Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Optimalisasi Model Artificial Neural Network Menggunakan Certainty Factor (C-ANN) Untuk Pemetaan Kerawanan Tanah Longsor Skala Semi-Detil di DAS Bendo, Kabupaten Banyuwangi

View through CrossRef
Kerawanan longsor di DAS Bendo termasuk dalam kerawanan kelas sedang hingga tinggi. Sampai dengan saat ini, pemetaan rawan longsor di DAS Bendo baru dilakukan pada  skala pemetaan 1:250.000. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemodelan pemetaan kerawanan longsor di DAS Bendo pada skala semi-detil. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah optimalisasi model artificial neural network menggunakan certainty factor (C-ANN). Peta kerawanan dibangun berdasarkan faktor pengontrol tanah longsor yang berkorelasi positif terhadap kejadian longsor menggunakan Certainty Factor. Sedangkan pemodelan prediksi kerawanan menggunakan model ANN, khususnya arsitektur BPNN (back-propagation neural network). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa model C-ANN (7 variabel independen) memiliki nilai AUC (0,916) lebih tinggi daripada model ANN (0,778). Faktor redundansi data, multikolinieritas data, dan proporsi kejadian longsor terhadap cakupan wilayah penelitian mengakibatkan ketidakpastian dalam data variabel independen. Melalui penelitian ini ditemukan hasil bahwa kondisi kerawanan longsor di DAS Bendo masuk kategori tinggi, khususnya pada lereng atas Gunung Ijen, Rante, dan Merapi. Landslide disaster in DAS Bendo is categorized as moderate to highly susceptible. Until today, landslide hazard mapping in DAS Bendo has been carried out with a scale 1:250.000. This study aimed to model landslide susceptibility mapping on a semi-detailed scale. The method used in this research was the integration of the Certainty Factor with Artificial Neural Network models (C-ANN).The development of susceptibility mapping based on factors that positively correlate to landslide events using Certainty Factor. While the susceptibility prediction model using the ANN model, specifically the BPNN (back-propagation neural network) architecture. Modelling results show that the C-ANN model (7 independent variables) has an AUC value (0.916) higher than the ANN model (0.778). Data redundancy factors, multicollinearity of data, and the proportion of landslide events to the study area's coverage resulted in uncertainty in the independent variable data. This research found that the Landslide hazard in the Bendo Watershed is in the high category, especially on the upper slopes of Mount Ijen, Rante, and Merapi.
Title: Optimalisasi Model Artificial Neural Network Menggunakan Certainty Factor (C-ANN) Untuk Pemetaan Kerawanan Tanah Longsor Skala Semi-Detil di DAS Bendo, Kabupaten Banyuwangi
Description:
Kerawanan longsor di DAS Bendo termasuk dalam kerawanan kelas sedang hingga tinggi.
Sampai dengan saat ini, pemetaan rawan longsor di DAS Bendo baru dilakukan pada  skala pemetaan 1:250.
000.
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemodelan pemetaan kerawanan longsor di DAS Bendo pada skala semi-detil.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah optimalisasi model artificial neural network menggunakan certainty factor (C-ANN).
Peta kerawanan dibangun berdasarkan faktor pengontrol tanah longsor yang berkorelasi positif terhadap kejadian longsor menggunakan Certainty Factor.
Sedangkan pemodelan prediksi kerawanan menggunakan model ANN, khususnya arsitektur BPNN (back-propagation neural network).
Hasil pemodelan menunjukkan bahwa model C-ANN (7 variabel independen) memiliki nilai AUC (0,916) lebih tinggi daripada model ANN (0,778).
Faktor redundansi data, multikolinieritas data, dan proporsi kejadian longsor terhadap cakupan wilayah penelitian mengakibatkan ketidakpastian dalam data variabel independen.
Melalui penelitian ini ditemukan hasil bahwa kondisi kerawanan longsor di DAS Bendo masuk kategori tinggi, khususnya pada lereng atas Gunung Ijen, Rante, dan Merapi.
 Landslide disaster in DAS Bendo is categorized as moderate to highly susceptible.
Until today, landslide hazard mapping in DAS Bendo has been carried out with a scale 1:250.
000.
This study aimed to model landslide susceptibility mapping on a semi-detailed scale.
The method used in this research was the integration of the Certainty Factor with Artificial Neural Network models (C-ANN).
The development of susceptibility mapping based on factors that positively correlate to landslide events using Certainty Factor.
While the susceptibility prediction model using the ANN model, specifically the BPNN (back-propagation neural network) architecture.
Modelling results show that the C-ANN model (7 independent variables) has an AUC value (0.
916) higher than the ANN model (0.
778).
Data redundancy factors, multicollinearity of data, and the proportion of landslide events to the study area's coverage resulted in uncertainty in the independent variable data.
This research found that the Landslide hazard in the Bendo Watershed is in the high category, especially on the upper slopes of Mount Ijen, Rante, and Merapi.

Related Results

ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DI ZONA RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR PADA KAWASAN RAWAN BENCANA KABUPATEN LAMPUNG BARAT
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DI ZONA RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR PADA KAWASAN RAWAN BENCANA KABUPATEN LAMPUNG BARAT
Kabupaten Lampung Barat merupakan kabupaten yang terletak pada geografis ketinggian 50 sampai >1.000 km². Penggunaan lahan permukiman pada kondisi geografis Kabupaten Lampung Ba...
Bahaya Longsor di Kabupaten Sukabumi berbasis Metode Weight of Evidence (WoE), Logistic Regression (LR) dan Kombinasi WoE-LR
Bahaya Longsor di Kabupaten Sukabumi berbasis Metode Weight of Evidence (WoE), Logistic Regression (LR) dan Kombinasi WoE-LR
Tingginya kejadian longsor di Kabupaten Sukabumi menjadi penyebab diperlukannya data dan informasi kawasan yang memiliki potensi longsor. Identifikasi potensi longsor dapat dilakuk...
POTENSI INDIKATIF CADANGAN AIR TANAH DI KABUPATEN BANGLI
POTENSI INDIKATIF CADANGAN AIR TANAH DI KABUPATEN BANGLI
Wilayah pada Kabupaten Bangli merupakan kawasan kabupaten yang tanpa memiliki kawasan pantai serta sebagian besar wilayahnya berada pada daratan tinggi dan hanya sebagian kecil wil...
PENGARUH ALIRAN AIR PADA KESTABILAN LERENG
PENGARUH ALIRAN AIR PADA KESTABILAN LERENG
Bahaya longsor pada suatu lereng dapat dipicu oleh berbagai faktor, termasuk akibat air hujan yang turun di atas permukaan lereng. Pemicu longsor akibat air hujan dapat terjadi sew...
KAJIAN RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR DAN GEMPA BUMI KABUPATEN PRINGSEWU PROVINSI LAMPUNG
KAJIAN RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR DAN GEMPA BUMI KABUPATEN PRINGSEWU PROVINSI LAMPUNG
Potensi bencana pada daerah Kabupaten Pringsewu berdasarkan RTRW daerah tersebut diantaranya tanah longsor dan gempa bumi, sehingga diperlukannya Kajian Risiko Bencana terhadap dua...
Pengelolaan Aset Bank Tanah untuk Mewujudkan Ekonomi Berkeadilan
Pengelolaan Aset Bank Tanah untuk Mewujudkan Ekonomi Berkeadilan
ABSTRACT The goal of establishing a land bank in Indonesia has been initiated with the issuance of Government Regulation Number 64 of 2021 concerning Land Bank Agency. Based on thi...
PEMETAAN DAERAH BAHAYA TANAH LONGSOR DI KECAMATAN BALIK BUKIT KABUPATEN LAMPUNG BARAT DENGAN METODE WEIGHTED OVERLAY
PEMETAAN DAERAH BAHAYA TANAH LONGSOR DI KECAMATAN BALIK BUKIT KABUPATEN LAMPUNG BARAT DENGAN METODE WEIGHTED OVERLAY
Bencana alam longsor di Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat merupakan suatu fenomena yang dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, serta berpotensi menimbulkan bahaya ...
Kajian Teoritis Pengelolaan Bank Tanah Dalam Rangka Perwujudan Reforma Agraria
Kajian Teoritis Pengelolaan Bank Tanah Dalam Rangka Perwujudan Reforma Agraria
Latar belakang pembentukan Bank Tanah adalah untuk memberikan jaminan penyediaan tanah untuk kepentingan ekonomi berkeadilan, yang salah satunya adalah Reforma Agraria. Tujuan dari...

Back to Top