Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Psychological Capital terhadap Turnover Intention pada Karyawan Agensi Kreatif

View through CrossRef
Abstract. High employee turnover is a major challenge for organizations, including in the creative industry, which often involves high work pressure. One psychological factor believed to reduce employees’ intention to leave (turnover intention) is psychological capital, a positive psychological state that includes self-efficacy, hope, optimism, and resilience. This study aims to describe psychological capital and turnover intention, and to examine the influence of psychological capital on turnover intention among creative agency employees. A total of 185 employees from creative agencies in Bandung, with a minimum of three months' work experience, participated in this study. The instruments used were the Psychological Capital Questionnaire (Luthans et al., 2007) and the Turnover Intention Scale (Mobley et al., 1977), both of which were adapted into Indonesian. Data were analyzed using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SMARTPLS. Results showed that most employees had low psychological capital and high turnover intention. The main finding indicates that psychological capital has a significant effect on turnover intention. The model explained 59.9% of the variance in turnover intention. Low psychological capital was found to contribute to a stronger desire to leave the organization. Abstrak. Tingginya angka turnover menjadi tantangan besar bagi organisasi, termasuk di industri kreatif yang memiliki tekanan kerja tinggi. Salah satu faktor psikologis yang diduga dapat menurunkan niat karyawan untuk keluar (turnover intention) adalah psychological capital yaitu kondisi psikologis positif yang mencakup self-efficacy, hope, optimism, dan resilience. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan psychological capital dan turnover intention, serta menguji pengaruh keduanya pada karyawan agensi kreatif. Sebanyak 185 karyawan agensi kreatif di Kota Bandung dengan masa kerja minimal tiga bulan menjadi partisipan. Instrumen yang digunakan adalah Psychological Capital Questionnaire (Luthans et al., 2007) dan Turnover Intention Scale (Mobley et al., 1977) yang telah diadopsi ke Bahasa Indonesia. Analisis dilakukan dengan metode PLS-SEM menggunakan SMARTPLS. Hasil menunjukkan mayoritas karyawan memiliki psychological capital rendah dan turnover intention tinggi. Temuan utama menunjukkan psychological capital berpengaruh signifikan terhadap turnover intention, dan model menjelaskan 59,9% varians turnover intention. Rendahnya psychological capital berkontribusi terhadap meningkatnya keinginan karyawan untuk keluar dari perusahaan.
Title: Pengaruh Psychological Capital terhadap Turnover Intention pada Karyawan Agensi Kreatif
Description:
Abstract.
High employee turnover is a major challenge for organizations, including in the creative industry, which often involves high work pressure.
One psychological factor believed to reduce employees’ intention to leave (turnover intention) is psychological capital, a positive psychological state that includes self-efficacy, hope, optimism, and resilience.
This study aims to describe psychological capital and turnover intention, and to examine the influence of psychological capital on turnover intention among creative agency employees.
A total of 185 employees from creative agencies in Bandung, with a minimum of three months' work experience, participated in this study.
The instruments used were the Psychological Capital Questionnaire (Luthans et al.
, 2007) and the Turnover Intention Scale (Mobley et al.
, 1977), both of which were adapted into Indonesian.
Data were analyzed using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SMARTPLS.
Results showed that most employees had low psychological capital and high turnover intention.
The main finding indicates that psychological capital has a significant effect on turnover intention.
The model explained 59.
9% of the variance in turnover intention.
Low psychological capital was found to contribute to a stronger desire to leave the organization.
Abstrak.
Tingginya angka turnover menjadi tantangan besar bagi organisasi, termasuk di industri kreatif yang memiliki tekanan kerja tinggi.
Salah satu faktor psikologis yang diduga dapat menurunkan niat karyawan untuk keluar (turnover intention) adalah psychological capital yaitu kondisi psikologis positif yang mencakup self-efficacy, hope, optimism, dan resilience.
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan psychological capital dan turnover intention, serta menguji pengaruh keduanya pada karyawan agensi kreatif.
Sebanyak 185 karyawan agensi kreatif di Kota Bandung dengan masa kerja minimal tiga bulan menjadi partisipan.
Instrumen yang digunakan adalah Psychological Capital Questionnaire (Luthans et al.
, 2007) dan Turnover Intention Scale (Mobley et al.
, 1977) yang telah diadopsi ke Bahasa Indonesia.
Analisis dilakukan dengan metode PLS-SEM menggunakan SMARTPLS.
Hasil menunjukkan mayoritas karyawan memiliki psychological capital rendah dan turnover intention tinggi.
Temuan utama menunjukkan psychological capital berpengaruh signifikan terhadap turnover intention, dan model menjelaskan 59,9% varians turnover intention.
Rendahnya psychological capital berkontribusi terhadap meningkatnya keinginan karyawan untuk keluar dari perusahaan.

Related Results

Kata Kunci: Kenaikan Laba, Return Saham, Kenaikan Dividen.
Kata Kunci: Kenaikan Laba, Return Saham, Kenaikan Dividen.
  Abstract. In the company work life balance is a term for balancing personal life and work. The balance that occurs between each employee is viewed from work life and person...
Pengaruh Stres Kerja terhadap Turnover Intention pada Karyawan Industri Perhotelan
Pengaruh Stres Kerja terhadap Turnover Intention pada Karyawan Industri Perhotelan
Abstract. The high level of turnover intention in the hospitality industry is a crucial issue that impacts the effectiveness and sustainability of organizational operations. This s...
Pengaruh Work Family Conflict terhadap Turnover Intention pada Dosen Wanita di Kota Bandung
Pengaruh Work Family Conflict terhadap Turnover Intention pada Dosen Wanita di Kota Bandung
Abstract.  Female lecturers are faced with various challenges and demands in the workplace.The scope of lecturers' duties in the teaching aspect is quite varied, starting from desi...
Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Turnover Intention Perawat
Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Turnover Intention Perawat
Salah satu masalah yang berpengaruh dengan tenaga kerja dalam suatu organisasi adalah tingkat turnover yang tinggi. Data turnover perawat Rumah Sakit Permata Depok yang diperoleh a...
Pengaruh Psychological Capital terhadap Readiness For Change pada Karyawan PT. XYZ
Pengaruh Psychological Capital terhadap Readiness For Change pada Karyawan PT. XYZ
Abstract. Employees at PT. XYZ are facing organizational changes that pose various challenges, such as concerns about new tasks, changing organizational culture, and loss of previo...

Back to Top