Javascript must be enabled to continue!
PENDEKATAN KONSTRUKTIVIS-INTERPRETIS (HERMENEUTIK) SEBAGAI METODE PENAFSIRAN
View through CrossRef
Tulisan ini akan menjelaskan metode pengkajian Al-Qur’an dengan menggunakan metode hermeneutik. Dalam konteks masyarakat kekinian, banyak para pemikir muslim modern yangberpendapat bahwa hermeneutika merupakan keniscayaan. Dengan hermeneutika pendekatan, pemikiran, pemaknaan maupun interpretasi terhadap teks-teks keagamaan bisa lebih dinamis,kontekstual, inklusif, dan relevan dengan masyarakat kekinian. Hermeneutika sebagai suatu bentuk interpretasi telah membawa cara baru untuk memahami ilmu pengetahuan Islam, seperti Tafsir Al-Qur’an. Ada kontroversi dalam penggunaan pendekatan hermeneutis untuk memahami Al-Qur’an. Satu kelompok menolaknya, sementara yang lain menerima kehadiran hermeneutika sebagai salah satu metode yang relevan untuk memahami tafsir al-Quran, meskipun metode ini berasal dari luar khazanah dunia Islam, Hermeneutika diperlukan untuk memahami al-Quran, terutama untuk menyikapi Isu-isu kontemporer yang sebagian besar tidak diselesaikan dalam interpretasi klasik. Para intelektual muslim kontemporer seperti Nashr Hamid Abu Zayd, Fazlur Rahman, Hasan Hanafi dan yang lain membuka kemungkinan untuk menerapkan hermenutika di dalam menafsirkan Al-Qur’an. Pada akhirnya penulis melihat bahwa penggunaan hermeneutika dalam menafsirkan Al-Qur’an mampu menambah dan memperkaya metodologi tafsir, namun penulis juga sepakat bahwa konsep hermeneutika secara utuh tidak bisa diterapkan dalam menafsirkan Al-Qur’an.
Title: PENDEKATAN KONSTRUKTIVIS-INTERPRETIS (HERMENEUTIK) SEBAGAI METODE PENAFSIRAN
Description:
Tulisan ini akan menjelaskan metode pengkajian Al-Qur’an dengan menggunakan metode hermeneutik.
Dalam konteks masyarakat kekinian, banyak para pemikir muslim modern yangberpendapat bahwa hermeneutika merupakan keniscayaan.
Dengan hermeneutika pendekatan, pemikiran, pemaknaan maupun interpretasi terhadap teks-teks keagamaan bisa lebih dinamis,kontekstual, inklusif, dan relevan dengan masyarakat kekinian.
Hermeneutika sebagai suatu bentuk interpretasi telah membawa cara baru untuk memahami ilmu pengetahuan Islam, seperti Tafsir Al-Qur’an.
Ada kontroversi dalam penggunaan pendekatan hermeneutis untuk memahami Al-Qur’an.
Satu kelompok menolaknya, sementara yang lain menerima kehadiran hermeneutika sebagai salah satu metode yang relevan untuk memahami tafsir al-Quran, meskipun metode ini berasal dari luar khazanah dunia Islam, Hermeneutika diperlukan untuk memahami al-Quran, terutama untuk menyikapi Isu-isu kontemporer yang sebagian besar tidak diselesaikan dalam interpretasi klasik.
Para intelektual muslim kontemporer seperti Nashr Hamid Abu Zayd, Fazlur Rahman, Hasan Hanafi dan yang lain membuka kemungkinan untuk menerapkan hermenutika di dalam menafsirkan Al-Qur’an.
Pada akhirnya penulis melihat bahwa penggunaan hermeneutika dalam menafsirkan Al-Qur’an mampu menambah dan memperkaya metodologi tafsir, namun penulis juga sepakat bahwa konsep hermeneutika secara utuh tidak bisa diterapkan dalam menafsirkan Al-Qur’an.
Related Results
Shifting Paradigm Penafsiran Dalam Surat An-Nisa: 3 (Studi Perbandingan Tafsir Klasik Dan Kontemporer)
Shifting Paradigm Penafsiran Dalam Surat An-Nisa: 3 (Studi Perbandingan Tafsir Klasik Dan Kontemporer)
Abstrak
Tulisan ini mendiskusikan pergeseran paradigma penafsiran dalam surah an-Nisa’ (4): 3 yang selama ini menjadi isu hangat dan sering diperbincangkan dalam dunia penafsiran t...
PERSPEKTIF INTERPRETIF-HERMENEUTIK
PERSPEKTIF INTERPRETIF-HERMENEUTIK
Riset-riset akuntansi kini berkembang dengan menggunakan multiparadigma. Selain positivistik, saat ini paradigma interpretif, kritis dan posmodernisme juga diterapkan dalam riset-r...
INTERSEKSI HERMENEUTIK RICOEUR DENGAN HERMENEUTIK PENTAKOSTAL
INTERSEKSI HERMENEUTIK RICOEUR DENGAN HERMENEUTIK PENTAKOSTAL
Artikel ini mengeksplorasi hermeneutik Pentakostal sebagai pendekatan khas Pentakostal dalam menafsirkan Kitab Suci dan mengaktualisasikannya pada praktik kehidupan. Dalam kehidupa...
PERSPEKTIF HERMENEUTIKA RICOEUR MENYUSURI AGENDA TOLERANSI DI ORGANISASI ISLAM NAHDLATUL ULAMA
PERSPEKTIF HERMENEUTIKA RICOEUR MENYUSURI AGENDA TOLERANSI DI ORGANISASI ISLAM NAHDLATUL ULAMA
<p align="center"><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p><p align="center"><strong><em> </em></strong></p><...
Implications of Constructivism Theory for the Development of Islamic Religious Education Curriculum
Implications of Constructivism Theory for the Development of Islamic Religious Education Curriculum
Penelitian ini mengeksplorasi implikasi teori konstruktivis terhadap pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini menyoroti bagaimana penerapan pendekatan ko...
ANALISIS SYAIR BERTEMA GURU SEKUMPUL KARYA GURU ABDUL HAKIM DAN GURU AKHMAD SYAIRAZI: HEURISTIK DAN HERMENEUTIK (ANALYSIS OF POETRY THEMED GURU SEKUMPUL BY GURU ABDUL HAKIM AND GURU AKHMAD SYAIRAZI: HEURISTICS AND HERMENEUTICS)
ANALISIS SYAIR BERTEMA GURU SEKUMPUL KARYA GURU ABDUL HAKIM DAN GURU AKHMAD SYAIRAZI: HEURISTIK DAN HERMENEUTIK (ANALYSIS OF POETRY THEMED GURU SEKUMPUL BY GURU ABDUL HAKIM AND GURU AKHMAD SYAIRAZI: HEURISTICS AND HERMENEUTICS)
AbstractAnalysis of Poetry Themed Guru Sekumpul by Guru Abdul Hakim and Guru Akhmad Syairazi: Heuristics and Hermeneutics. This research aims to describe the results of heuristic a...
PERSPEKTIF AL-SYAWKANI TENTANG PENTARJIHAN PERBEDAAN PENAFSIRAN
PERSPEKTIF AL-SYAWKANI TENTANG PENTARJIHAN PERBEDAAN PENAFSIRAN
<p class="05Abstrak">Tarjîh dalam penafsiran dihasilkan dari adanya berbagai perbedaan pendapat para mufassir dalam menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an. Tujuannya adalah mengeta...
EKSISTENSI DAN FIGURITAS PEREMPUAN
EKSISTENSI DAN FIGURITAS PEREMPUAN
Tulisan ini mengkaji metode penafsiran Muhyiddin Ahmad Mustafa Darwisy (1908-1982) mengenai ayat eksistensi dan figuritas perempuan dalam Al-Qur’an pada Surah Ali ‘Imran/3: 195 dan...

