Javascript must be enabled to continue!
JEJAK BUDAYA AUSTRONESIA DI KAWASAN PERKEBUNAN PENINGGALAN ZAMAN HINDIA BELANDA
View through CrossRef
Perkebunan peninggalan zaman Hindia Belanda banyak ditemui di wilayah Jawa Barat. Kawasan perkebunan memiliki jejak budaya akibat kolonisasi orang-orang Barat di Hindia Belanda. Kolonisasi sekelompok manusia ke wilayah baru yang sudah berpenghuni, mengakibatkan interaksi budaya. Budaya lokal mengalami perkembangan dengan sentuhan budaya pendatang. Sebelum kedatangan bangsa Barat telah terjadi intrusi budaya di kepulauan Nusantara yang dibawa oleh masyarakat penutur bahasa Austronesia. Ada tiga jenis intrusi budaya, yaitu budidaya tanaman, tata kelola air, dan pola pemukiman menetap. Dalam tulisan ini hanya dua jenis intrusi budaya yang dibahas, yaitu budaya tanaman dan tata kelola air. Kedua instrusi budaya tersebut telah mengalami pembaruan dengan masuknya unsur budaya modern Barat, yang dibawa para koloni Eropa. Pembaruan budaya dari budaya tradisional (Austronesia) dan budaya Modern (Barat) menghasilkan budaya baru dengan pola baru hasil adaptasi, evolusi, dan interaksi budaya.
Title: JEJAK BUDAYA AUSTRONESIA DI KAWASAN PERKEBUNAN PENINGGALAN ZAMAN HINDIA BELANDA
Description:
Perkebunan peninggalan zaman Hindia Belanda banyak ditemui di wilayah Jawa Barat.
Kawasan perkebunan memiliki jejak budaya akibat kolonisasi orang-orang Barat di Hindia Belanda.
Kolonisasi sekelompok manusia ke wilayah baru yang sudah berpenghuni, mengakibatkan interaksi budaya.
Budaya lokal mengalami perkembangan dengan sentuhan budaya pendatang.
Sebelum kedatangan bangsa Barat telah terjadi intrusi budaya di kepulauan Nusantara yang dibawa oleh masyarakat penutur bahasa Austronesia.
Ada tiga jenis intrusi budaya, yaitu budidaya tanaman, tata kelola air, dan pola pemukiman menetap.
Dalam tulisan ini hanya dua jenis intrusi budaya yang dibahas, yaitu budaya tanaman dan tata kelola air.
Kedua instrusi budaya tersebut telah mengalami pembaruan dengan masuknya unsur budaya modern Barat, yang dibawa para koloni Eropa.
Pembaruan budaya dari budaya tradisional (Austronesia) dan budaya Modern (Barat) menghasilkan budaya baru dengan pola baru hasil adaptasi, evolusi, dan interaksi budaya.
Related Results
CORRESPONDENCE OF THE PROTO-AUSTRONESIAN CONSONANT PHONEMES IN TOBA BATAK LANGUAGE
CORRESPONDENCE OF THE PROTO-AUSTRONESIAN CONSONANT PHONEMES IN TOBA BATAK LANGUAGE
Abstrak—Bahasa Proto Austronesia merupakan nama sebuah rumpun bahasa yang mendiami wilayah daratan Asia Tenggara. Bahasa Batak merupakan bahasa yang digunakan oleh penutur asli bah...
Kedudukan dan Kewenangan Balai Harta Peninggalan dalam Pengelolaan Harta Peninggalan Tak Terurus
Kedudukan dan Kewenangan Balai Harta Peninggalan dalam Pengelolaan Harta Peninggalan Tak Terurus
Berdasarkan Pasal 1127 KUHPerdata Balai Harta Peninggalan ditugaskan menjalankan pengurusan atas setiap warisan yang tak terurus selama 30 tahun/ lebih, setelah melakukan pengelola...
Identifikasi Bangunan-Bangunan Peninggalan Sejarah Masa Kolonial Belanda di Pesisir Timur Aceh
Identifikasi Bangunan-Bangunan Peninggalan Sejarah Masa Kolonial Belanda di Pesisir Timur Aceh
The Dutch colonial presence in the eastern coastal region of Aceh had a significant influence on infrastructure development and cultural changes in the area. The buildings left ove...
SEJARAH PERKEMBANGAN PENDIDIKAN DI PRIANGAN 1900-1942
SEJARAH PERKEMBANGAN PENDIDIKAN DI PRIANGAN 1900-1942
Kebijakan pemerintah kolonial di Hindia Belanda (Indonesia) ketika memasuki awal abad ke-20 berubah. Diawali dengan kebijakan konservatif (kebijakan pemerintah kolonial sebelum tah...
SIKAP INDONESIA TERHADAP PERJANJIAN INTERNASIONAL YANG DIBUAT PEMERINTAH BELANDA
SIKAP INDONESIA TERHADAP PERJANJIAN INTERNASIONAL YANG DIBUAT PEMERINTAH BELANDA
Untuk meneliti kedudukan dari perjanjian-perjanjian Internasional yang dibuat Pemerintah Belanda dan dinyatakan juga berlaku bagi wilayah Hindia Belanda dan sikap Indonesia terhada...
Pemetaan Kawasan Kumuh Menggunakan Metode AHP dan GIS di Kota Tanjungbalai
Pemetaan Kawasan Kumuh Menggunakan Metode AHP dan GIS di Kota Tanjungbalai
Kawasan kumuh yang terjadi di Kota Tanjungbalai dikarenakan salah satunya kurangnya kesadaran masyarakat di Kota Tanjungbalai sehingga sampai saat ini masih banyak lingkungan yang ...
Problematik Hukum dan Perlindungan Hak Masyarakat dalam Penggunaan Kawasan Hutan untuk Kegiatan Perkebunan
Problematik Hukum dan Perlindungan Hak Masyarakat dalam Penggunaan Kawasan Hutan untuk Kegiatan Perkebunan
ABSTRAK
Hubungan masyarakat dengan kawasan hutan telah terjalin begitu erat. Sayangnya hubungan ini belum didukung dengan tata kelola pemanfaatan dan penggunaan kawasan hutan yang ...
BUDAYA AUSTRONESIA Dl KAWASAN DANAU SENTANI (Austroneslan Culture In the Sentani Lake Area)
BUDAYA AUSTRONESIA Dl KAWASAN DANAU SENTANI (Austroneslan Culture In the Sentani Lake Area)
Pottery artifacts distribution and language show that Austroneslan speakers mostly settle, do activity, and interact with indigenous Papua In the coastal. Sentani Lake area is loca...

