Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

REPRESENTASI PERAN GENDER PADA KARAKTER ANAK DALAM FILM ANIMASI STUDIO GHIBLI MY NEIGHBOR TOTORO

View through CrossRef
Film My Neighbor Totoro merupakan film animasi yang menceritakan kehidupan dua bersaudara perempuan yaitu Satsuki dan Mei Kusakabe bersama teman roh hutan mereka yang dikenal sebagai Totoro. Meskipun film ini dirilis tahun 1988, namun kisah di dalamnya sangat kental dengan budaya yang menggambarkan potret peran gender pada masa tersebut. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui representasi peran gender tradisional pada karakter anak perempuan dan anak laki – laki, nilai femininitas serta maskulinits pada film. Metode Penelitian: Penelitian dilakukan menggunakan metodologi kualitatif dengan metode analisis semiotika John Fiske. Peneliti melakukannya melalui tiga tahap yaitu pengkodean level realitas, level representasi dan level ideologi untuk memahami makna pesan pada tayangan film. Hasil penelitian: Penelitian menunjukkan bahwa karakter anak perempuan merepresentasikan peran gender tradisional yang berkaitan dengan kegiatan pengasuhan dan pekerjaan domestik rumah tangga. Sementara itu, karakter anak laki-laki merepresentasikan peran gender tradisional yang berhubungan dengan kegiatan perolehan kekayaan. Pada film My Neighbor Totoro juga diketahui bahwa karakter anak perempuan dan anak laki-laki saling merepresentasikan femininitas dan maskulinitas melalui kelakuan, penampilan, keadaan lingkungan, dan ucapan dalam film. Kesimpulan: Film ini menggambarkan bahwa perempuan dan laki-laki dapat melakukan peran ganda. Perempuan dapat melakukan peran gender tradisional perempuan dan laki-laki, menerapkan sikap femininitas dan maskulinitas dalam waktu yang bersamaan, demikian juga laki-laki yang dapat berperan dalam perolehan kekayaan sekaligus membantu pekerjaan domestik rumah tangga serta berperilaku sesuai nilai femininitas seperti menunjukan kepedulian dan kasih sayang terhadap keluarga tanpa mengurangi maskulinitas yang ia miliki.Kata kunci: media massa, peran gender tradisional, femininitas, maskulinitas, anak-anak
Title: REPRESENTASI PERAN GENDER PADA KARAKTER ANAK DALAM FILM ANIMASI STUDIO GHIBLI MY NEIGHBOR TOTORO
Description:
Film My Neighbor Totoro merupakan film animasi yang menceritakan kehidupan dua bersaudara perempuan yaitu Satsuki dan Mei Kusakabe bersama teman roh hutan mereka yang dikenal sebagai Totoro.
Meskipun film ini dirilis tahun 1988, namun kisah di dalamnya sangat kental dengan budaya yang menggambarkan potret peran gender pada masa tersebut.
Tujuan Penelitian: untuk mengetahui representasi peran gender tradisional pada karakter anak perempuan dan anak laki – laki, nilai femininitas serta maskulinits pada film.
Metode Penelitian: Penelitian dilakukan menggunakan metodologi kualitatif dengan metode analisis semiotika John Fiske.
Peneliti melakukannya melalui tiga tahap yaitu pengkodean level realitas, level representasi dan level ideologi untuk memahami makna pesan pada tayangan film.
Hasil penelitian: Penelitian menunjukkan bahwa karakter anak perempuan merepresentasikan peran gender tradisional yang berkaitan dengan kegiatan pengasuhan dan pekerjaan domestik rumah tangga.
Sementara itu, karakter anak laki-laki merepresentasikan peran gender tradisional yang berhubungan dengan kegiatan perolehan kekayaan.
Pada film My Neighbor Totoro juga diketahui bahwa karakter anak perempuan dan anak laki-laki saling merepresentasikan femininitas dan maskulinitas melalui kelakuan, penampilan, keadaan lingkungan, dan ucapan dalam film.
Kesimpulan: Film ini menggambarkan bahwa perempuan dan laki-laki dapat melakukan peran ganda.
Perempuan dapat melakukan peran gender tradisional perempuan dan laki-laki, menerapkan sikap femininitas dan maskulinitas dalam waktu yang bersamaan, demikian juga laki-laki yang dapat berperan dalam perolehan kekayaan sekaligus membantu pekerjaan domestik rumah tangga serta berperilaku sesuai nilai femininitas seperti menunjukan kepedulian dan kasih sayang terhadap keluarga tanpa mengurangi maskulinitas yang ia miliki.
Kata kunci: media massa, peran gender tradisional, femininitas, maskulinitas, anak-anak.

Related Results

ESTETIKA ANIMASI: KONSEP DAN GAYA ANIMASI BUL
ESTETIKA ANIMASI: KONSEP DAN GAYA ANIMASI BUL
Animasi berjudul Bul adalah karya animasi terbaik kategori film animasi 2 Dimensi dalam lomba Animafest Film Animasi di MNCTV. Animasi ini diproduksi oleh salah satu studio animasi...
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Abstract. Based on the PISA report which was just released 2019, Indonesia's reading score is ranked 72 out of 77 countries (liputan6.com,2019). This condition shows the poor inter...
The ‘Totoro Meme’ and the politics of transfandom pleasure
The ‘Totoro Meme’ and the politics of transfandom pleasure
This article is an exploration of the ‘Totoro meme’ as a site of affective, transfandom pleasure. In the Totoro meme, Japanese and non-Japanese fans alike appropriate the now-iconi...
Representasi Nilai Moral dalam Film Animasi Si Kancil dan Buaya
Representasi Nilai Moral dalam Film Animasi Si Kancil dan Buaya
Dalam menginternalisasikan dan meningkatkan nilai-nilai moral pada anak sejak dini ada banyak strategi yang bisa dilakukan salah satunya adalah mengarahkan anak pada tontonan film ...
ANALISIS NILAI KARAKTER BAGI ANAK-ANAK PADA SERIAL ANIMASI RIKO THE SERIES
ANALISIS NILAI KARAKTER BAGI ANAK-ANAK PADA SERIAL ANIMASI RIKO THE SERIES
Semakin merosotnya karakter yang dimiliki oleh anak-anak bangsa sekarang, untuk mengatasi kemrosotan karakter yaitu dengan menggunakan media film. Salah satunya yaitu film animasi ...
PEMBINAAN KARAKTER REMAJA KRISTEN
PEMBINAAN KARAKTER REMAJA KRISTEN
Sepanjang sejarah Alkitab khususnya dalam Perjanjian Baru menunjukkan bahwa Tuhan Yesus banyak memakai dan melibatkan anak-anak dalam pengajaran dan pelayanan-Nya ini membuktikan b...
PENGGUNAAN SEMIOTIKA DALAM FILM ANIMASI “SINGA DAN TIKUS” YANG DITUJUKAN UNTUK ANAK-ANAK
PENGGUNAAN SEMIOTIKA DALAM FILM ANIMASI “SINGA DAN TIKUS” YANG DITUJUKAN UNTUK ANAK-ANAK
Animasi kini fleksibel karena animasi disesuaikan dengan kemajuan teknologi yang ada. Animasi merupakan media yang dapat dilihat dimana saja saat ini, tentunya hal ini juga terkait...
Karakter Tokoh Hayam Wuruk
Karakter Tokoh Hayam Wuruk
Majapahit adalah salah satu kerajaan terbesar yang ada di bumi nusantara yang berdiri sekitar tahun 1293 hingga 1500 M. Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaan di era kepemimpi...

Back to Top