Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS PERAWATAN DAN PENYEMBUHAN LUKA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2

View through CrossRef
Latar belakang: Prevalensi Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) terus meningkat secara global, terutama di negara berkembang. Hiperglikemia kronik pada pasien DMT2 dapat merusak pembuluh darah, saraf dan sistem imun, sehingga meningkatkan risiko ulkus diabetik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas teknik perawatan luka, menganalisis pengaruh kontrol gula darah dan edukasi terhadap tahap pemulihan luka, serta faktor-faktor yang memengaruhi pemulihan luka. Metode: Studi ini menerapkan desain deskriptif analitik pada dua pasien memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Perawatan luka meliputi pencucian luka NaCl 0,9%, debridement manual, dan penggunaan dressing, menunjukkan perubahan positif pada eksudat, bau luka, dan tingkat infeksi. Hal ini dipengaruhi oleh faktor mobilisasi, pengaturan diet, usia dan Pendidikan. Pasien yang mendapatkan edukasi menunjukkan pemahaman yang lebih baik dalam merawat luka secara mandiri di rumah. Edukasi dan pengetahuan keluarga berkontribusi pada dukungan sosial yang memperkuat kepatuhan pasien terhadap perawatan. Kesimpulan: Teknik perawatan luka sesuai standar meliputi pencucian luka dengan NaCl 0,9%, debridement manual, dan penggunaan dressing efektif dalam mempercepat penyembuhan luka. Edukasi kepada pasien dan keluarga juga meningkatkan pemahaman tentang perawatan luka dan pentingnya kontrol gula darah dalam proses penyembuhan luka pasien DMT2. Faktor yang memengaruhi penyembuhan luka adalah umur, seks, jenjang pendidikan, status nutrisi, dan tingkat mobilits fisik.
Title: ANALISIS PERAWATAN DAN PENYEMBUHAN LUKA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2
Description:
Latar belakang: Prevalensi Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) terus meningkat secara global, terutama di negara berkembang.
Hiperglikemia kronik pada pasien DMT2 dapat merusak pembuluh darah, saraf dan sistem imun, sehingga meningkatkan risiko ulkus diabetik.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas teknik perawatan luka, menganalisis pengaruh kontrol gula darah dan edukasi terhadap tahap pemulihan luka, serta faktor-faktor yang memengaruhi pemulihan luka.
Metode: Studi ini menerapkan desain deskriptif analitik pada dua pasien memenuhi kriteria inklusi.
Hasil: Perawatan luka meliputi pencucian luka NaCl 0,9%, debridement manual, dan penggunaan dressing, menunjukkan perubahan positif pada eksudat, bau luka, dan tingkat infeksi.
Hal ini dipengaruhi oleh faktor mobilisasi, pengaturan diet, usia dan Pendidikan.
Pasien yang mendapatkan edukasi menunjukkan pemahaman yang lebih baik dalam merawat luka secara mandiri di rumah.
Edukasi dan pengetahuan keluarga berkontribusi pada dukungan sosial yang memperkuat kepatuhan pasien terhadap perawatan.
Kesimpulan: Teknik perawatan luka sesuai standar meliputi pencucian luka dengan NaCl 0,9%, debridement manual, dan penggunaan dressing efektif dalam mempercepat penyembuhan luka.
Edukasi kepada pasien dan keluarga juga meningkatkan pemahaman tentang perawatan luka dan pentingnya kontrol gula darah dalam proses penyembuhan luka pasien DMT2.
Faktor yang memengaruhi penyembuhan luka adalah umur, seks, jenjang pendidikan, status nutrisi, dan tingkat mobilits fisik.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Hubungan Status Gizi dan Perawatan Luka Mandiri terhadap Penyembuhan Pasca Sirkumsisi
Hubungan Status Gizi dan Perawatan Luka Mandiri terhadap Penyembuhan Pasca Sirkumsisi
Abstract. Circumcision is a common surgical procedure performed on male children and results in wounds that require an optimal healing process. Post-circumcision wound healing is i...
PEMANFAATAN HERBAL DALAM PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM DAN LUKA SEKSIO SESAREA
PEMANFAATAN HERBAL DALAM PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM DAN LUKA SEKSIO SESAREA
Pendahuluan : Masa nifas (puerperium) merupkan masa kembalinya organ reproduksi seperti keadaan sebelum hamil dalam waktu enam minggu setelah melahirkan (Nirwana, 2011). Pada masa ...
Penerapan perawatan perineum terhadap proses penyembuhan luka pada ibu nifas
Penerapan perawatan perineum terhadap proses penyembuhan luka pada ibu nifas
Pendahuluan: Masa nifas merupakan periode pemulihan organ reproduksi setelah persalinan yang berlangsung sekitar enam minggu dan menjadi fase yang rentan terhadap infeksi, terutama...
PERAWATAN LUKA DENGAN ALOE VERA GEL PADA PASIEN DENGAN ULKUS DIABETIKUM
PERAWATAN LUKA DENGAN ALOE VERA GEL PADA PASIEN DENGAN ULKUS DIABETIKUM
Data dari Organisasi International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2021 terdapat 537 juta individu di dunia menderita diabetes dan dari data tersebut di negara Indonesia yang ...
Efektivitas Teknik Perawatan Luka Steril terhadap Pencegahan Infeksi Luka Operasi pada Pasien Post Operasi
Efektivitas Teknik Perawatan Luka Steril terhadap Pencegahan Infeksi Luka Operasi pada Pasien Post Operasi
ABSTRACT Surgical site infections are a common complication in patients after surgery. These infections can prolong hospitalization, increase medical costs, and worsen the patient...
IMPLEMENTASI MANAJEMEN PERAWATAN LUKA KANKER BERBASIS MOBILE APP: LITERATUR REVIEW
IMPLEMENTASI MANAJEMEN PERAWATAN LUKA KANKER BERBASIS MOBILE APP: LITERATUR REVIEW
Latar Belakang: Luka kanker merupakan salah satu permasalahan pada penyakit kanker. Luka kanker termasuk dalam luka kronis dimana ada kegagalan atau faktor penghambat pada proses p...

Back to Top