Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Hubungan andropause dengan alopesia androgenik pada aparatur sipil negara di Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung tahun 2022

View through CrossRef
Introduction: Andropause is a collection of clinical symptoms due to a decrease in testosterone levels below normal limits. Androgenic alopecia is baldness caused by the susceptibility of the follicles to androgen hormones. The aims of study is determining the relationship between androgenic alopecia and andropause in civil servants at the Badung Regency Government Center. Methods: The study design is cross-sectional with descriptive analytic. ADAM questionnaire is used to assessed andropause. Meanwhile, Norwood-Hamilton baldness scale is used to assessed androgenic alopecia. Results:  Respondents in this study amounted to 40 people. A total of 27 (67.5%) positive andropause respondents and 13 respondents (33.5%) negative andropause. Meanwhile, 21 respondents (52.1%) were positive for androgenic alopecia and 19 respondents (47.5%) were negative for androgenic alopecia. There was a significant relationship (p<0.001) between andropause and androgenic alopecia. The odd ratio value (OR 95%CI) between andropause and androgenic alopecia is 34.3 (3.726-313.837). Conclusion: Andropause has a significant relationship to androgenic alopecia of civil servants at the Badung Regency Government Center.   Pendahuluan: Andropause adalah kumpulan gejala klinis akibat kadar testosteron yang menurun di bawah batas normal. Alopesia androgenik adalah kebotakan yang disebabkan kerentanan folikel terhadap hormon androgen. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan andropause dengan alopesia androgenik pada aparatur sipil negara di Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung. Metode: Rancangan penelitian adalah cross-sectional dengan deskriptif analitik. Kuesioner ADAM digunakan untuk menilai andropause dinilai. Sedangkan, alopesia androgenik dinilai dengan menggunakan skala kebotakan Norwood-Hamilton. Hasil: Responden dalam penelitian ini berjumlah 40 orang. Sebanyak 27 (67,5%) responden positif andropause dan 13 responden (33,5%) negatif andropause. Sementara itu, 21 responden (52,1%) positif alopesia androgenik dan 19 responden (47,5%) negatif alopesia androgenik. Terdapat hubungan yang signifikan (p<0,001) antara andropause dan alopesia androgenik. Adapun nilai odd ratio (OR 95%CI) antara andropause dan alopesia androgenik adalah 34,3 (3,726-313,837). Simpulan: Andropause memiliki hubungan signifikan terhadap alopesia androgenik pada aparatur sipil negara di Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung.
Title: Hubungan andropause dengan alopesia androgenik pada aparatur sipil negara di Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung tahun 2022
Description:
Introduction: Andropause is a collection of clinical symptoms due to a decrease in testosterone levels below normal limits.
Androgenic alopecia is baldness caused by the susceptibility of the follicles to androgen hormones.
The aims of study is determining the relationship between androgenic alopecia and andropause in civil servants at the Badung Regency Government Center.
Methods: The study design is cross-sectional with descriptive analytic.
ADAM questionnaire is used to assessed andropause.
Meanwhile, Norwood-Hamilton baldness scale is used to assessed androgenic alopecia.
Results:  Respondents in this study amounted to 40 people.
A total of 27 (67.
5%) positive andropause respondents and 13 respondents (33.
5%) negative andropause.
Meanwhile, 21 respondents (52.
1%) were positive for androgenic alopecia and 19 respondents (47.
5%) were negative for androgenic alopecia.
There was a significant relationship (p<0.
001) between andropause and androgenic alopecia.
The odd ratio value (OR 95%CI) between andropause and androgenic alopecia is 34.
3 (3.
726-313.
837).
Conclusion: Andropause has a significant relationship to androgenic alopecia of civil servants at the Badung Regency Government Center.
  Pendahuluan: Andropause adalah kumpulan gejala klinis akibat kadar testosteron yang menurun di bawah batas normal.
Alopesia androgenik adalah kebotakan yang disebabkan kerentanan folikel terhadap hormon androgen.
Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan andropause dengan alopesia androgenik pada aparatur sipil negara di Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung.
Metode: Rancangan penelitian adalah cross-sectional dengan deskriptif analitik.
Kuesioner ADAM digunakan untuk menilai andropause dinilai.
Sedangkan, alopesia androgenik dinilai dengan menggunakan skala kebotakan Norwood-Hamilton.
Hasil: Responden dalam penelitian ini berjumlah 40 orang.
Sebanyak 27 (67,5%) responden positif andropause dan 13 responden (33,5%) negatif andropause.
Sementara itu, 21 responden (52,1%) positif alopesia androgenik dan 19 responden (47,5%) negatif alopesia androgenik.
Terdapat hubungan yang signifikan (p<0,001) antara andropause dan alopesia androgenik.
Adapun nilai odd ratio (OR 95%CI) antara andropause dan alopesia androgenik adalah 34,3 (3,726-313,837).
Simpulan: Andropause memiliki hubungan signifikan terhadap alopesia androgenik pada aparatur sipil negara di Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung.

Related Results

Perbandingan Kejadian Alopesia Androgenik yang Berketombe (Pityriasis Sicca) dan tidak Berketombe di Universitas Muslim Indonesia
Perbandingan Kejadian Alopesia Androgenik yang Berketombe (Pityriasis Sicca) dan tidak Berketombe di Universitas Muslim Indonesia
Alopesia androgenik adalah penipisan rambut pada manusia yang ditandai dengan penurunan tajam dalam ukuran folikel rambut, yang dapat dikaitkan dengan hilangnya batang rambut folik...
Hubungan tingkat aktivitas fisik dengan andropause pada guru sekolah menengah atas di Kota Denpasar tahun 2022
Hubungan tingkat aktivitas fisik dengan andropause pada guru sekolah menengah atas di Kota Denpasar tahun 2022
Introduction: Andropause is clinical syndrome due to testosterone levels reduction below normal in the body experienced by elderly men. The level of physical activity is one of the...
tugas resume hukum tata negara
tugas resume hukum tata negara
Hukum tata Negara dapar diartikan dalam arti sempit maupun dalam arti luas. Secara arti sempit hukum tata negara dapat diartikan hukum yang mengatur organisasi negra sedangkan dala...
tugas hukum tata negara
tugas hukum tata negara
Tujuan Hukum Tata Negara yang di simpulkan beberapa definisi di atas,bahwa hukum HTN mengkaji beberapa aspek krusial,yakni Negara/ organ Negara,hubungan antara organ/lembaga Negara...
ANISHA-HTN
ANISHA-HTN
NAMA:ANISHANIM :10200120233KELAS :HTN-FMATA KULIAH:HUKUM TATA NEGARAHUKUM TATA NEGARAA.Pengertian Hukum tata Negara pada dasarnya adalah hukum yang mengatur organisasi kek...
Relationship Between Waist Circumference and The Event of Andropause in Male Employees in Government Institutions of Badung Regency
Relationship Between Waist Circumference and The Event of Andropause in Male Employees in Government Institutions of Badung Regency
Background: Andropause occurs with slow development and is a physiological process in males. Andropause symptoms arise vary in individuals. One of the factors that influence these ...
Tipe Negara Yunani Purba
Tipe Negara Yunani Purba
Tipe Negara Yunani Purba=&gt;Tipe negara ialah suatu penggolongan negara yang tidak mempunyai batas-batas yang tegas. Ini berbeda dengan klasifikasi negara atas bentuk-bentuk t...
Tipe Negara Yunani Purba
Tipe Negara Yunani Purba
Tipe negara ialah suatu penggolongan negara yang tidak mempunyai batas-batas yang tegas. Ini berbeda dengan klasifikasi negara atas bentuk-bentuk tertentu, misal bentuk negara (Kes...

Back to Top