Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

DETEKSI JERUK NIPIS DAN JERUK JUNGGA MENGGUNAKAN ALGORITMA CNN

View through CrossRef
Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dan jeruk jungga (Citrus jambhiri Lush) merupakan dua jenis buah yang memiliki nilai ekonomi tinggi di Indonesia, namun sulit dibedakan secara visual dalam kondisi mentah. Masalah ini menyebabkan ketidaktepatan dalam proses sortir manual yang dilakukan petani atau distributor, berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem klasifikasi otomatis menggunakan metode pengolahan citra digital dan algoritma Convolutional Neural Network (CNN) guna membedakan jeruk nipis dan jeruk jungga secara efisien dan akurat. Dataset terdiri dari 100 citra dengan karakteristik warna dan tekstur yang berbeda. Metode yang digunakan meliputi pra-pemrosesan (resizing, normalisasi, denoising, konversi ke grayscale), segmentasi (thresholding dan edge detection), ekstraksi fitur (RGB untuk warna dan GLCM untuk tekstur), serta pelatihan model CNN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model CNN mampu mencapai akurasi pelatihan sebesar 90% dan validasi 85%. Analisis nilai RGB menunjukkan perbedaan signifikan pada komponen G dan B, sedangkan GLCM mengindikasikan bahwa jeruk jungga memiliki tekstur lebih kasar daripada jeruk nipis. Namun, confusion matrix menunjukkan bahwa model masih mengalami kesalahan klasifikasi terhadap jeruk nipis, menghasilkan akurasi keseluruhan sebesar 52,9%. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kualitas model dan strategi augmentasi data untuk hasil klasifikasi yang lebih optimal.
Title: DETEKSI JERUK NIPIS DAN JERUK JUNGGA MENGGUNAKAN ALGORITMA CNN
Description:
Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dan jeruk jungga (Citrus jambhiri Lush) merupakan dua jenis buah yang memiliki nilai ekonomi tinggi di Indonesia, namun sulit dibedakan secara visual dalam kondisi mentah.
Masalah ini menyebabkan ketidaktepatan dalam proses sortir manual yang dilakukan petani atau distributor, berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem klasifikasi otomatis menggunakan metode pengolahan citra digital dan algoritma Convolutional Neural Network (CNN) guna membedakan jeruk nipis dan jeruk jungga secara efisien dan akurat.
Dataset terdiri dari 100 citra dengan karakteristik warna dan tekstur yang berbeda.
Metode yang digunakan meliputi pra-pemrosesan (resizing, normalisasi, denoising, konversi ke grayscale), segmentasi (thresholding dan edge detection), ekstraksi fitur (RGB untuk warna dan GLCM untuk tekstur), serta pelatihan model CNN.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model CNN mampu mencapai akurasi pelatihan sebesar 90% dan validasi 85%.
Analisis nilai RGB menunjukkan perbedaan signifikan pada komponen G dan B, sedangkan GLCM mengindikasikan bahwa jeruk jungga memiliki tekstur lebih kasar daripada jeruk nipis.
Namun, confusion matrix menunjukkan bahwa model masih mengalami kesalahan klasifikasi terhadap jeruk nipis, menghasilkan akurasi keseluruhan sebesar 52,9%.
Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kualitas model dan strategi augmentasi data untuk hasil klasifikasi yang lebih optimal.

Related Results

Analisis Hubungan Produksi, Permintaan dan Harga Pada Komoditas Jeruk Nipis
Analisis Hubungan Produksi, Permintaan dan Harga Pada Komoditas Jeruk Nipis
Abstrak Salah satu buah yang digemari masyarakat Indonesia sebagai campuran minuman adalah jeruk nipis. Jeruk nipis yang memiliki nama latin Citrus aurantifolia, Swingle  ada...
Pemanfaatan Beberapa Varietas Jeruk Sebagai Antimikroba Alami pada Saus Kacang Cilok
Pemanfaatan Beberapa Varietas Jeruk Sebagai Antimikroba Alami pada Saus Kacang Cilok
Peanut sauce is a product made from peanuts with some seasonings and processed into paste form. Previous research results have showed that “cilok” (a traditional condiment made of ...
Implementasi Euclidean Distance dan Segmentasi K-Means Clustering Pada Identifikasi Citra Jeruk Nipis
Implementasi Euclidean Distance dan Segmentasi K-Means Clustering Pada Identifikasi Citra Jeruk Nipis
Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) adalah buah kecil yang berasal dari Asia Tenggara dan dikenal luas karena aroma dan rasa asamnya. Buah ini memiliki berbagai manfaat kesehatan dan...
Potensi Tanaman Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Sebagai Antikanker
Potensi Tanaman Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Sebagai Antikanker
Abstract. Lime (Citrus aurantifolia) is one of the plants known to have anticancer effects. The use of lime as an anticancer has been scientifically researched, but has not been pr...
Efektivitas Larvasida Kombinasi Daun Suren (Toona sureni) dan Jeruk Nipis (Citrus aurantiifolia)
Efektivitas Larvasida Kombinasi Daun Suren (Toona sureni) dan Jeruk Nipis (Citrus aurantiifolia)
Pemakaian larvasida Abate sebagai vector control DBD telah dilakukan bertahun-tahun, sehingga mempengaruhi populasi nyamuk menjadi resisten dan bisa terjadi degradasi lingkungan. O...
PELATIHAN PEMBUATAN SEDIAAN SABUN CAIR PERASAN BUAH JERUK NIPIS
PELATIHAN PEMBUATAN SEDIAAN SABUN CAIR PERASAN BUAH JERUK NIPIS
Masyarakat kelurahan Pulokerto, sebagian besar berprofesi sebagai buruh Pabrik Karet dan serabutan sehingga memiliki tingkat perekonomian yang relatif rendah. Oleh karena itu diper...
Studi Literatur Efek Farmakologi Rimpang Temu Kunyit Putih (Curcuma zedoaria)
Studi Literatur Efek Farmakologi Rimpang Temu Kunyit Putih (Curcuma zedoaria)
Abstract. Lime (Citrus aurantifolia) is one of the plants known to have anticancer effects. The use of lime as an anticancer has been scientifically researched, but has not been pr...
Skrining Fitokimia Dan Uji Toksisitas Ekstrak Akar Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)
Skrining Fitokimia Dan Uji Toksisitas Ekstrak Akar Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)
Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) adalah salah satu sumber senyawa bioaktif yang berasal dari Wilayah Tumbang Kunyi provinsi Kalimantan Tengah yang berpotensi sebagai antikanker. M...

Back to Top