Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENERAPAN METODE DERAJAT URBANISASI DI INDONESIA, STUDI KASUS: KOTA PEKALONGAN DAN SEKITARNYA

View through CrossRef
Derajat urbanisasi sebagai suatu metode pendeliniasian perkotaan telah disepakati dalam forum United Nation tahun 2019 untuk digunakan semua negara untuk  menyeragamkan pendeliniasian perkotaan secara global.  Tujuan penggunakan satu metode ini adalah agar komparasi perkembangan antar negara dapat dilakukan lebih akurat. Di Indonesia, metode pengklasifikasian perkotaan perdesaan yang selama ini digunakan adalah metode kriteria dari Badan Pusat Statistik. Mengingat metode tersebut relatif baru, maka penerapan derajat urbanisasi ini perlu dikaji dan diantisipasi kesiapan datanya serta diperbandingkan hasilnya dengan hasil klasifikasi dari Badan Pusat Statistik. Dilatar belakangi hal tersebut, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji coba metode derajat urbanisasi pada salah satu wilayah, dalam hal ini kota Pekalongan dan sekitarnya serta membandingkan hasilnya dengan klasifikasi perkotaan perdesaan menurut Badan Pusat Statistik. Metode utama yang digunakan adalah metode derajat urbanisasi dari Global Human Settlement Layer dan diperkaya dengan metode deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode derajat urbanisasi yang akan digunakan secara global oleh United Nation dapat diterapkan di Indonesia dengan data yang sudah tersedia di Badan Pusat Statistik dan Badan Informasi Spasial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kesamaan klasifikasi perkotaan perdesaan antara dua metode ini sebesar 67,6%. Perbedaan hasil klasifikasi terjadi pada 188 Desa Perdesaan menurut Badan Pusat Statistik yang terklasifikasi sebagai Perkotaan berdasarkan hasil klasifikasi menggunakan metode Derajat Urbanisasi.
Title: PENERAPAN METODE DERAJAT URBANISASI DI INDONESIA, STUDI KASUS: KOTA PEKALONGAN DAN SEKITARNYA
Description:
Derajat urbanisasi sebagai suatu metode pendeliniasian perkotaan telah disepakati dalam forum United Nation tahun 2019 untuk digunakan semua negara untuk  menyeragamkan pendeliniasian perkotaan secara global.
  Tujuan penggunakan satu metode ini adalah agar komparasi perkembangan antar negara dapat dilakukan lebih akurat.
Di Indonesia, metode pengklasifikasian perkotaan perdesaan yang selama ini digunakan adalah metode kriteria dari Badan Pusat Statistik.
Mengingat metode tersebut relatif baru, maka penerapan derajat urbanisasi ini perlu dikaji dan diantisipasi kesiapan datanya serta diperbandingkan hasilnya dengan hasil klasifikasi dari Badan Pusat Statistik.
Dilatar belakangi hal tersebut, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji coba metode derajat urbanisasi pada salah satu wilayah, dalam hal ini kota Pekalongan dan sekitarnya serta membandingkan hasilnya dengan klasifikasi perkotaan perdesaan menurut Badan Pusat Statistik.
Metode utama yang digunakan adalah metode derajat urbanisasi dari Global Human Settlement Layer dan diperkaya dengan metode deskriptif.
  Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode derajat urbanisasi yang akan digunakan secara global oleh United Nation dapat diterapkan di Indonesia dengan data yang sudah tersedia di Badan Pusat Statistik dan Badan Informasi Spasial.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kesamaan klasifikasi perkotaan perdesaan antara dua metode ini sebesar 67,6%.
Perbedaan hasil klasifikasi terjadi pada 188 Desa Perdesaan menurut Badan Pusat Statistik yang terklasifikasi sebagai Perkotaan berdasarkan hasil klasifikasi menggunakan metode Derajat Urbanisasi.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PERKEMBANGAN KOTA-KOTA KECIL DI KABUPATEN BANYUMAS DAN POTENSI PENGUATAN PERANNYA DALAM KETERKAITAN DESA KOTA
PERKEMBANGAN KOTA-KOTA KECIL DI KABUPATEN BANYUMAS DAN POTENSI PENGUATAN PERANNYA DALAM KETERKAITAN DESA KOTA
Kabupaten Banyumas merupakan salah satu kabupaten yang mengalami urbanisasi wilayah yang ditandai oleh perkembangan kawasan perkotaan yang massif di wilayahnya. Pada tahun 2019 kab...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
ANALISA DERAJAT KESEHATAN DI KOTA MALANG
ANALISA DERAJAT KESEHATAN DI KOTA MALANG
Perencanaan kesehatan bermaksud merumuskan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan pada masa mendatang untuk meningkatkan derajat kesehatan. Tujuan dari kegiatan Analisa Derajat Kesehat...
EDUKASI PADA KADER LANSIA TENTANG HIPERTENSI DAN CARA PENGUKURAN TEKANAN DARAH
EDUKASI PADA KADER LANSIA TENTANG HIPERTENSI DAN CARA PENGUKURAN TEKANAN DARAH
Abstract Prevalensi klien hipertensi di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2017 sebanyak 18.966 kasus dan pada tahun 2018 sebanyak 23.649 kasus. Jumlah kasus baru hipertensi pad...
HARIJADI KABUPATEN PEKALONGAN
HARIJADI KABUPATEN PEKALONGAN
Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu dari Daerah Tingkat II diantara 29 kabupaten dan 6 kota yang berada di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Pekalongan memiliki predika...

Back to Top