Javascript must be enabled to continue!
Potensi Kurkumin pada Kunyit (Curcuma Longa sp.) dalam Penatalaksanaan Malaria
View through CrossRef
Penyakit malaria adalah salah satu penyakit endemis mematikan di dunia yang ada di beberapa wilayah tropis seperti Asia. Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit dari genus “Plasmodiumâ€. Parasit tersebut ditularkan melalui gigitan dari nyamuk Anopheles betina. Berbagai obat konvensional anti-malaria seperti klorokuin, sulfadoksin, kina dan artemisinin telah menunjukkan resistensinya, sehingga diperlukan obat alternatif baru. Di Indonesia, beberapa wilayah endemis malaria seperti Jambi dan Maluku menggunakan obat tradisional bahan tanaman kunyit sebagai anti-malaria. Curcuma longa atau kunyit mengandung senyawa kurkumin yang memiliki campuran dari tiga kurkuminoid, yaitu kurkumin (77%), bisdemethoxycurcumin (3%), dan demethoxycurcumin (17%) dan memiliki beberapa target senyawa aktif. Contoh dari target senyawa aktif dari kurkumin yaitu CD36 yang dapat meningkatkan fagositosis eritrosit yang telah terinfeksi parasit dan PfGCN5 yang menginduksi kerusakan pada DNA akibat parasit malaria. Studi in-vitro dan in-vivo dari kurkumin menunjukkan hasil yang positif, pada in-vivo kurkumin sebagai anti-oksidan mengurangi parasitemia darah hingga 80–90%. Berdasarkan studi tersebut kunyit sangat berpotensi dalam tata laksana anti-malaria di masa depan.
Title: Potensi Kurkumin pada Kunyit (Curcuma Longa sp.) dalam Penatalaksanaan Malaria
Description:
Penyakit malaria adalah salah satu penyakit endemis mematikan di dunia yang ada di beberapa wilayah tropis seperti Asia.
Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit dari genus “Plasmodiumâ€.
Parasit tersebut ditularkan melalui gigitan dari nyamuk Anopheles betina.
Berbagai obat konvensional anti-malaria seperti klorokuin, sulfadoksin, kina dan artemisinin telah menunjukkan resistensinya, sehingga diperlukan obat alternatif baru.
Di Indonesia, beberapa wilayah endemis malaria seperti Jambi dan Maluku menggunakan obat tradisional bahan tanaman kunyit sebagai anti-malaria.
Curcuma longa atau kunyit mengandung senyawa kurkumin yang memiliki campuran dari tiga kurkuminoid, yaitu kurkumin (77%), bisdemethoxycurcumin (3%), dan demethoxycurcumin (17%) dan memiliki beberapa target senyawa aktif.
Contoh dari target senyawa aktif dari kurkumin yaitu CD36 yang dapat meningkatkan fagositosis eritrosit yang telah terinfeksi parasit dan PfGCN5 yang menginduksi kerusakan pada DNA akibat parasit malaria.
Studi in-vitro dan in-vivo dari kurkumin menunjukkan hasil yang positif, pada in-vivo kurkumin sebagai anti-oksidan mengurangi parasitemia darah hingga 80–90%.
Berdasarkan studi tersebut kunyit sangat berpotensi dalam tata laksana anti-malaria di masa depan.
Related Results
Potensi Senyawa Kurkumin Tanaman Kunyit (Curcuma longa L.) sebagai Antioksidan untuk Menurunkan Perkembangan Sel Kanker
Potensi Senyawa Kurkumin Tanaman Kunyit (Curcuma longa L.) sebagai Antioksidan untuk Menurunkan Perkembangan Sel Kanker
Kanker telah menjadi salah satu penyakit penyebab utama kematian di negara-negara industri. Salah satu hal yang memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan sel kanker adalah a...
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL RIMPANG KUNYIT (Curcuma longa L.) TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Pseudomonas aeruginosa
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL RIMPANG KUNYIT (Curcuma longa L.) TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Pseudomonas aeruginosa
ABSTRAK
Kunyit (Curcuma longa L.) merupakan salah satu jenis tanaman obat yang termasuk dalam keluarga Zingiberaceae. Senyawa aktif yang terkandung dalam rimpang kunyit (Curc...
Impact And Acceptability of Seasonal Malaria Chemoprevention (SMC) And Pharmacovigilance Campaign Among Under-Five Children In Nigeria: An Explanatory Study
Impact And Acceptability of Seasonal Malaria Chemoprevention (SMC) And Pharmacovigilance Campaign Among Under-Five Children In Nigeria: An Explanatory Study
Globally, an estimated 249 million malaria cases occurred in 2022, leading to 608,000 malaria deaths in a single year. Malaria is one of the most severe public health problems, wit...
Shifts in Indonesia’s malaria landscape: an analysis of 2010-2019 routine surveillance data
Shifts in Indonesia’s malaria landscape: an analysis of 2010-2019 routine surveillance data
Abstract
Background
Indonesia faces challenges in achieving its goal of eliminating malaria by 2030, with cases stagnating betw...
Efektivitas Senyawa Kurkumin pada Kunyit (Curcuma longa) terhadap Pencegahan Retinopati Diabetik
Efektivitas Senyawa Kurkumin pada Kunyit (Curcuma longa) terhadap Pencegahan Retinopati Diabetik
Retinopati diabetik adalah salah satu penyebab kebutaan permanen yang terjadi pada dewasa usia pekerja. Penyakit yang merupakan komplikasi dari diabetes melitus ini berkembang pada...
Pengaruh Suhu Terhadap Kadar Air Dan Aktivitas Air Dalam Bahan Pada Kunyit (Curcuma Longa) Dengan Alat Pengering Electrical Oven
Pengaruh Suhu Terhadap Kadar Air Dan Aktivitas Air Dalam Bahan Pada Kunyit (Curcuma Longa) Dengan Alat Pengering Electrical Oven
Kunyit merupakan tanaman obat berupa semak dan bersifat tahunan (parenial). Kandungan air yang cukup tinggi membuat kunyit harus diolah sebelum disimpan dalam jangka waktu yang lam...
Pembuatan Jamu Instan Kunyit Asem di Kader Remaja Puskesmas Bangun Galih, Tegal
Pembuatan Jamu Instan Kunyit Asem di Kader Remaja Puskesmas Bangun Galih, Tegal
Gaya hidup “back to nature” semakin berkembang dan diminati oleh masyarakat. Salah satu tanaman herbal yang umum dikonsumsi oleh masyarakat adalah kunyit. Kunyit (Curcuma longa L...
Malariology (A Continuing Education Activity)
Malariology (A Continuing Education Activity)
Malariology is the scientific study of Malaria. Malaria is a life-threatening disease caused by parasites that are transmitted to people through the bites of infected female Anophe...

