Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Program Studi Kesehatan dan Nonkesehatan Mahasiswi terhadap Pengetahuan dan Penggunaan Jamu sebagai Pereda Dismenorea

View through CrossRef
Jamu kunyit asam mengandung kurkumin yang berfungsi sebagai analgesik, antipiretik, dan antiinflamasi yang bisa digunakan untuk mengurangi rasa nyeri pada saat dismenorea. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program studi kesehatan dan nonkesehatan terhadap pengetahuan dan penggunaan jamu sebagai pereda dismenorea pada mahasiswi Universitas Airlangga. Metode penelitian menggunakan desain observasional cross-sectional dengan teknik pengambilan sampel yaitu accidental sampling. Instrumen pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Jumlah responden 200 (100 kesehatan dan 100 nonkesehatan) mahasiswi S1 dari program studi kesehatan dan nonkesehatan. Survei dalam penelitian ini digunakan untuk mengumpulkan data mengenai pengetahuan tentang jamu dan  penggunaannya saat mengalami dismenorea. Dari penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna mengenai pengetahuan jamu sebagai pereda dismenorea pada mahasiswi program studi kesehatan dan nonkesehatan dengan p value 0,002. Namun, data dari penggunaan jamu sebagai pereda dismenorea menunjukkan mahasiswi program studi kesehatan dan nonkesehatan tidak memiliki perbedaan yang bermakna (p value 0,101). Kesimpulannya, mahasiswi dari bidang studi kesehatan memiliki tingkat pengetahuan tentang jamu yang lebih baik dibandingkan dengan mahasiswi dari bidang nonkesehatan. Namun, tidak ada pengaruh signifikan perbedaan bidang studi kesehatan dan nonkesehatan terhadap penggunaan jamu sebagai pereda dismenorea.
Title: Pengaruh Program Studi Kesehatan dan Nonkesehatan Mahasiswi terhadap Pengetahuan dan Penggunaan Jamu sebagai Pereda Dismenorea
Description:
Jamu kunyit asam mengandung kurkumin yang berfungsi sebagai analgesik, antipiretik, dan antiinflamasi yang bisa digunakan untuk mengurangi rasa nyeri pada saat dismenorea.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program studi kesehatan dan nonkesehatan terhadap pengetahuan dan penggunaan jamu sebagai pereda dismenorea pada mahasiswi Universitas Airlangga.
Metode penelitian menggunakan desain observasional cross-sectional dengan teknik pengambilan sampel yaitu accidental sampling.
Instrumen pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner.
Jumlah responden 200 (100 kesehatan dan 100 nonkesehatan) mahasiswi S1 dari program studi kesehatan dan nonkesehatan.
Survei dalam penelitian ini digunakan untuk mengumpulkan data mengenai pengetahuan tentang jamu dan  penggunaannya saat mengalami dismenorea.
Dari penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna mengenai pengetahuan jamu sebagai pereda dismenorea pada mahasiswi program studi kesehatan dan nonkesehatan dengan p value 0,002.
Namun, data dari penggunaan jamu sebagai pereda dismenorea menunjukkan mahasiswi program studi kesehatan dan nonkesehatan tidak memiliki perbedaan yang bermakna (p value 0,101).
Kesimpulannya, mahasiswi dari bidang studi kesehatan memiliki tingkat pengetahuan tentang jamu yang lebih baik dibandingkan dengan mahasiswi dari bidang nonkesehatan.
Namun, tidak ada pengaruh signifikan perbedaan bidang studi kesehatan dan nonkesehatan terhadap penggunaan jamu sebagai pereda dismenorea.

Related Results

GAMBARAN TINGKAT KEPARAHAN DISMENOREA PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
GAMBARAN TINGKAT KEPARAHAN DISMENOREA PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
Dismenorea merupakan salah satu masalah menstruasi yang sering terjadi pada wanita. Dismenorea terjadi akibat kelebihan produksi prostaglandin yang menyebabkan peningkatan kontrakt...
Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Dismenorea dengan Perilaku Penanganan Dismenorea pada Mahasiswi FK UMI Makassar Angkatan 2013
Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Dismenorea dengan Perilaku Penanganan Dismenorea pada Mahasiswi FK UMI Makassar Angkatan 2013
Dismenorea merupakan nyeri perut bagian bawah yang terkadang rasa nyeri tersebut meluas hingga ke pinggang, punggung bagian bawah dan paha. Angka kejadian dismenorea di dunia sanga...
RESPON NYERI DISMENOREA BERDASARKAN KARAKTERISTIK REMAJA PUTRI
RESPON NYERI DISMENOREA BERDASARKAN KARAKTERISTIK REMAJA PUTRI
Salah satu ketidaknyamanan fisik saat menstruasi yaitu dismenorea, dimana bisa menyebabkan penderita harus istirahat dan meninggalkan pekerjaan sehari-hari, untuk beberapa jam atau...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP SWAMEDIKASI DISMENOREA PADA MAHASISWA STRATA-1 DI SURAKARTA
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP SWAMEDIKASI DISMENOREA PADA MAHASISWA STRATA-1 DI SURAKARTA
Swamedikasi adalah upaya seseorang  mengatasi penyakit tanpa berkonsultasi kepada dokter. Swamedikasi dapat menjadi pilihan untuk mengatasi penyakit ringan, seperti dismenorea prim...
Hubungan Tingkat Stres dan Status Anemia dengan Dismenorea Primer Pada Siswi Kelas XII di SMAN 1 Nganjuk
Hubungan Tingkat Stres dan Status Anemia dengan Dismenorea Primer Pada Siswi Kelas XII di SMAN 1 Nganjuk
ABSTRAKLatar belakang: Dismenorea primer banyak ditemui pada wanita usia sekitar 17-24 tahun dan masih menjadi permasalahan yang dikeluhkan bagi remaja putri karena dapat menyebabk...
Terapi Musik Mozart terhadap Dismenorea Primer pada Remaja Putri di Jawa Barat
Terapi Musik Mozart terhadap Dismenorea Primer pada Remaja Putri di Jawa Barat
ABSTRAKMasalah yang paling sering ditemui ketika perempuan sedang mentruasi yaitu nyeri menstruasi atau dismenorea. Dismenorea dilaporkan lebih sering terjadi pada remaja putri. Me...

Back to Top