Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Ajaran Agama Buddha Mahayana Dalam Kakawin Kuñjarakarna

View through CrossRef
Penelitian ini mengkaji bagaimana ajaran Agama Buddha Mahayana disampaikan secara praktis melalui Kakawin Kunjarakarna, sebuah karya sastra Jawa Kuna dari lingkungan budaya Majapahit. Kakawin tersebut mengisahkan perjalanan spiritual seorang yaksa bernama Kunjarakarna yang takut mengalami kelahiran kembali yang buruk. Ia mencari bimbingan Buddha Wairocana dan diperlihatkan gambaran neraka serta akibat moral dari perbuatan bajik dan tidak bajik. Dengan demikian, teks ini berfungsi sebagai media pengajaran moral yang langsung. Penelitian ini bertujuan: (1) mengidentifikasi nilai-nilai utama ajaran Mahayana dalam Kakawin Kunjarakarna termasuk welas asih (karuṇā), cita-cita bodhisattva, hukum karma, dan transformasi batin serta (2) menjelaskan relevansi nilai-nilai tersebut bagi pendidikan karakter Buddhis di Indonesia masa kini. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan analisis isi (content analysis), membandingkan isi kakawin dengan kajian Buddhisme Mahayana dan studi sastra Jawa Kuna. Hasil penelitian menunjukkan tiga hal utama. Pertama, Kunjarakarna digambarkan sebagai sosok yang berupaya memperbaiki diri secara moral dan menumbuhkan belas kasih, sejalan dengan jalan bodhisattva. Kedua, gambaran neraka dan konsekuensi karma digunakan sebagai strategi pendidikan etika sosial, bukan sekadar ancaman religius. Ketiga, kakawin ini menyampaikan pedoman etika sosial-politik perilaku moral individu dilihat sebagai dasar harmoni masyarakat. Dengan demikian, Kakawin Kunjarakarna dapat dibaca sebagai model pendidikan karakter Buddhis berbasis budaya Nusantara yang relevan untuk pembelajaran Agama Buddha di sekolah.
Title: Ajaran Agama Buddha Mahayana Dalam Kakawin Kuñjarakarna
Description:
Penelitian ini mengkaji bagaimana ajaran Agama Buddha Mahayana disampaikan secara praktis melalui Kakawin Kunjarakarna, sebuah karya sastra Jawa Kuna dari lingkungan budaya Majapahit.
Kakawin tersebut mengisahkan perjalanan spiritual seorang yaksa bernama Kunjarakarna yang takut mengalami kelahiran kembali yang buruk.
Ia mencari bimbingan Buddha Wairocana dan diperlihatkan gambaran neraka serta akibat moral dari perbuatan bajik dan tidak bajik.
Dengan demikian, teks ini berfungsi sebagai media pengajaran moral yang langsung.
Penelitian ini bertujuan: (1) mengidentifikasi nilai-nilai utama ajaran Mahayana dalam Kakawin Kunjarakarna termasuk welas asih (karuṇā), cita-cita bodhisattva, hukum karma, dan transformasi batin serta (2) menjelaskan relevansi nilai-nilai tersebut bagi pendidikan karakter Buddhis di Indonesia masa kini.
Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan analisis isi (content analysis), membandingkan isi kakawin dengan kajian Buddhisme Mahayana dan studi sastra Jawa Kuna.
Hasil penelitian menunjukkan tiga hal utama.
Pertama, Kunjarakarna digambarkan sebagai sosok yang berupaya memperbaiki diri secara moral dan menumbuhkan belas kasih, sejalan dengan jalan bodhisattva.
Kedua, gambaran neraka dan konsekuensi karma digunakan sebagai strategi pendidikan etika sosial, bukan sekadar ancaman religius.
Ketiga, kakawin ini menyampaikan pedoman etika sosial-politik perilaku moral individu dilihat sebagai dasar harmoni masyarakat.
Dengan demikian, Kakawin Kunjarakarna dapat dibaca sebagai model pendidikan karakter Buddhis berbasis budaya Nusantara yang relevan untuk pembelajaran Agama Buddha di sekolah.

Related Results

Dari Guru-Laghu ke Pedhotan: Upaya Menafsirkan Perubahan Metrum Kakawin Menjadi Sekar Ageng
Dari Guru-Laghu ke Pedhotan: Upaya Menafsirkan Perubahan Metrum Kakawin Menjadi Sekar Ageng
Sekar ageng or kawi miring is a type of Javanese chanted poetry that was popular in the Surakarta-Yogyakarta literature. This type of poetry is a continuation of the kakawin tradit...
ANALISIS NILAI PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM KAKAWIN NITISASTRA
ANALISIS NILAI PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM KAKAWIN NITISASTRA
<p><em>As a creature known as homo sosius, humans have an obligation to always live side by side with others. Man will be able to live as well as possible and can mempu...
Ajaran Agama Hindu Dalam Kakawin Mayaspati
Ajaran Agama Hindu Dalam Kakawin Mayaspati
Kakawin is one of the Old Javanese literary works which is essentially bound by the metrum (guru laghu) which has developed rapidly in Java. After the collapse of the Majapahit Kin...
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KAKAWIN PUTRA SASANA MARTI
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KAKAWIN PUTRA SASANA MARTI
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai pendidikan karakter dalam Kakawin Putra Sasana Marti, sebuah karya sastra klasik Jawa Kuna yang berbentuk lontar dan ditemukan d...
MAKNA SIMBOLIK TUMPENG DALAM SELAMATAN DAN NILAI-NILAI AJARAN BUDDHA PADA MASYARAKAT UMAT BUDDHA DI KULON PROGO
MAKNA SIMBOLIK TUMPENG DALAM SELAMATAN DAN NILAI-NILAI AJARAN BUDDHA PADA MASYARAKAT UMAT BUDDHA DI KULON PROGO
Masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Jawa sampai saat ini masih memegang dan nguri-uri budaya leluhur. Salah satu budaya leluhur yang masih dilestarikan adalah penggunaan tump...
Sejarah Perkembangan Agama Buddha Mahayana di Kabupaten Jepara Pasca Kemerdekaan
Sejarah Perkembangan Agama Buddha Mahayana di Kabupaten Jepara Pasca Kemerdekaan
Mahayana merupakan salah satu sekte agama Buddha yang berkembang di negara Indonesia dan memiliki penganut yang cukup banyak. Mahayana tumbuh dengan baik di kabupaten Jepara yang n...
Peran Guru Rupaka Dalam Menanamkan Ajaran Agama Hindu
Peran Guru Rupaka Dalam Menanamkan Ajaran Agama Hindu
Peranan Guru Rupaka sangat diperlukan dalam proses pembelajaran agama. Selain sebagai pendorong bagi anak dan pemuda dalam pembelajaran agama Hindu, Guru Rupaka merupakan suri tula...
Analisis Nilai dalam Kakawin Aji Palayon
Analisis Nilai dalam Kakawin Aji Palayon
<em><span lang="EN-US">Kakawin is one of the literatures used in Yadnya ceremonies in Bali in particular. In the yadnya ceremony, the activity of developing kakawin acc...

Back to Top