Javascript must be enabled to continue!
OPTIMALISASI FITUR DENGAN FORWARD SELECTION PADA ESTIMASI TINGKAT PENYAKIT PARU-PARU MENGGUNAKAN ALGORITMA KLASIFIKASI RANDOM FOREST
View through CrossRef
Penyakit paru-paru merupakan masalah kesehatan serius di Indonesia, dengan peningkatan kasus dan kematian yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi klasifikasi penyakit paru-paru menggunakan algoritma Random Forest dengan metode optimasi fitur Forward Selection. Dataset yang digunakan terdiri dari 1.000 sampel dengan 10 atribut. Penelitian dilakukan dalam dua tahap: pertama, pengujian awal algoritma Random Forest tanpa optimasi fitur, dan kedua, pengujian dengan optimasi fitur menggunakan metode Forward Selection. Hasil pengujian awal menunjukkan akurasi sebesar 89,45%, Presisi 83.20%, Recall 100.00%. Setelah menerapkan optimasi fitur, akurasi meningkat menjadi 92,46%, presisi 95,88%, recall 89.42%. Peningkatan akurasi sebesar 3,01% ini menegaskan pentingnya optimasi fitur dalam meningkatkan performa model klasifikasi. Analisis atribut penting mengidentifikasi bahwa aktivitas olahraga, kebiasaan merokok, dan usia merupakan faktor yang paling signifikan dalam memprediksi penyakit paru-paru. Penelitian ini menyoroti bahwa penggunaan metode optimasi fitur seperti Forward Selection dapat secara signifikan meningkatkan akurasi prediksi model klasifikasi penyakit paru-paru.
Title: OPTIMALISASI FITUR DENGAN FORWARD SELECTION PADA ESTIMASI TINGKAT PENYAKIT PARU-PARU MENGGUNAKAN ALGORITMA KLASIFIKASI RANDOM FOREST
Description:
Penyakit paru-paru merupakan masalah kesehatan serius di Indonesia, dengan peningkatan kasus dan kematian yang signifikan.
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi klasifikasi penyakit paru-paru menggunakan algoritma Random Forest dengan metode optimasi fitur Forward Selection.
Dataset yang digunakan terdiri dari 1.
000 sampel dengan 10 atribut.
Penelitian dilakukan dalam dua tahap: pertama, pengujian awal algoritma Random Forest tanpa optimasi fitur, dan kedua, pengujian dengan optimasi fitur menggunakan metode Forward Selection.
Hasil pengujian awal menunjukkan akurasi sebesar 89,45%, Presisi 83.
20%, Recall 100.
00%.
Setelah menerapkan optimasi fitur, akurasi meningkat menjadi 92,46%, presisi 95,88%, recall 89.
42%.
Peningkatan akurasi sebesar 3,01% ini menegaskan pentingnya optimasi fitur dalam meningkatkan performa model klasifikasi.
Analisis atribut penting mengidentifikasi bahwa aktivitas olahraga, kebiasaan merokok, dan usia merupakan faktor yang paling signifikan dalam memprediksi penyakit paru-paru.
Penelitian ini menyoroti bahwa penggunaan metode optimasi fitur seperti Forward Selection dapat secara signifikan meningkatkan akurasi prediksi model klasifikasi penyakit paru-paru.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Klasifikasi Penyakit Paru-Paru Menggunakan Algoritma Decision Tree Studi Kasus Pada Data Medis
Klasifikasi Penyakit Paru-Paru Menggunakan Algoritma Decision Tree Studi Kasus Pada Data Medis
Penyakit paru-paru dan paru-paru adalah salah satu masalah kesehatan yang penting, dan membutuhkan diagnosis yang cepat dan tepat agar bisa membantu dokter dalam mengambil keputusa...
Klasifikasi Penyakit Paru-Paru Menggunakan Data Mining Decision Tree
Klasifikasi Penyakit Paru-Paru Menggunakan Data Mining Decision Tree
Paru-paru adalah organ vital dalam sistem pernapasan manusia yang sering kali terpapar oleh kebiasaan merokok dan bahan berbahaya lainnya, sehingga meningkatkan risiko penyakit par...
Sistem Klasifikasi Kerusakan Jalan Metode Machine Learning dengan Algoritma K-Means dan Random Forest
Sistem Klasifikasi Kerusakan Jalan Metode Machine Learning dengan Algoritma K-Means dan Random Forest
Kerusakan jalan merupakan masalah yang signifikan dalam infrastruktur transportasi, yang dapat mempengaruhi kenyamanan dan kesalamatan pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan untu...
KLASIFIKASI MASSA PADA CITRA MAMMOGRAM MENGGUNAKAN KOMBINASI SELEKSI FITUR F-SCORE DAN LS-SVM
KLASIFIKASI MASSA PADA CITRA MAMMOGRAM MENGGUNAKAN KOMBINASI SELEKSI FITUR F-SCORE DAN LS-SVM
ABSTRAKKanker payudara adalah penyakit yang paling umum diderita oleh perempuan pada banyak negara. Pemeriksaan kanker payudara dapat dilakukan menggunakan citra Mammogram dengan t...
PENYULUHAN FAKTOR RISIKO TB PARU DI DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2017
PENYULUHAN FAKTOR RISIKO TB PARU DI DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2017
Tuberkulosis Paru (TB) paru merupakan penyakit kronis dengan agent Mycobacterium tuberculosis yang terus mengalami peningkatan kasus karena penularannya dari droplet penderita mela...
Perbandingan Kinerja Algoritma Naïve Bayes Dan C.45 Dalam Klasifikasi Spam Email
Perbandingan Kinerja Algoritma Naïve Bayes Dan C.45 Dalam Klasifikasi Spam Email
Antispam dengan algoritma tertentu yang dapat memisahkan antara spam-mail dengan non spam mail. Perbandingan kinerja antara algoritma naïve bayes, dan decision tree yang memakai al...

