Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Makna Festival Dongzhi bagi Generasi Z Tionghoa di SMA Ananda Bekasi

View through CrossRef
There are numerous festivals celebrated annually in Chinese culture. One of the most well-known festivities is Dongzhi Festival, which is held at the end of each year. However, in the age of globalization, Chinese people believe that their culture is no longer relevant to the situation. Likewise with Chinese Z generation (born 1995–2010), which prefers foreign cultures since they are viewed as modern culture. This research attempts to discover and explain the meaning of the Dongzhi festival for the Chinese Z generation at Bekasi. The research used descriptive qualitative method, with Chinese Z generation in Bekasi served as the research subject, and the Dongzhi festival served as the research's object. According to the findings of the research, the Dongzhi festival for Chinese Z generation does not have special meaning because this festival simply an ancient tradition that has been passed down from generation to generation with support from people around them. Even this Chinese Z Generation will leave the Dongzhi Festival when they must live apart from their parents and family. Kebudayaan Tionghoa memiliki beragam perayaan yang dirayakan setiap tahunnya. Salah satu perayaan yang terkenal adalah Festival Dongzhi, yang dirayakan setiap akhir tahun. Namun di era globalisasi ini, masyrakat Tionghoa beranggapan bahwa budaya yang dimiliki tidak lagi sesuai dengan keadaan saat ini. Begitu juga dengan generasi Z (kelahiran tahun 1995-2010) yang lebih menyukai kebudayaan asing karena dianggap lebih kekinian. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan makna festival Dongzhi bagi generasi Z Tionghoa di Bekasi. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus pada generasi Z Tionghoa di Bekasi sebagai subjek penelitian dan festival Dongzhi sebagai objek penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa makna festival Dongzhi bagi generasi Z Tionghoa tidak memiliki makna khusus karena perayaan ini hanya sebuah budaya lama yang dilakukan secara turun-temurun karena adanya dorongan dari orang-orang sekitar. Bahkan para generasi Z ini akan meninggalkan festival Dongzhiketika harus tinggal terpisah dengan orang tua dan keluarga.
Title: Makna Festival Dongzhi bagi Generasi Z Tionghoa di SMA Ananda Bekasi
Description:
There are numerous festivals celebrated annually in Chinese culture.
One of the most well-known festivities is Dongzhi Festival, which is held at the end of each year.
However, in the age of globalization, Chinese people believe that their culture is no longer relevant to the situation.
Likewise with Chinese Z generation (born 1995–2010), which prefers foreign cultures since they are viewed as modern culture.
This research attempts to discover and explain the meaning of the Dongzhi festival for the Chinese Z generation at Bekasi.
The research used descriptive qualitative method, with Chinese Z generation in Bekasi served as the research subject, and the Dongzhi festival served as the research's object.
According to the findings of the research, the Dongzhi festival for Chinese Z generation does not have special meaning because this festival simply an ancient tradition that has been passed down from generation to generation with support from people around them.
Even this Chinese Z Generation will leave the Dongzhi Festival when they must live apart from their parents and family.
Kebudayaan Tionghoa memiliki beragam perayaan yang dirayakan setiap tahunnya.
Salah satu perayaan yang terkenal adalah Festival Dongzhi, yang dirayakan setiap akhir tahun.
Namun di era globalisasi ini, masyrakat Tionghoa beranggapan bahwa budaya yang dimiliki tidak lagi sesuai dengan keadaan saat ini.
Begitu juga dengan generasi Z (kelahiran tahun 1995-2010) yang lebih menyukai kebudayaan asing karena dianggap lebih kekinian.
Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan makna festival Dongzhi bagi generasi Z Tionghoa di Bekasi.
Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus pada generasi Z Tionghoa di Bekasi sebagai subjek penelitian dan festival Dongzhi sebagai objek penelitian ini.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa makna festival Dongzhi bagi generasi Z Tionghoa tidak memiliki makna khusus karena perayaan ini hanya sebuah budaya lama yang dilakukan secara turun-temurun karena adanya dorongan dari orang-orang sekitar.
Bahkan para generasi Z ini akan meninggalkan festival Dongzhiketika harus tinggal terpisah dengan orang tua dan keluarga.

Related Results

NASIONALISME ETNIS TIONGHOA DI INDONESIA
NASIONALISME ETNIS TIONGHOA DI INDONESIA
PENDAHULUANNegara-negara Asia Tenggara adalah negara-negara multietnis, multiagama, dan negara baru. Sebagian besar negara-negara ini mendefinisikan bangsa ke dalam terminologi �bu...
ARSITEKTUR TRADISIONAL TIONGHOA: TINJAUAN TERHADAP IDENTITAS, KARAKTER BUDAYA DAN EKSISTENSINYA
ARSITEKTUR TRADISIONAL TIONGHOA: TINJAUAN TERHADAP IDENTITAS, KARAKTER BUDAYA DAN EKSISTENSINYA
Budaya merupakan sebuah proses perkembangan pola pikir yang terjadi secara bertahap  dalam waktu yang lama. Proses ini terjadi selama manusia ada dan terus  berkembang  sesuai den...
Upaya Pelestarian Kesenian Topeng Bekasi pada Masyarakat Bekasi “Studi Kasus Kelompok Seni Putra Budaya”
Upaya Pelestarian Kesenian Topeng Bekasi pada Masyarakat Bekasi “Studi Kasus Kelompok Seni Putra Budaya”
ABSTRAKPenelitian ini mengkaji mengenai upaya pelestarian Kesenian Topeng Bekasi sebagai identitas budaya Bekasi. Bekasi sebagai wilayah kota metropolitan membuat kesenian tradisio...
PARTISIPASI MASYARAKAT SEKITAR DALAM RITUAL DI KELENTENG BAN ENG BIO ADIWERNA
PARTISIPASI MASYARAKAT SEKITAR DALAM RITUAL DI KELENTENG BAN ENG BIO ADIWERNA
Keberadaan Kelenteng Ban Eng Bio yang terletak di tengah-tengah pemukiman penduduk Tionghoa dan non Tionghoa yang berbeda agama banyak membawa pengaruh. Salah satunya adalah dalam ...
Tanggapan Terhadap Stereotip “Tionghoa Punya Toko”
Tanggapan Terhadap Stereotip “Tionghoa Punya Toko”
Eksistensi etnis Tionghoa di Indonesia sejak awal sudah dari berabad-abad yang lalu. Dalam menjalankan kehidupan di Indonesia, etnis Tionghoa khususnya di Indonesia bekerja dalam b...
MAKNA TATA LETAK TIGA KELENTENG TERHADAP PECINAN PASAR LAMA DI KOTA TANGERANG (KELENTENG BOEN TEK BIO, BOEN SAN BIO DAN BOEN HAY BIO)
MAKNA TATA LETAK TIGA KELENTENG TERHADAP PECINAN PASAR LAMA DI KOTA TANGERANG (KELENTENG BOEN TEK BIO, BOEN SAN BIO DAN BOEN HAY BIO)
Pecinan Pasar Lama merupakan permukiman yang menjadi cikal bakal dari kota Tangerang. Etnis Tionghoa masuk ke wilayah Tangerang tahun 1407 yang dipimpin oleh Tje Tje Lung. Perjanj...
ETNIS TIONGHOA LANGSA
ETNIS TIONGHOA LANGSA
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) merupakan salah satu organisasi masyarakat Tionghoa yang ada di Kota Langsa. Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) ini...
Minat Generasi Muda Tionghoa Surabaya Menonton Metro Xinwen
Minat Generasi Muda Tionghoa Surabaya Menonton Metro Xinwen
Metro Xinwen adalah program berita berbahasa Mandarin pertama di Indonesia yang ditayangkan di Metro TV. Acara ini menyuguhkan informasi yang berhubungan dengan masyarakat Tionghoa...

Back to Top