Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Jumlah Pencucian Beras dengan Kadar Klorin

View through CrossRef
Abstract: Chlorine is a green halogen-shaped halogen gas at normal temperature and serves as bleach, stain remover and disinfectant. Chlorine is now widely used for bleaching rice so that less quality rice looks like quality rice. Chlorine is very toxic and causes mucous membrane irritation, highly reactive and very powerful oxidizer. The purpose of this research was to determine the difference of chlorine level in chlorinated rice washed once, twice and 3 times. The sample in this study amounted to 11 samples calculated by replication formula. Each sample was treated 3 times, ie 1 washed once, 2 washed twice and washed 3 times. The samples then examined by iodometric titration method. Based on the results of the study using ANOVA test, 11 samples obtained the average value of chlorine after washed once amount of 0.0176%, after washed twice amount of 0.0111%, and after washed 3 times amount of 0.0052% with the value significance p = 0.03 (p <0.05) at 95% confidence level which means there was a significant difference between chlorine levels in chlorinated rice washed once, twice and 3 times.Abstrak: Klorin merupakan unsur halogen berbentuk gas berwarna kuning kehijauan pada suhu normal danberfungsi sebagai pemutih, penghilang noda maupun desinfektan. Klorin sekarang banyak digunakan untuk bahan pemutih beras agar beras yang kurang berkualitas tampak seperti beras berkualitas. Klorin sangat toksik dan menyebabkan iritasi membran mukosa, sangat reaktif dan merupakan oksidator yang sangat kuat. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui perbedaan kadar klorin pada beras berklorin yang dicuci sebanyak 1 kali, 2 kali dan 3 kali. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 11 sampel yang dihitung dengan rumus replikasi. Setiap sampel diberi perlakuan sebanyak 3 kali, yaitu 1 kali pencucian, 2 kali pencucian dan 3 kali pencucian. Sampel penelitian kemudian diperiksa dengan metode titrasi iodometri. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan uji Anova secara komputerisasi terhadap 11 sampel diperoleh nilai rata-rata kadar klorin setelah 1 kali pencucian sebesar 0,0176 %, setelah 2 kali pencucian sebesar 0,0111 %, dan setelah 3 kali pencucian sebesar 0,0052 % dengan nilai signifkansi p = 0,03 (p<0,05) pada tingkat kepercayaan 95% yang artinya ada perbedaan yang bermakna antara kadar klorin pada beras berklorin yang dicuci sebanyak 1 kali, 2 kali dan 3 kali.
Title: Pengaruh Jumlah Pencucian Beras dengan Kadar Klorin
Description:
Abstract: Chlorine is a green halogen-shaped halogen gas at normal temperature and serves as bleach, stain remover and disinfectant.
Chlorine is now widely used for bleaching rice so that less quality rice looks like quality rice.
Chlorine is very toxic and causes mucous membrane irritation, highly reactive and very powerful oxidizer.
The purpose of this research was to determine the difference of chlorine level in chlorinated rice washed once, twice and 3 times.
The sample in this study amounted to 11 samples calculated by replication formula.
Each sample was treated 3 times, ie 1 washed once, 2 washed twice and washed 3 times.
The samples then examined by iodometric titration method.
Based on the results of the study using ANOVA test, 11 samples obtained the average value of chlorine after washed once amount of 0.
0176%, after washed twice amount of 0.
0111%, and after washed 3 times amount of 0.
0052% with the value significance p = 0.
03 (p <0.
05) at 95% confidence level which means there was a significant difference between chlorine levels in chlorinated rice washed once, twice and 3 times.
Abstrak: Klorin merupakan unsur halogen berbentuk gas berwarna kuning kehijauan pada suhu normal danberfungsi sebagai pemutih, penghilang noda maupun desinfektan.
Klorin sekarang banyak digunakan untuk bahan pemutih beras agar beras yang kurang berkualitas tampak seperti beras berkualitas.
Klorin sangat toksik dan menyebabkan iritasi membran mukosa, sangat reaktif dan merupakan oksidator yang sangat kuat.
Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui perbedaan kadar klorin pada beras berklorin yang dicuci sebanyak 1 kali, 2 kali dan 3 kali.
Sampel dalam penelitian ini berjumlah 11 sampel yang dihitung dengan rumus replikasi.
Setiap sampel diberi perlakuan sebanyak 3 kali, yaitu 1 kali pencucian, 2 kali pencucian dan 3 kali pencucian.
Sampel penelitian kemudian diperiksa dengan metode titrasi iodometri.
Berdasarkan hasil penelitian menggunakan uji Anova secara komputerisasi terhadap 11 sampel diperoleh nilai rata-rata kadar klorin setelah 1 kali pencucian sebesar 0,0176 %, setelah 2 kali pencucian sebesar 0,0111 %, dan setelah 3 kali pencucian sebesar 0,0052 % dengan nilai signifkansi p = 0,03 (p<0,05) pada tingkat kepercayaan 95% yang artinya ada perbedaan yang bermakna antara kadar klorin pada beras berklorin yang dicuci sebanyak 1 kali, 2 kali dan 3 kali.

Related Results

Perbandingan Kadar Pati pada Beras Merah Dibandingkan dengan Beras Putih Menggunakan Uji Iodida
Perbandingan Kadar Pati pada Beras Merah Dibandingkan dengan Beras Putih Menggunakan Uji Iodida
Diabetes Mellitus adalah penyakit yang ditandai dengan  peningkatan kadar glukosa di dalam darah, erat kaitannya dengan mengkonsumsi karbohidrat yang berlebihan. Karbohidrat merup...
Perbandingan Kadar Pati pada Beras Coklat Dibandingkan dengan Beras Putih Menggunakan Uji Iodida
Perbandingan Kadar Pati pada Beras Coklat Dibandingkan dengan Beras Putih Menggunakan Uji Iodida
Kasus global menyatakan Diabetes bukan hanya penyebab kematian dini di seluruh dunia, tetapi juga penyebab utama kebutaan, penyakit jantung, dan gagal ginjal. Beras (Oryza sativa) ...
ANALISIS KORELASI ANTARA JUMLAH PENDUDUK DENGAN IMPOR BERAS INDONESIA
ANALISIS KORELASI ANTARA JUMLAH PENDUDUK DENGAN IMPOR BERAS INDONESIA
Perkembangan impor beras di Indonesia sudah dimulai pada awal kemerdekaan yaitu pada 1945 sampai 1960. Impor beras Indonesia mencapai 0,3 sampai 1 juta ton per tahun. Setelah itu t...
ANALISIS KANDUNGAN KLORIN PADA BERAS YANG BEREDAR DI PASAR GIRIAN KOTA BITUNG
ANALISIS KANDUNGAN KLORIN PADA BERAS YANG BEREDAR DI PASAR GIRIAN KOTA BITUNG
Makanan merupakan hal yang penting bagi manusia . Beras bagi sebagian besar penduduk Indonesia menjadi makanan pokok sehari - hari. Sejauh ini telah ditemukan beberapa beras yang m...
Identifikasi dan Penentuan Kadar Klorin pada Beras yang Dijual di Pasar Raya Padang
Identifikasi dan Penentuan Kadar Klorin pada Beras yang Dijual di Pasar Raya Padang
AbstrakKeamanan makanan merupakan salah satu masalah yang harus mendapatkan perhatian terutama di negara berkembang seperti Indonesia, karena bisa berdampak buruk terhadap kesehata...
Analisis Keunggulan Komparatif Beras Indonesia
Analisis Keunggulan Komparatif Beras Indonesia
Komoditas beras menjadi sumber pangan utama bagi 95 persen penduduk di Indonesia. Produksi padi tahun 2013 diperkirakan sebesar 70,87 juta ton gabah kering giling (GKG) setara deng...
Artikel Review: Analisis Kadar Klorin pada Pembalut dengan Metode Volumetri
Artikel Review: Analisis Kadar Klorin pada Pembalut dengan Metode Volumetri
Pendahuluan: Pembalut wanita merupakan salah satu produk kebersihan yang sangat umum digunakan oleh wanita saat menstruasi. Keamanan dan kualitas pembalut sangat penting untuk menc...
Inovasi Pembuatan Kue Pukis Dengan Substitusi Tepung Beras Hitam Dan Tepung Beras Ketan Hitam
Inovasi Pembuatan Kue Pukis Dengan Substitusi Tepung Beras Hitam Dan Tepung Beras Ketan Hitam
ABSTRAK - Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan tepung beras hitam dan tepung beras ketan hitam, proses pembuatan kue puki...

Back to Top