Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERBANDINGAN PELELANGAN BERBASIS SISTEM MANUAL DENGAN SISTEM LAYANAN PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK (LPSE)

View through CrossRef
Langkah-langkah pembangunan semakin menunjukkan kemajuan, salah satunya mengenai Pelelangan Jasa Pelaksana Konstruksi. Guna menciptakan pelelangan dan persaingan yang sehat, maka sistem pelelangan di atur dalam beberapa peraturan yang mengikat, diantaranya Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 1999, Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003, Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 dan sampai yang terakhir Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2015. Dalam melaksanakan proses pelelangan, terdapat dua sistem yaitu Pelelangan Manual dan Pelelangan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Tujuan penelitian ini salah satunya untuk mengetahui efisiensi serta kekurangan dan kelebihan dari Pelelangan Manual dan LPSE. Metode yang digunakan yaitu metode survei. Yaitu untuk mengetahui berbagai tanggapan dari responden yang berjumlah 30 responden melalui kuesioner. Hasil penelitian ini terdapat 3 kesimpulan, yaitu 1 (Mengenai tahap-tahap proses pelelangan, Pelelangan LPSE lebih flexible dibandingkan Pelelangan Manual), 2 (Dari segi efisiensi waktu dan biaya, Pelelangan LPSE lebih efisien dibandingkan Pelelangan Manual), 3 (Masing-masing Pelelangan mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri namun Pelelangan LPSE mempunyai kelebihan lebih banyak daripada Pelelangan Manual). Sehingga dapat disimpulkan bahwa Pelelangan LPSE lebih efisien dibandingkan Pelelangan Manual.
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Title: PERBANDINGAN PELELANGAN BERBASIS SISTEM MANUAL DENGAN SISTEM LAYANAN PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK (LPSE)
Description:
Langkah-langkah pembangunan semakin menunjukkan kemajuan, salah satunya mengenai Pelelangan Jasa Pelaksana Konstruksi.
Guna menciptakan pelelangan dan persaingan yang sehat, maka sistem pelelangan di atur dalam beberapa peraturan yang mengikat, diantaranya Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 1999, Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003, Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 dan sampai yang terakhir Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2015.
Dalam melaksanakan proses pelelangan, terdapat dua sistem yaitu Pelelangan Manual dan Pelelangan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).
Tujuan penelitian ini salah satunya untuk mengetahui efisiensi serta kekurangan dan kelebihan dari Pelelangan Manual dan LPSE.
Metode yang digunakan yaitu metode survei.
Yaitu untuk mengetahui berbagai tanggapan dari responden yang berjumlah 30 responden melalui kuesioner.
Hasil penelitian ini terdapat 3 kesimpulan, yaitu 1 (Mengenai tahap-tahap proses pelelangan, Pelelangan LPSE lebih flexible dibandingkan Pelelangan Manual), 2 (Dari segi efisiensi waktu dan biaya, Pelelangan LPSE lebih efisien dibandingkan Pelelangan Manual), 3 (Masing-masing Pelelangan mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri namun Pelelangan LPSE mempunyai kelebihan lebih banyak daripada Pelelangan Manual).
Sehingga dapat disimpulkan bahwa Pelelangan LPSE lebih efisien dibandingkan Pelelangan Manual.

Related Results

Aplikasi Buku Tamu Menggunakan Qr Code Berbasis Web Pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Provinsi Jambi
Aplikasi Buku Tamu Menggunakan Qr Code Berbasis Web Pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Provinsi Jambi
Penggunaan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) di Provinsi Jambi telah menjadi salah satu pendekatan utama dalam meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam proses pengada...
Aplikasi Buku Tamu Dan Indeks Kepuasan Masyarakat Menggunakan Whatsapp Gateway Berbasis Web Pada Lpse Provinsi Kalimantan Selatan
Aplikasi Buku Tamu Dan Indeks Kepuasan Masyarakat Menggunakan Whatsapp Gateway Berbasis Web Pada Lpse Provinsi Kalimantan Selatan
LPSE  Provinsi Kalimantan Selatan setiap harinya selalu menerima kunjungan dari SKPD ataupun lembaga pemerintah berkaitan perihal konsultasi pengadaan barang maupun jasa. Kunjungan...
Rekomendasi Kebijakan Optimalisasi Pelayanan LPSE Dalam Pengadaan Barang dan Jasa Untuk Pembangunan Kota Pariaman
Rekomendasi Kebijakan Optimalisasi Pelayanan LPSE Dalam Pengadaan Barang dan Jasa Untuk Pembangunan Kota Pariaman
AbstrakSebagai pilar utama reformasi pengadaan barang dan jasa pemerintah, LPSEmerupakan sebuah platform elektronik yang digunakan untuk meningkatkan efisiensi dantransparansi dala...
Pengaruh Sistem Informasi Pengadaan Barang terhadap Kepuasan Pelanggan di PT. Alpindo Mitra Baja Sukabumi
Pengaruh Sistem Informasi Pengadaan Barang terhadap Kepuasan Pelanggan di PT. Alpindo Mitra Baja Sukabumi
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah kurangnya pemahaman tentang konsep sistem informasi pengadaan barang yang digunakan pada perusahaan sehingga terjadinya keter...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Perlindungan Hukum Bagi PPK Sebagai Penyelenggara Kontrak Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah
Perlindungan Hukum Bagi PPK Sebagai Penyelenggara Kontrak Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah
Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 tahun 2021 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah belum memberikan Perlindungan Hukum terhadap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sebagai Pe...
REKAM MEDIS ELEKTRONIK PADA PELAYANAN RUMAH SAKIT DI INDONESIA: ASPEK HUKUM DAN IMPLEMENTASI
REKAM MEDIS ELEKTRONIK PADA PELAYANAN RUMAH SAKIT DI INDONESIA: ASPEK HUKUM DAN IMPLEMENTASI
 Perkembangan teknologi informasi membawa banyak perubahan terhadap sektor aktivitas yang semula berbasis di dunia nyata (real) kemudian mengembangkannya ke dunia maya (virtual). I...

Back to Top