Javascript must be enabled to continue!
Membangun Karakter Anak melalui Permainan Kekompakan pada Desa Cenggu Kecamatan Belo Kabupaten Bima
View through CrossRef
Pengabdian masyarakat di Desa Cenggu, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, bertujuan membentuk karakter anak melalui permainan kekompakan. Metode observasi langsung, wawancara terbuka, dan partisipasi penulis digunakan untuk memahami dampak permainan kelompok terhadap nilai karakter anak-anak usia sekolah dasar. Hasil pengabdian menunjukkan permainan kekompakan berhasil menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, sportivitas, percaya diri, tanggung jawab, kerjasama, dan toleransi. Anak-anak menunjukkan respon positif dengan rasa senang selama bermain, sementara pelaksanaan permainan berkelompok menciptakan suasana kebersamaan dan komunikasi yang baik di antara mereka. Implementasi permainan juga berhasil memperkenalkan konsep pematuhan aturan untuk menanamkan nilai disiplin dan jujur pada anak-anak. Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya terlibat fisik, tetapi juga terlibat emosional dalam meningkatkan interaksi sosial dan rasa kebersamaan. Kesuksesan pengabdian ini juga berdampak positif dalam melestarikan permainan tradisional dan memperkuat hubungan sosial di desa sasaran. Program ini dapat dijadikan inspirasi bagi desa-desa lain dalam menghadapi tantangan perkembangan anak-anak di era modern, serta mengapresiasi peran permainan sebagai sarana pembentukan karakter holistik sejak dini.
Title: Membangun Karakter Anak melalui Permainan Kekompakan pada Desa Cenggu Kecamatan Belo Kabupaten Bima
Description:
Pengabdian masyarakat di Desa Cenggu, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, bertujuan membentuk karakter anak melalui permainan kekompakan.
Metode observasi langsung, wawancara terbuka, dan partisipasi penulis digunakan untuk memahami dampak permainan kelompok terhadap nilai karakter anak-anak usia sekolah dasar.
Hasil pengabdian menunjukkan permainan kekompakan berhasil menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, sportivitas, percaya diri, tanggung jawab, kerjasama, dan toleransi.
Anak-anak menunjukkan respon positif dengan rasa senang selama bermain, sementara pelaksanaan permainan berkelompok menciptakan suasana kebersamaan dan komunikasi yang baik di antara mereka.
Implementasi permainan juga berhasil memperkenalkan konsep pematuhan aturan untuk menanamkan nilai disiplin dan jujur pada anak-anak.
Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya terlibat fisik, tetapi juga terlibat emosional dalam meningkatkan interaksi sosial dan rasa kebersamaan.
Kesuksesan pengabdian ini juga berdampak positif dalam melestarikan permainan tradisional dan memperkuat hubungan sosial di desa sasaran.
Program ini dapat dijadikan inspirasi bagi desa-desa lain dalam menghadapi tantangan perkembangan anak-anak di era modern, serta mengapresiasi peran permainan sebagai sarana pembentukan karakter holistik sejak dini.
Related Results
makalah permainan bola voli-vania-x mia 3
makalah permainan bola voli-vania-x mia 3
BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangPada awal penemuannya, olahraga permainan bola voli ini diberi nama Mintonette. Olahraga Mintonette ini pertama kali ditemukan oleh seorang In...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
INTERELASI PERBANDINGANANTARA VISUAL BIMA RELIEF CANDI SUKUHDENGAN FIGUR BIMA WAYANG KULIT GAYA YOGYAKARTATWEEN VISUAL BIMA AT SUKUH TEMPLE RELIEF WITH BIMA FIGURES IN WAYANG KULIT OF YOGYAKARTA STYLEENGAN FIGUR BIMA WAYANG KULIT GAYA YOGYAKARTA
INTERELASI PERBANDINGANANTARA VISUAL BIMA RELIEF CANDI SUKUHDENGAN FIGUR BIMA WAYANG KULIT GAYA YOGYAKARTATWEEN VISUAL BIMA AT SUKUH TEMPLE RELIEF WITH BIMA FIGURES IN WAYANG KULIT OF YOGYAKARTA STYLEENGAN FIGUR BIMA WAYANG KULIT GAYA YOGYAKARTA
Penelitian ini dilatarbelakangi dari asumsi bahwa Bima relief Candi Sukuh dan Bima wayang kulit gaya Yogyakarta memiliki kemiripan perwujudan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ia...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015 Alok...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERMAINAN NGAROT PADA PESTA KESENIAN BALI TAHUN 2023
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERMAINAN NGAROT PADA PESTA KESENIAN BALI TAHUN 2023
Penelitian ini bertujuan, untuk menjelaskan serta menunjukkan temuan nilai pendidikan karakter yang ada pada permainan tradisional yakni permainan Ngarot. Permainan ngarot merupaka...
PENDIDIKAN KARAKTER ANAK (Studi Kasus di Rumah Singgah Sanggar Anak Akar, Jakarta Timur)
PENDIDIKAN KARAKTER ANAK (Studi Kasus di Rumah Singgah Sanggar Anak Akar, Jakarta Timur)
PENDIDIKAN KARAKTER ANAK
(Studi Kasus di Rumah Singgah Sanggar Anak Akar, Jakarta Timur) ...
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari targ...

