Javascript must be enabled to continue!
SISTEM DEMOKRASI PANCASILA DAN RELEVANSINYA TERHADAP KAMPANYE PILPRES 2019 DI INDONESIA
View through CrossRef
AbstrakDemokrasi merupakan salah satu tatanan hidup bersama (Dewantara. 2017:23). Tatanan hidup bersama yang berbentuk demokrasi, telah diterapkan di berbagai negara termasuk di Indonesia. Negara demokrasi dipahami sebagai sistem kepemerintahan yang dijalankan oleh pemerintah yang berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.Indonesia menerapkan sistem demokrasi Pancasila. Berbeda dengan apa yang telah disampaikan oleh Plato mengenai konsep demokrasi yang tidak ideal karena tanpa hukum. Demokrasi Pancasila merupakan demokrasi yang dijiwai oleh nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, sebagaimana tercantum dalam butir-butir Pancasila. Sebagaimana dikatakan oleh Soekarno dalam Dewantara (2017:35) bahwa demokrasi pancasila merupakan demokrasi “semua untuk semua”. Demokrasi Pancasila sebagaimana dimaksudkan oleh Soekarno, yaitu bertujuan memfasilitasi seluruh kepentingan warga negara Indonesia melalui musyawarah dan bukan melalui kuantitas atau mayoritas.Demokrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu “demokratia”. Kata tersebut berasal dari dua suku kata yaitu : demos yang artinya rakyat dan krastos yang berarti kekuasaan/kekuatan. Bersararkan arti kata demokrasi, dapat dipahami bahwa kekuatan atau kekuasaan berada di tangan rakyat.Pemerintah yang saat ini berkuasa adalah mereka yang telah memenangkan pemilu dan dikehendaki oleh rakyat. Pemilu dilaksanakan dengan proses yang panjang dan juga dengan kampanye. Berbicara mengenai kampanye di Indonesia, tentunya tidak bisa terlepas dari undang-undang yang berlaku. Dalam kaitannya dengan hal ini, penulis mengacu pada UU RI No. 23 Tahun 2003 tentang Undang-undang Pemilihan Presiden. Dalam undang-undang tersebut dijelaskan bahwa kampanye dilaksankan 30 hari sebelum pemilu dan berakhir pada 3 hari sebelum dilangsungkannya pemungutan suara.Alangkah baiknya bila mana kampanye dilaksankan sebagaimana maksudnya yaitu untuk memperkenalkan calon-calon presiden beserta visi-misinya, bukannya saling serang dan memberikan suguhan yang tidak edukatif.
Title: SISTEM DEMOKRASI PANCASILA DAN RELEVANSINYA TERHADAP KAMPANYE PILPRES 2019 DI INDONESIA
Description:
AbstrakDemokrasi merupakan salah satu tatanan hidup bersama (Dewantara.
2017:23).
Tatanan hidup bersama yang berbentuk demokrasi, telah diterapkan di berbagai negara termasuk di Indonesia.
Negara demokrasi dipahami sebagai sistem kepemerintahan yang dijalankan oleh pemerintah yang berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.
Indonesia menerapkan sistem demokrasi Pancasila.
Berbeda dengan apa yang telah disampaikan oleh Plato mengenai konsep demokrasi yang tidak ideal karena tanpa hukum.
Demokrasi Pancasila merupakan demokrasi yang dijiwai oleh nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, sebagaimana tercantum dalam butir-butir Pancasila.
Sebagaimana dikatakan oleh Soekarno dalam Dewantara (2017:35) bahwa demokrasi pancasila merupakan demokrasi “semua untuk semua”.
Demokrasi Pancasila sebagaimana dimaksudkan oleh Soekarno, yaitu bertujuan memfasilitasi seluruh kepentingan warga negara Indonesia melalui musyawarah dan bukan melalui kuantitas atau mayoritas.
Demokrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu “demokratia”.
Kata tersebut berasal dari dua suku kata yaitu : demos yang artinya rakyat dan krastos yang berarti kekuasaan/kekuatan.
Bersararkan arti kata demokrasi, dapat dipahami bahwa kekuatan atau kekuasaan berada di tangan rakyat.
Pemerintah yang saat ini berkuasa adalah mereka yang telah memenangkan pemilu dan dikehendaki oleh rakyat.
Pemilu dilaksanakan dengan proses yang panjang dan juga dengan kampanye.
Berbicara mengenai kampanye di Indonesia, tentunya tidak bisa terlepas dari undang-undang yang berlaku.
Dalam kaitannya dengan hal ini, penulis mengacu pada UU RI No.
23 Tahun 2003 tentang Undang-undang Pemilihan Presiden.
Dalam undang-undang tersebut dijelaskan bahwa kampanye dilaksankan 30 hari sebelum pemilu dan berakhir pada 3 hari sebelum dilangsungkannya pemungutan suara.
Alangkah baiknya bila mana kampanye dilaksankan sebagaimana maksudnya yaitu untuk memperkenalkan calon-calon presiden beserta visi-misinya, bukannya saling serang dan memberikan suguhan yang tidak edukatif.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
BOOK REVIEW : PANCASILA DASAR NEGARA PARIPURNA
BOOK REVIEW : PANCASILA DASAR NEGARA PARIPURNA
Book Pancasila Dasar Negara Paripurna is the work of Prof. Dr. Tukiran Taniredja, MM and Prof. Dr. Suyahmo, M.Si. that was written to commemorate and make all Indonesian people awa...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
KONSEP SYŪRĀ MENURUT YŪSUF AL-QARAḍĀWĪ DAN RELEVAN SINYA DENGAN SISTEM DEMOKRASI PANCASILA DI INDONESIA
KONSEP SYŪRĀ MENURUT YŪSUF AL-QARAḍĀWĪ DAN RELEVAN SINYA DENGAN SISTEM DEMOKRASI PANCASILA DI INDONESIA
Syūrā merupakan bagian dari prinsip dalam sistem masyarakat dan pemerintahan Islam. Salah satu ulama yang concern membicarakan sistem syūrā adalah Yūsuf Al-Qaraḍāwī. Pemikiran Yūsu...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...

