Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas 8

View through CrossRef
Abstract. This research is motivated by the varying learning needs of students. Differentiated instruction is one way for teachers to meet the needs of each student because the teaching process can be adapted to students' interests and talent. Based on this phenomenon, the research questions are formulated as follows: (1) How is the planning of differentiated instruction in the Merdeka Curriculum for Islamic Education for 8th-grade at SMPN 26 Bandung? (2) How is the implementation of differentiated instruction in the Merdeka Curriculum for Islamic Education for 8th-grade at SMPN 26 Bandung? (3) How is the evaluation of differentiated instruction in the Merdeka Curriculum for Islamic Education for 8th-grade at SMPN 26 Bandung? (4) What are the supporting and inhibiting factors of differentiated for Islamic Education for 8th-grade at SMPN 26 Bandung? This study uses a qualitative approach with a descriptive method, and the data collection techniques include interviews, observations, and documentation. Based on the research findings and discussion the conclusions are: 1. The planning of differentiated instruction includes ATP, CP, RPP, modules, teaching methods, and supporting learning tools. 2. The implementation of differentiated instruction is done by providing support through various learning resources. 3. The evaluation of PAI learning not only assesses the learning outcomes but also evaluates students' knowledge and attitudes on a daily basis. 4. Supporting factors include support from the school and parents. Inhibiting factors include the teacher's limited ability to engage all students in the learning process. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan kebutuhan belajar siswa. Pembelajaran diferensiasi merupakan salah satu cara guru untuk memenuhi kebutuhan setiap siswa karena proses pengajaran dapat disesuaikan dengan minat siswa. Berdasarkan fenomena tersebut, rumusan masalah penelitian adalah sebagai berikut: (1) Bagaimana perencanaan pembelajaran diferensiasi dalam Kurikulum Merdeka untuk Pendidikan Agama Islam kelas VIII di SMPN 26 Bandung? (2) Bagaimana pelaksanaan pembelajaran diferensiasi dalam Kurikulum Merdeka untuk Pendidikan Agama Islam kelas VIII di SMPN 26 Bandung? (3) Bagaimana evaluasi pembelajaran diferensiasi dalam Kurikulum Merdeka untuk Pendidikan Agama Islam kelas VIII di SMPN 26 Bandung? (4) Apa saja faktor pendukung dan penghambat pembelajaran diferensiasi untuk Pendidikan Agama Islam kelas VIII di SMPN 26 Bandung? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, serta teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Perencanaan pembelajaran diferensiasi meliputi ATP, CP, RPP, modul, metode pembelajaran, dan alat peraga pendukung. 2. Pelaksanaan pembelajaran diferensiasi dilakukan dengan memberikan dukungan melalui berbagai sumber belajar. 3. Evaluasi pembelajaran PAI tidak hanya menilai hasil belajar, tetapi juga menilai pengetahuan dan sikap siswa secara harian. 4. Faktor pendukung meliputi dukungan dari sekolah dan orang tua. Faktor penghambat meliputi keterbatasan kemampuan guru dalam melibatkan semua siswa dalam proses pembelajaran.
Title: Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas 8
Description:
Abstract.
This research is motivated by the varying learning needs of students.
Differentiated instruction is one way for teachers to meet the needs of each student because the teaching process can be adapted to students' interests and talent.
Based on this phenomenon, the research questions are formulated as follows: (1) How is the planning of differentiated instruction in the Merdeka Curriculum for Islamic Education for 8th-grade at SMPN 26 Bandung? (2) How is the implementation of differentiated instruction in the Merdeka Curriculum for Islamic Education for 8th-grade at SMPN 26 Bandung? (3) How is the evaluation of differentiated instruction in the Merdeka Curriculum for Islamic Education for 8th-grade at SMPN 26 Bandung? (4) What are the supporting and inhibiting factors of differentiated for Islamic Education for 8th-grade at SMPN 26 Bandung? This study uses a qualitative approach with a descriptive method, and the data collection techniques include interviews, observations, and documentation.
Based on the research findings and discussion the conclusions are: 1.
The planning of differentiated instruction includes ATP, CP, RPP, modules, teaching methods, and supporting learning tools.
2.
The implementation of differentiated instruction is done by providing support through various learning resources.
3.
The evaluation of PAI learning not only assesses the learning outcomes but also evaluates students' knowledge and attitudes on a daily basis.
4.
Supporting factors include support from the school and parents.
Inhibiting factors include the teacher's limited ability to engage all students in the learning process.
Abstrak.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan kebutuhan belajar siswa.
Pembelajaran diferensiasi merupakan salah satu cara guru untuk memenuhi kebutuhan setiap siswa karena proses pengajaran dapat disesuaikan dengan minat siswa.
Berdasarkan fenomena tersebut, rumusan masalah penelitian adalah sebagai berikut: (1) Bagaimana perencanaan pembelajaran diferensiasi dalam Kurikulum Merdeka untuk Pendidikan Agama Islam kelas VIII di SMPN 26 Bandung? (2) Bagaimana pelaksanaan pembelajaran diferensiasi dalam Kurikulum Merdeka untuk Pendidikan Agama Islam kelas VIII di SMPN 26 Bandung? (3) Bagaimana evaluasi pembelajaran diferensiasi dalam Kurikulum Merdeka untuk Pendidikan Agama Islam kelas VIII di SMPN 26 Bandung? (4) Apa saja faktor pendukung dan penghambat pembelajaran diferensiasi untuk Pendidikan Agama Islam kelas VIII di SMPN 26 Bandung? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, serta teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan sebagai berikut: 1.
Perencanaan pembelajaran diferensiasi meliputi ATP, CP, RPP, modul, metode pembelajaran, dan alat peraga pendukung.
2.
Pelaksanaan pembelajaran diferensiasi dilakukan dengan memberikan dukungan melalui berbagai sumber belajar.
3.
Evaluasi pembelajaran PAI tidak hanya menilai hasil belajar, tetapi juga menilai pengetahuan dan sikap siswa secara harian.
4.
Faktor pendukung meliputi dukungan dari sekolah dan orang tua.
Faktor penghambat meliputi keterbatasan kemampuan guru dalam melibatkan semua siswa dalam proses pembelajaran.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Implementasi Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran IPAS di SDN Sumberdodol 1 Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan
Implementasi Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran IPAS di SDN Sumberdodol 1 Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan perencanaan kurikulum merdeka pada mata pelajaran IPAS Kelas IV di SDN Sumberdodol 1 Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan. (2) Men...
Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam
Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam
Abstrak- Dalam rangka pemulihan pembelajaran pascapandemi, Kemendikbud secara resmi telah menerapkan kurikulum terbaru bertajuk merdeka belajar yang mulai di laksanakan pada tahun ...
IMPLEMENTASI KURIKULUM DARURAT PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI DI SMA NEGERI 3 DENPASAR
IMPLEMENTASI KURIKULUM DARURAT PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI DI SMA NEGERI 3 DENPASAR
Kurikulum Darurat merupakan kurikulum yang telah diterapkan di SMA Negeri 3 Denpasar, suatu kembangan Kurikulum Nasional 2013 di tengah pandemi COVID-19 sehingga sebagai suatu kuri...
Edukasi Pembelajaran Berdiferensiasi pada Kurikulum Merdeka di SDN Telaga Biru 1 Banjarmasin
Edukasi Pembelajaran Berdiferensiasi pada Kurikulum Merdeka di SDN Telaga Biru 1 Banjarmasin
Implementasi pembelajaran berdiferensiasi pada Kurikulum Merdeka di SDN Telaga Biru 1 Banjarmasin masih memiliki kendala yaitu minimnya pengetahuan guru tentang pembelajaran berdif...
Analisis Kurikulum Merdeka Dalam Satuan Pendidikan Anak Usia Dini
Analisis Kurikulum Merdeka Dalam Satuan Pendidikan Anak Usia Dini
Analisis Belajar Mandiri Kurikulum Merdeka Untuk Pendidikan Anak Usia Dini. Jenjang satuan pendidikan termasuk PAUD sudah mulai mencerminkan kebebeasan kurikulum merdeka.. Kurikulu...
EVALUASI KURIKULUM MERDEKA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
EVALUASI KURIKULUM MERDEKA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
Kurikulum merupakan “ruh” Pendidikan yang harus dievaluasi secara inovatif, dinamis, dan berkala sesuai dengan berkembangan zaman dan IPTEKS, kompetensi yang diperlukan masyarakat ...
Implementasi Kebijakan Kurikulum Merdeka Di Sd Negeri Tingkir Lor 2 Kota Salatiga
Implementasi Kebijakan Kurikulum Merdeka Di Sd Negeri Tingkir Lor 2 Kota Salatiga
Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui komunikasi implementasi Kurikulum merdeka,  (2) untuk mengetahui sumber daya implementasi Kurikulum merdeka, (3) untuk mengetahui disp...

Back to Top