Javascript must be enabled to continue!
Dari Guru-Laghu ke Pedhotan: Upaya Menafsirkan Perubahan Metrum Kakawin Menjadi Sekar Ageng
View through CrossRef
Sekar ageng or kawi miring is a type of Javanese chanted poetry that was popular in the Surakarta-Yogyakarta literature. This type of poetry is a continuation of the kakawin tradition of Old Javanese literature. However, there is a dark gulf between the emergence of the Sekar Ageng and the end of the kakawin tradition in Java. This study seeks to reveal the relationship between kakawin and Sekar Ageng and the transformation of kakawin's poetry prosody into Sekar Ageng. This study adheres to structuralism which departs from the linguistic aspect. Because this study examines the metre of the poetry that should be chanted, in addition to the linguistic element, it is also associated with the musical element. From this research, it can be seen that Sekar Ageng was well known in the era of Mataram Islam and was a continuation of the kakawin tradition. The pedhotan element is closely related to the location of the kakawin long syllables. Kakawin syllables are crystallized in musical aspect and syllabic-melismatic syllables in Sekar Ageng. In terms of sasmitaning tembang, it is influenced by the kakawin tradition as well as macapat.
---
Sekar ageng atau kawi miring adalah jenis puisi Jawa bertembang yang populer di era kesusastraan Surakarta-Yogyakarta. Jenis puisi ini merupakan kelanjutan tradisi kakawin dari kesusastraan Jawa Kuna. Walau begitu, ada suatu jurang gelap antara kemunculan sekar ageng dan akhir tradisi kakawin di Jawa. Penelitian ini berusaha mengungkapkan hubungan antara kakawin dan sekar ageng serta transformasi prosodi puisi kakawin menjadi sekar ageng. Penelitian ini berpegang pada strukturalisme yang bertolak dari aspek kebahasaan. Oleh sebab penelitian ini mengkaji metrum puisi yang bertembang, maka selain unsur kebahasaan juga mengkaitkan dengan unsur musikalnya. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa sekar ageng sudah dikenal di era Mataram Islam dan merupakan kelanjutan tradisi kakawin. Unsur pedhotan terkait erat dengan letak suku kata panjang kakawin. Panjang-pendek suku kata kakawin terkristalisasi dalam unsur seni suara dan suku kata silabis-melismatis yang ada dalam sekar ageng. Dari segi sasmitaning tembang, sekar ageng dipengaruhi tradisi kakawin juga macapat.
Title: Dari Guru-Laghu ke Pedhotan: Upaya Menafsirkan Perubahan Metrum Kakawin Menjadi Sekar Ageng
Description:
Sekar ageng or kawi miring is a type of Javanese chanted poetry that was popular in the Surakarta-Yogyakarta literature.
This type of poetry is a continuation of the kakawin tradition of Old Javanese literature.
However, there is a dark gulf between the emergence of the Sekar Ageng and the end of the kakawin tradition in Java.
This study seeks to reveal the relationship between kakawin and Sekar Ageng and the transformation of kakawin's poetry prosody into Sekar Ageng.
This study adheres to structuralism which departs from the linguistic aspect.
Because this study examines the metre of the poetry that should be chanted, in addition to the linguistic element, it is also associated with the musical element.
From this research, it can be seen that Sekar Ageng was well known in the era of Mataram Islam and was a continuation of the kakawin tradition.
The pedhotan element is closely related to the location of the kakawin long syllables.
Kakawin syllables are crystallized in musical aspect and syllabic-melismatic syllables in Sekar Ageng.
In terms of sasmitaning tembang, it is influenced by the kakawin tradition as well as macapat.
---
Sekar ageng atau kawi miring adalah jenis puisi Jawa bertembang yang populer di era kesusastraan Surakarta-Yogyakarta.
Jenis puisi ini merupakan kelanjutan tradisi kakawin dari kesusastraan Jawa Kuna.
Walau begitu, ada suatu jurang gelap antara kemunculan sekar ageng dan akhir tradisi kakawin di Jawa.
Penelitian ini berusaha mengungkapkan hubungan antara kakawin dan sekar ageng serta transformasi prosodi puisi kakawin menjadi sekar ageng.
Penelitian ini berpegang pada strukturalisme yang bertolak dari aspek kebahasaan.
Oleh sebab penelitian ini mengkaji metrum puisi yang bertembang, maka selain unsur kebahasaan juga mengkaitkan dengan unsur musikalnya.
Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa sekar ageng sudah dikenal di era Mataram Islam dan merupakan kelanjutan tradisi kakawin.
Unsur pedhotan terkait erat dengan letak suku kata panjang kakawin.
Panjang-pendek suku kata kakawin terkristalisasi dalam unsur seni suara dan suku kata silabis-melismatis yang ada dalam sekar ageng.
Dari segi sasmitaning tembang, sekar ageng dipengaruhi tradisi kakawin juga macapat.
.
Related Results
Ajaran Agama Hindu Dalam Kakawin Mayaspati
Ajaran Agama Hindu Dalam Kakawin Mayaspati
Kakawin is one of the Old Javanese literary works which is essentially bound by the metrum (guru laghu) which has developed rapidly in Java. After the collapse of the Majapahit Kin...
ANALISIS NILAI PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM KAKAWIN NITISASTRA
ANALISIS NILAI PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM KAKAWIN NITISASTRA
<p><em>As a creature known as homo sosius, humans have an obligation to always live side by side with others. Man will be able to live as well as possible and can mempu...
KARAWITAN TARI SEKAR PUDYASTUTI KARYA K.R.T. SASMINTADIPURA: STRUKTUR PENYAJIAN DAN GARAP KENDHANGAN
KARAWITAN TARI SEKAR PUDYASTUTI KARYA K.R.T. SASMINTADIPURA: STRUKTUR PENYAJIAN DAN GARAP KENDHANGAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta mendeskripsikan pola penyajian dan garap kendhangan Tari Sekar Pudyastuti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskrip...
Nilai Kearifan Lokal Dalam Memperingati Tradisi 1 Suro Nyai Ageng Ngerang Tambakromo Pati
Nilai Kearifan Lokal Dalam Memperingati Tradisi 1 Suro Nyai Ageng Ngerang Tambakromo Pati
The purpose of this study was to analyze the value of local wisdom in commemorating the tradition of 1 suro nyai Ageng Ngerang Tambakromo Pati. This study used a qualitative approa...
PEMBELAJARAN IRINGAN TARI SEKAR JEPUN MENGGUNAKAN METODE CATUR MEGURU DI SANGGAR EKA BHAKTI BUDAYA DESA UNGASAN KABUPATEN BADUNG
PEMBELAJARAN IRINGAN TARI SEKAR JEPUN MENGGUNAKAN METODE CATUR MEGURU DI SANGGAR EKA BHAKTI BUDAYA DESA UNGASAN KABUPATEN BADUNG
Penelitian ini membahas tentang Pembelajaran Iringan Tari Sekar Jepun di Sanggar Eka Bhakti Budaya Desa Ungasan Kabupaten Badung. Tujuan dari pene-litian ini untuk mendeskripsikan ...
TANTANGAN KEBIJAKAN YANG DIHADAPI GURU BERKAITAN MASA PANDEMI
TANTANGAN KEBIJAKAN YANG DIHADAPI GURU BERKAITAN MASA PANDEMI
Masa pandemi Covid-19 belum berakhir. Berbagai kebijakan telah dipersiapkan pemerintah. Program indonesia pintar, program guru penggerak, dan asesmen kompetensi minimal adalah beb...
TANTANGAN KEBIJAKAN YANG DIHADAPI GURU BERKAITAN MASA PANDEMI
TANTANGAN KEBIJAKAN YANG DIHADAPI GURU BERKAITAN MASA PANDEMI
Masa pandemi Covid-19 belum berakhir. Berbagai kebijakan telah dipersiapkan pemerintah. Program indonesia pintar, program guru penggerak, dan asesmen kompetensi minimal adalah beb...
MENJADI GURU PROFESIONAL (ISU DAN TANTANGAN MASA DEPAN)
MENJADI GURU PROFESIONAL (ISU DAN TANTANGAN MASA DEPAN)
Abstract, Teaching it is an art because every teacher has their own style and characteristics. Therefore, every teacher has different styles and techniques in teaching. So is their...

