Javascript must be enabled to continue!
INDEKSIKALITAS JAJA UPAKARA MASYARAKAT ETNIS BALI DI LOMBOK BARAT
View through CrossRef
Penelitian ini mengkaji praktik budaya pangan dalam upakara masyarakat etnis Bali di wilayah diaspora Lombok Barat, dengan fokus pada fungsi indeksikalitas jaja upakara sebagai penanda identitas budaya. Etnis Bali Lombok di Lombok Barat (EB-LB) merupakan komunitas imigran yang telah lama bermukim dan membangun interaksi multikultural dengan etnis Sasak sebagai penduduk lokal. Dalam proses adaptasi dan akulturasi budaya, masyarakat EB-LB tetap mempertahankan nilai-nilai leluhur melalui praktik upacara keagamaan, salah satunya penggunaan jaja upakara di banten atau sesajen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi dan fenomenologi, serta menerapkan teori indeksikalitas dan rekonstruksi budaya untuk menelaah simbolisme dan transformasi makna jaja upakara dalam praktik ritual kuliner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaja upakara tidak hanya berfungsi sebagai ritual pangan, tetapi juga sebagai sistem tanda budaya yang merepresentasikan identitas, nilai sosial, serta spiritualitas komunitas EB-LB. Proses rekonstruksi terhadap bentuk dan makna jaja upakara mencerminkan dinamika pewarisan budaya dalam konteks lingkungan multikultural, sekaligus menjadi strategi eksistensial dalam mempertahankan identitas etnis di perantauan.
Title: INDEKSIKALITAS JAJA UPAKARA MASYARAKAT ETNIS BALI DI LOMBOK BARAT
Description:
Penelitian ini mengkaji praktik budaya pangan dalam upakara masyarakat etnis Bali di wilayah diaspora Lombok Barat, dengan fokus pada fungsi indeksikalitas jaja upakara sebagai penanda identitas budaya.
Etnis Bali Lombok di Lombok Barat (EB-LB) merupakan komunitas imigran yang telah lama bermukim dan membangun interaksi multikultural dengan etnis Sasak sebagai penduduk lokal.
Dalam proses adaptasi dan akulturasi budaya, masyarakat EB-LB tetap mempertahankan nilai-nilai leluhur melalui praktik upacara keagamaan, salah satunya penggunaan jaja upakara di banten atau sesajen.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi dan fenomenologi, serta menerapkan teori indeksikalitas dan rekonstruksi budaya untuk menelaah simbolisme dan transformasi makna jaja upakara dalam praktik ritual kuliner.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaja upakara tidak hanya berfungsi sebagai ritual pangan, tetapi juga sebagai sistem tanda budaya yang merepresentasikan identitas, nilai sosial, serta spiritualitas komunitas EB-LB.
Proses rekonstruksi terhadap bentuk dan makna jaja upakara mencerminkan dinamika pewarisan budaya dalam konteks lingkungan multikultural, sekaligus menjadi strategi eksistensial dalam mempertahankan identitas etnis di perantauan.
Related Results
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Stasiun Bali merupakan salah stasiun televisi lokal milik pemerintah Republik Indonesia yang dekat dengan budaya masyarakat setempat. Selain pen...
ALLELE FREQUENCY, HETEROZIGOSITY, AND ALLELE MIGRATION IN JAVANESE AND MADURESE POPULATION IN MALANG AND MADURA, EAST JAVA INDONESIA
ALLELE FREQUENCY, HETEROZIGOSITY, AND ALLELE MIGRATION IN JAVANESE AND MADURESE POPULATION IN MALANG AND MADURA, EAST JAVA INDONESIA
FREKUENSI ALEL, HETEROZIGOSITAS DAN MIGRASI ALEL PADA POPULASI ETNIS JAWA DAN MADURA DI MALANG DAN MADURA, JAWA TIMUR, INDONESA ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menentukan fr...
Strategi Pengembangan Wisata Halal di Pulau Lombok
Strategi Pengembangan Wisata Halal di Pulau Lombok
Abstract. One Thesis Title : Development of Halal Tourism Strategy on Lombok Island Lombok Island is one of the islands in West Nusa Tenggara Province which has a variety of superi...
Peningkatan Usaha Tedung Bali untuk Perangkat Upacara Yadnya di Mengwi Badung
Peningkatan Usaha Tedung Bali untuk Perangkat Upacara Yadnya di Mengwi Badung
Adat, budaya, tradisi, dan upakara keagamaannya merupakan beberapa ciri khas yang membuat masyarakat Hindu Bali dikenal. Diperlukan berbagai bentuk dan jenis produk sarana upakara ...
Kontrak Konservasi Sebagai Dasar Kesepakatan Desa Penyangga Wisata Alam Taman Nasional Bali Barat
Kontrak Konservasi Sebagai Dasar Kesepakatan Desa Penyangga Wisata Alam Taman Nasional Bali Barat
Pelestarian lingkungan kawasan wisata alam oleh Kesatuan Pelestarian Hutan Konservasi Taman Nasional Bali Barat saat ini telah dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak (mitra), s...
KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA PERNIKAHAN PASANGAN BEDA ETNIS
KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA PERNIKAHAN PASANGAN BEDA ETNIS
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui Komunikasi Lintas Budaya Pernikahan Pasangan Beda Etnis di Kabupaten Karawang. Penelitian ini dilaksanakan di Karawang pada pasan...
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ETNIS DAYAK DENGAN ETNIS JAWA UNTUK MELAKUKAN PERKAWINAN CAMPURAN
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ETNIS DAYAK DENGAN ETNIS JAWA UNTUK MELAKUKAN PERKAWINAN CAMPURAN
<p align="center"><strong>Abstrak</strong></p><p>Latar belakang masalah penelitian ini adalah masuknya etnis Jawa melaui program transmigrasi. Hal ini...
Analisis Paribasa Bali Pada Siaran Pan Balang Tamak Radio Nuansa Giri 91,2 Fm
Analisis Paribasa Bali Pada Siaran Pan Balang Tamak Radio Nuansa Giri 91,2 Fm
Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mendeskripsikan 1) bentuk Paribasa Bali baru penyiar Pan Balang Tamak radio Nuansa Giri 91,2 FM, 2) hubungan paribasa Bali di penyiar Pan ...

