Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Perilaku Burung Beo Alor di Penangkaran Oilsonbai, Nusa Tenggara Timur

View through CrossRef
<p>Myna bird (Gracula religiosa mertensi Rensch 1928) is one of the natural resources richness of the Alor Island in East Nusa Tenggara. The bird has an important source of economic values of the local people. However, the bird population rapidly decreases each year. Today, the bird is hardly found in the native habitat. Therefore, the conservations of the bird and its habitat are highly needed. The objective of this study was to determine the behaviour of Alor’s Myna in captivity breeding of Oilsonbai, East Nusa Tenggara, and to establish the breeding system in line with the ex situ conservation program. The study was using four birds. The daily behaviour of bird is the main parameter concerned in this study. The results showed that there were identified 13 daily activities of the Myna, and can be classified into three main behaviours. The main bird behaviours were motionless, movements, and ingested. The motionless behaviours include rest, stationary, and action of drying in the sun. The activities of movements were going through certain activities, walking, climbing, visiting, flying, cleanliness of the body/mopping up activities, hanging on to the wire, and whistling. The ingested actions cover food consuming, drinking, defecation, and urinate. The analysis showed that frequency averages the movement’s behaviour about 472 times with activities average 67 times/ head/day, whereas average relative frequency about 8.2%. Frequency averages behaviour of bird ingested are 344 times with activities average 49.2 times/head/day, and average relative frequency about 6.1%. Frequency averages motionless behaviour were around 340 times with activities average 49 times/head/day and average relative frequency about 6%.</p><p> </p><p><strong>Abstrak</strong></p><p>Burung beo Alor (Gracula religiosa mertensi Rensch 1928), merupakan salah satu sumber Daya alam Nusa Tenggara Timur. Burung ini mempunyai nilai ekonomi yang penting bagi masyarakat lokal. Namun populasinya telah menurun, sehingga saat ini sulit ditemukan di habitat alamnya. Oleh karena itu, pelestariannya perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku burung beo Alor di penangkaran guna menentukan sistem penangkaran yang sesuai dengan program konservasi ex situ. Pengamatan menggunakan empat ekor burung beo Alor. Hasil pengamatan menunjukkan burung beo Alor di penangkaran Oilsonbai memiliki 13 macam aktivitas harian yang digolongkan ke dalam tiga perilaku utama, yaitu perilaku diam, bergerak, dan ingestif. Perilaku diam adalah istirahat, stasioner, berjemur. Perilaku bergerak adalah jalan, memanjat, mendatangi, terbang, membersihkan diri, menggelantung, dan bersuara. Perilaku ingestif adalah makan, minum, defekasi, dan urinasi. Hasil analisis menunjukkan rata-rata frekuensi pada perilaku bergerak adalah 472 kali dengan rata-rata aktivitas 67 kali/ekor/hari, dan rata-rata frekuensi relatif 8,2%. Rata-rata frekuensi pada perilaku ingestif adalah 344 kali dengan rata-rata aktivitas 49 kali/ekor/hari, dan frekuensi relatif 6,1%. Rata-rata frekuensi perilaku diam adalah 340 kali dengan rata-rata aktivitas 49 kali/ekor/hari, dan frekuensi relatif 6%.</p>
Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Title: Perilaku Burung Beo Alor di Penangkaran Oilsonbai, Nusa Tenggara Timur
Description:
<p>Myna bird (Gracula religiosa mertensi Rensch 1928) is one of the natural resources richness of the Alor Island in East Nusa Tenggara.
The bird has an important source of economic values of the local people.
However, the bird population rapidly decreases each year.
Today, the bird is hardly found in the native habitat.
Therefore, the conservations of the bird and its habitat are highly needed.
The objective of this study was to determine the behaviour of Alor’s Myna in captivity breeding of Oilsonbai, East Nusa Tenggara, and to establish the breeding system in line with the ex situ conservation program.
The study was using four birds.
The daily behaviour of bird is the main parameter concerned in this study.
The results showed that there were identified 13 daily activities of the Myna, and can be classified into three main behaviours.
The main bird behaviours were motionless, movements, and ingested.
The motionless behaviours include rest, stationary, and action of drying in the sun.
The activities of movements were going through certain activities, walking, climbing, visiting, flying, cleanliness of the body/mopping up activities, hanging on to the wire, and whistling.
The ingested actions cover food consuming, drinking, defecation, and urinate.
The analysis showed that frequency averages the movement’s behaviour about 472 times with activities average 67 times/ head/day, whereas average relative frequency about 8.
2%.
Frequency averages behaviour of bird ingested are 344 times with activities average 49.
2 times/head/day, and average relative frequency about 6.
1%.
Frequency averages motionless behaviour were around 340 times with activities average 49 times/head/day and average relative frequency about 6%.
</p><p> </p><p><strong>Abstrak</strong></p><p>Burung beo Alor (Gracula religiosa mertensi Rensch 1928), merupakan salah satu sumber Daya alam Nusa Tenggara Timur.
Burung ini mempunyai nilai ekonomi yang penting bagi masyarakat lokal.
Namun populasinya telah menurun, sehingga saat ini sulit ditemukan di habitat alamnya.
Oleh karena itu, pelestariannya perlu dilakukan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku burung beo Alor di penangkaran guna menentukan sistem penangkaran yang sesuai dengan program konservasi ex situ.
Pengamatan menggunakan empat ekor burung beo Alor.
Hasil pengamatan menunjukkan burung beo Alor di penangkaran Oilsonbai memiliki 13 macam aktivitas harian yang digolongkan ke dalam tiga perilaku utama, yaitu perilaku diam, bergerak, dan ingestif.
Perilaku diam adalah istirahat, stasioner, berjemur.
Perilaku bergerak adalah jalan, memanjat, mendatangi, terbang, membersihkan diri, menggelantung, dan bersuara.
Perilaku ingestif adalah makan, minum, defekasi, dan urinasi.
Hasil analisis menunjukkan rata-rata frekuensi pada perilaku bergerak adalah 472 kali dengan rata-rata aktivitas 67 kali/ekor/hari, dan rata-rata frekuensi relatif 8,2%.
Rata-rata frekuensi pada perilaku ingestif adalah 344 kali dengan rata-rata aktivitas 49 kali/ekor/hari, dan frekuensi relatif 6,1%.
Rata-rata frekuensi perilaku diam adalah 340 kali dengan rata-rata aktivitas 49 kali/ekor/hari, dan frekuensi relatif 6%.
</p>.

Related Results

Chemical composition and antimicrobial activity of leaf and bark essential oils of Apodocephala pauciflora Baker (Asteraceae)
Chemical composition and antimicrobial activity of leaf and bark essential oils of Apodocephala pauciflora Baker (Asteraceae)
The present work aims to study the chemical composition and the antimicrobial and toxicological properties of the essential oils (EOs) of Apodocephala pauciflora leaves (LEO) and s...
Effect of Bamboo Essential Oil on the Oxidative Stability, Microbial Attributes and Sensory Quality of Chicken Meatballs
Effect of Bamboo Essential Oil on the Oxidative Stability, Microbial Attributes and Sensory Quality of Chicken Meatballs
This study explores the efficacy of bamboo essential oil (BEO) incorporated at 15 ppm (T1, BEO-I) and 30 ppm (T2, BEO-II) on the overall physicochemical and oxidative stability, mi...
Perbandingan Populasi Dan Produktivitas Sarang Burung Walet Antara Gedung Penangkaran Tradisional Dan Modern
Perbandingan Populasi Dan Produktivitas Sarang Burung Walet Antara Gedung Penangkaran Tradisional Dan Modern
  Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan populasi dan produktivitas sarang burung walet antara gedung penangkaran tradisional dan gedung penangkaran modern di lokas...
BIODIVERSITAS BURUNG AIR DI PESISIR PANTAI SOCOREJO, KECAMATAN JENU, KABUPATEN TUBAN, JAWA TIMUR
BIODIVERSITAS BURUNG AIR DI PESISIR PANTAI SOCOREJO, KECAMATAN JENU, KABUPATEN TUBAN, JAWA TIMUR
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman burung air yang ada di sepanjang pantai Socorejo dan status perlindungannya sebagai dasar upaya perencanaan pengelolaan...
Béo phì ở bệnh nhân lọc máu định kỳ
Béo phì ở bệnh nhân lọc máu định kỳ
Béo phì ngày càng gia tăng và trở thành vấn đề sức khỏe toàn cầu. Tại Việt Nam, tần suất thừa cân, béo phì trên người lớn ở Việt Nam tăng nhanh trong hai thập kỷ gần đây. Việc gia ...
PELATIHAN PEMBUATAN PINTU OTOMATIS PADA PINTU MASUK BURUNG WALET UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING GENERASI MILENIAL DI DUNIA KERJA
PELATIHAN PEMBUATAN PINTU OTOMATIS PADA PINTU MASUK BURUNG WALET UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING GENERASI MILENIAL DI DUNIA KERJA
Pintu otomatis pada lubang masuk burung walet dapat digunakan sebagai penangkal burung hantu yang memangsa burung walet. Pintu otomatis ini didesain untuk membuka pada saat burung ...
Identifikasi Spesies Burung di Kawasan Taman Hutan Raya Bukit Sari Provinsi Jambi
Identifikasi Spesies Burung di Kawasan Taman Hutan Raya Bukit Sari Provinsi Jambi
ABSTRACT The diversity of bird species in an area can reflect the integrity of the ecosystem and the biodiversity found within it. The existence of a bird in a habitat is very impo...
PERILAKU HARIAN BURUNG MERAK HIJAU (Pavo muticus) DI BONTOMARANNU EDUCATION PARK
PERILAKU HARIAN BURUNG MERAK HIJAU (Pavo muticus) DI BONTOMARANNU EDUCATION PARK
Burung merak merupakan salah satu burung yang memiliki bulu tercantik karena memiliki bulu penutup ekor yang sangat indah menjadi daya tariknya tersendiri. Bulu penutup ekor hanya ...

Back to Top