anova menunjukkan bahwa penggorengan berulang pada minyak A, B, C, D, E, dan F berpengaruh terhadap bilangan peroksida (p<0,05).

Related Results

UJI KUALITAS MINYAK GORENG SAWIT YANG BEREDAR DI ENTIKONG, KALIMANTAN BARAT
UJI KUALITAS MINYAK GORENG SAWIT YANG BEREDAR DI ENTIKONG, KALIMANTAN BARAT
Minyak goreng sawit merupakan bahan pangan yang umum digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Minyak goreng yang beredar didaerah perbatasan antara Malaysia dan I...
PELATIHAN PEMBUATAN MINYAK KELAPA SECARA FERMENTASI BAGI KELOMPOK WANITA TANI DI KECAMATAN BAREGBEG KABUPATEN CIAMIS
PELATIHAN PEMBUATAN MINYAK KELAPA SECARA FERMENTASI BAGI KELOMPOK WANITA TANI DI KECAMATAN BAREGBEG KABUPATEN CIAMIS
Adanya pandemi COVID-19 sangat berdampak pada berbagai aspek kehidupan. Salah satunya pada kehidupan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat. Sebagian besar harga kebutuhan pokok m...
Penggunaan ekstrak Bawang Tiwai (Eleutherine americana Merr) sebagai penghambat ketengikan minyak goreng curah
Penggunaan ekstrak Bawang Tiwai (Eleutherine americana Merr) sebagai penghambat ketengikan minyak goreng curah
Bawang Tiwai (Eleutherine americana Merr) merupakan tanaman khas Kalimantan. Senyawa bioaktif dan antioksidan. Senyawa-senyawa tersebut memiliki kemampuan antioksidan yang dapat me...
SELULOSA DARI AMPAS TEBU SEBAGAI ADSORBEN PADA MINYAK BEKAS PENGGORENGAN
SELULOSA DARI AMPAS TEBU SEBAGAI ADSORBEN PADA MINYAK BEKAS PENGGORENGAN
Penggorengan minyak dapat menyebabkan asam lemak yang terdapat di dalamnya mengalami oksidasi menghasilkan senyawa yang berbahaya bagi kesehatan, diantaranya adalah senyawa peroksi...
Pemanfaatan Minyak Goreng Bekas Menjadi Sabun Serai
Pemanfaatan Minyak Goreng Bekas Menjadi Sabun Serai
Telah dilakukan penelitian Pemanfaatan Minyak Goreng Bekas Menjadi Sabun Serai. Penelitian  ini merupakan  upaya untuk memanfaatkan limbah minyak goreng bekas menjadi sabun serai. ...
Mitigasi Resiko Proses Aktivitas Gudang Bahan Baku Kemasan Minyak Goreng Pt. Sinarmas,Tbk
Mitigasi Resiko Proses Aktivitas Gudang Bahan Baku Kemasan Minyak Goreng Pt. Sinarmas,Tbk
PT. Sinarmas,Tbk merupakan produsen Minyak Goreng yang memiliki beberapa lini produkMinyak Goreng. Di bisnis hilir, fasilitas pemrosesan kami mampu memproduksi produk Minyak Goreng...
UJI KALOR BAKAR BAHAN BAKAR CAMPURAN BIOETANOL DAN MINYAK GORENG BEKAS
UJI KALOR BAKAR BAHAN BAKAR CAMPURAN BIOETANOL DAN MINYAK GORENG BEKAS
Menurut  laporan  The  World  Energy  Council   tahun  1993,  menjelang   tahun  2020 kebutuhan energi  dunia  akan  meningkat  dari  8,8  Gtoe  (gigatons  of  oil  equivalent)  me...

Back to Top