Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

VALUASI EKONOMI KAWASAN EKOWISATA

View through CrossRef
Pengembangan wisata secara berkelanjutan sangat penting guna meningkatkan nilai positif antara nilai ekologi, kesejahteraan masyarakat, serta pendapatan daerah suatu wilayah. Penelitian ini sebagai data awal dan pertama khususnya valuasi ekonomi wisata di Kabupaten Luwu Utara. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi nilai Valuasi Ekonomi Ekowisata di Desa Baloli Kecamatan Masamba Kabupaten Luwu Utara. Serta menganalisis variabel jarak, umur, pendidikan, pekerjaan dan travel cost yang dikeluarkan pengunjung ekowisata apakah dapat berpengaruh secara simultan terhadap frekuensi kunjungan wisatawan Ekowisata Desa Baloli. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Jumlah responden sebanyak 30 pengunjung, diantaranya 13 pengunjung Ekowisata Rumah Pohon dan 17 pengunjung yang memanfaatkan Ekowisata Desa Baloli. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pengunjung ekowisata desa Baloli usia rata-rata 13 tahun sampai 40 tahun dengan latar belakang pendidikan sekolah serta perguruan tinggi 15%. Pengunjung ekowisata rata-rata dapat menempuh jarak dari rumah ke lokasi ekowisata sekitar 5 km – 43 km. Sedangkan jumlah biaya perjalanan untuk ekowisata Rumah Pohon total (BPT) sebesar Rp.3.894.000/kunjungan. Biaya perjalanan rata-rata perjalanan pengunjung (ATC) yang diperoleh dari jumlah biaya perjalanan total pengunjung (BPT) dibagi dengan jumlah pengunjung  yang  diwawancarai  sebesar  Rp.299.500/pengunjung/kunjungan. Sedangkan untuk ekowisata Bendungan Balebo total (BPT) sebesar Rp.5.674.000/kunjungan. Biaya perjalanan rata-rata perjalanan pengunjung (ATC) yang diperoleh dari jumlah biaya perjalanan total pengunjung (BPT) dibagi dengan jumlah pengunjung yang diwawancarai sebesar Rp.333.700/pengunjung/kunjungan. Secara simultan atau bersama-sama jarak, umur, pendidikan, pekerjaan dan travel cost berpengaruh signifikan terhadap frekuensi kunjungan di Ekowisata Desa Baloli Kecamatan Masamba Kabupaten Luwu.Kata kunci: wisatawan, travel cost, frekuensi kunjungan
Title: VALUASI EKONOMI KAWASAN EKOWISATA
Description:
Pengembangan wisata secara berkelanjutan sangat penting guna meningkatkan nilai positif antara nilai ekologi, kesejahteraan masyarakat, serta pendapatan daerah suatu wilayah.
Penelitian ini sebagai data awal dan pertama khususnya valuasi ekonomi wisata di Kabupaten Luwu Utara.
Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi nilai Valuasi Ekonomi Ekowisata di Desa Baloli Kecamatan Masamba Kabupaten Luwu Utara.
Serta menganalisis variabel jarak, umur, pendidikan, pekerjaan dan travel cost yang dikeluarkan pengunjung ekowisata apakah dapat berpengaruh secara simultan terhadap frekuensi kunjungan wisatawan Ekowisata Desa Baloli.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif.
Jumlah responden sebanyak 30 pengunjung, diantaranya 13 pengunjung Ekowisata Rumah Pohon dan 17 pengunjung yang memanfaatkan Ekowisata Desa Baloli.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pengunjung ekowisata desa Baloli usia rata-rata 13 tahun sampai 40 tahun dengan latar belakang pendidikan sekolah serta perguruan tinggi 15%.
Pengunjung ekowisata rata-rata dapat menempuh jarak dari rumah ke lokasi ekowisata sekitar 5 km – 43 km.
Sedangkan jumlah biaya perjalanan untuk ekowisata Rumah Pohon total (BPT) sebesar Rp.
3.
894.
000/kunjungan.
Biaya perjalanan rata-rata perjalanan pengunjung (ATC) yang diperoleh dari jumlah biaya perjalanan total pengunjung (BPT) dibagi dengan jumlah pengunjung  yang  diwawancarai  sebesar  Rp.
299.
500/pengunjung/kunjungan.
Sedangkan untuk ekowisata Bendungan Balebo total (BPT) sebesar Rp.
5.
674.
000/kunjungan.
Biaya perjalanan rata-rata perjalanan pengunjung (ATC) yang diperoleh dari jumlah biaya perjalanan total pengunjung (BPT) dibagi dengan jumlah pengunjung yang diwawancarai sebesar Rp.
333.
700/pengunjung/kunjungan.
Secara simultan atau bersama-sama jarak, umur, pendidikan, pekerjaan dan travel cost berpengaruh signifikan terhadap frekuensi kunjungan di Ekowisata Desa Baloli Kecamatan Masamba Kabupaten Luwu.
Kata kunci: wisatawan, travel cost, frekuensi kunjungan.

Related Results

STUDI KERUANGAN DAN KELEMBAGAAN PENGELOLAAN EKOWISATA MANGROVE DI NEGERI AMAHAI, KABUPATEN MALUKU TENGAH
STUDI KERUANGAN DAN KELEMBAGAAN PENGELOLAAN EKOWISATA MANGROVE DI NEGERI AMAHAI, KABUPATEN MALUKU TENGAH
Ecotourism is a tourist activity that aims to conserve. In its implementation, institutions have a very important role for sustainable ecotourism management. This study aims to det...
Analisis Kelayakan Potensi Ekowisata Bukit Gatan Pada Hutan Desa Sukorejo Kabupaten Musi Rawas
Analisis Kelayakan Potensi Ekowisata Bukit Gatan Pada Hutan Desa Sukorejo Kabupaten Musi Rawas
ABSTRACT Ecotourism is a type of responsible natural tourism development in unspoiled areas or naturally managed areas where the goal, apart from enjoying natural beauty, also invo...
Pemetaan Kawasan Kumuh Menggunakan Metode AHP dan GIS di Kota Tanjungbalai
Pemetaan Kawasan Kumuh Menggunakan Metode AHP dan GIS di Kota Tanjungbalai
Kawasan kumuh yang terjadi di Kota Tanjungbalai dikarenakan salah satunya kurangnya kesadaran masyarakat di Kota Tanjungbalai sehingga sampai saat ini masih banyak lingkungan yang ...
Transformasi Stadion Olah Raga KONI di Kawasan Perdagangan Kota Jambi
Transformasi Stadion Olah Raga KONI di Kawasan Perdagangan Kota Jambi
Kota berkembang dari suatu kawasan inti yang meluas ke sekitarnya. Kawasan awal mula ini yang kemudian menjelma menjadi pusat kota. Pada awalnya banyak kota direncanakan dalam skal...
Potensi Pengembangan Ekowisata Tanjung Rappa Pelangi di Desa Bobanehena Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat
Potensi Pengembangan Ekowisata Tanjung Rappa Pelangi di Desa Bobanehena Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat
Ekowisata Tanjung Rappa Pelangi di Desa Bobanehena merupakan salah satu destinasi wisata penting di Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat. Pengelolaannya dilakukan oleh masya...
Potensi Pengembangan Ekowisata Tanjung Rappa Pelangi di Desa Bobanehena Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat
Potensi Pengembangan Ekowisata Tanjung Rappa Pelangi di Desa Bobanehena Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat
Ekowisata Tanjung Rappa Pelangi di Desa Bobanehena merupakan salah satu destinasi wisata penting di Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat. Pengelolaannya dilakukan oleh masya...
Optimalisasi Pemanfaatan Sumber Daya Genetik Padi Melalui Valuasi Ekonomi
Optimalisasi Pemanfaatan Sumber Daya Genetik Padi Melalui Valuasi Ekonomi
<p><strong>English</strong><br />Indonesia has potency of widely diverse genetic resources of rice useful to assembly the new varieties. This study aimed to...

Back to Top