Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Algoritma Youtube: Eksploitasi Digital Labour Kanal Atta Halilintar dalam Platform Capitalism Indonesia

View through CrossRef
Studi ini mengkaji eksploitasi tenaga kerja digital dalam ekonomi platform YouTube melalui studi kasus kanal “AH” milik Atta Halilintar, kreator dengan lebih dari 31 juta pengikut. Meskipun menghasilkan pendapatan miliaran rupiah dan sering diposisikan sebagai simbol keberhasilan ekonomi kreator, kasus ini menunjukkan adanya mekanisme eksploitasi sistematis dalam struktur kapitalisme platform. Penelitian ini menggunakan reformulasi Labour Process Theory dari Nicole Cohen dan kerangka platform capitalism dari Nick Srnicek untuk menganalisis bagaimana YouTube mengekstraksi nilai melalui dua mekanisme utama, yaitu eksploitasi creative labour melalui sistem bagi hasil yang tidak seimbang serta eksploitasi data perilaku pengguna yang tidak dikompensasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus kanal "AH" milik Atta Halilintar sebagai representasi mega-creator dalam ekosistem YouTube Indonesia. Data dikumpulkan melalui analisis isi (content analysis) terhadap 30 video yang dipilih secara purposive pada periode Januari 2023 hingga Desember 2024, dan dianalisis menggunakan kerangka platform capitalism serta Labour Process Theory. Hasil analisis mengungkap keberadaan invisible labour yang mencakup riset konten, pekerjaan teknis, pengelolaan komunitas, serta kerja emosional yang tidak dihitung dalam skema monetisasi platform. Selain itu, kebebasan kreatif yang dimiliki kreator justru berfungsi sebagai mekanisme disiplin algoritmik yang mengarahkan produksi konten untuk kepentingan profitabilitas platform. Narasi kesuksesan kreator berperan sebagai instrumen ideologis yang mendorong aspirational labour massal di kalangan generasi muda Indonesia, meskipun hanya sebagian kecil kreator yang mencapai monetisasi berkelanjutan. Temuan ini menegaskan relevansi perspektif ekonomi politik Marxis dalam memahami relasi kerja digital kontemporer serta implikasinya bagi regulasi dan keadilan ekonomi kreator di Indonesia.
Title: Algoritma Youtube: Eksploitasi Digital Labour Kanal Atta Halilintar dalam Platform Capitalism Indonesia
Description:
Studi ini mengkaji eksploitasi tenaga kerja digital dalam ekonomi platform YouTube melalui studi kasus kanal “AH” milik Atta Halilintar, kreator dengan lebih dari 31 juta pengikut.
Meskipun menghasilkan pendapatan miliaran rupiah dan sering diposisikan sebagai simbol keberhasilan ekonomi kreator, kasus ini menunjukkan adanya mekanisme eksploitasi sistematis dalam struktur kapitalisme platform.
Penelitian ini menggunakan reformulasi Labour Process Theory dari Nicole Cohen dan kerangka platform capitalism dari Nick Srnicek untuk menganalisis bagaimana YouTube mengekstraksi nilai melalui dua mekanisme utama, yaitu eksploitasi creative labour melalui sistem bagi hasil yang tidak seimbang serta eksploitasi data perilaku pengguna yang tidak dikompensasi.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus kanal "AH" milik Atta Halilintar sebagai representasi mega-creator dalam ekosistem YouTube Indonesia.
Data dikumpulkan melalui analisis isi (content analysis) terhadap 30 video yang dipilih secara purposive pada periode Januari 2023 hingga Desember 2024, dan dianalisis menggunakan kerangka platform capitalism serta Labour Process Theory.
Hasil analisis mengungkap keberadaan invisible labour yang mencakup riset konten, pekerjaan teknis, pengelolaan komunitas, serta kerja emosional yang tidak dihitung dalam skema monetisasi platform.
Selain itu, kebebasan kreatif yang dimiliki kreator justru berfungsi sebagai mekanisme disiplin algoritmik yang mengarahkan produksi konten untuk kepentingan profitabilitas platform.
Narasi kesuksesan kreator berperan sebagai instrumen ideologis yang mendorong aspirational labour massal di kalangan generasi muda Indonesia, meskipun hanya sebagian kecil kreator yang mencapai monetisasi berkelanjutan.
Temuan ini menegaskan relevansi perspektif ekonomi politik Marxis dalam memahami relasi kerja digital kontemporer serta implikasinya bagi regulasi dan keadilan ekonomi kreator di Indonesia.

Related Results

SIMULASI MODEL HIDROLIKA DALAM MANAJEMEN TATA KELOLA AIR UNTUK MITIGASI KEBAKARAN LAHAN GAMBUT
SIMULASI MODEL HIDROLIKA DALAM MANAJEMEN TATA KELOLA AIR UNTUK MITIGASI KEBAKARAN LAHAN GAMBUT
Kebakaran hutan dan lahan gambut mengakibatkan bencana asap yangmengancam aspek-aspek kehidupan manusia pada tingkat lokal, nasional,regional, bahkan global. Hilangnya vegetasi dan...
Perencanaan Kanal Tano Ponggol Sebagai Kawasan Ekowisata di Kabupaten Samosir
Perencanaan Kanal Tano Ponggol Sebagai Kawasan Ekowisata di Kabupaten Samosir
Kanal Tano Ponggol merupakan satu-satunya kanal yang terdapat di Kabupaten Samosir yang memiliki peran penting dulunya hingga saat ini. Kanal ini memisahkan pulau Sumatera dan Pula...
ARTIKEL ALGORITMA PEMROGRAMAN SERI MINTA UBA HASIBUAN
ARTIKEL ALGORITMA PEMROGRAMAN SERI MINTA UBA HASIBUAN
Algoritma merupakan akar dari sebuah sistem yang terbentuk dalam dunia pemrograman.Melalui serangkaian cara yang masuk akal dan teratur, sebuah algoritma dapat menyelesaikan suatu ...
A COMPARATIVE STUDY OF CAPITALISM: MAX WEBER AND MILTON FRIEDMAN
A COMPARATIVE STUDY OF CAPITALISM: MAX WEBER AND MILTON FRIEDMAN
Purpose- The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism," and Milton Friedman's influential book, "Capitalism and Freedom," offer valuable insights into the intricate relationsh...
Access Denied
Access Denied
Introduction As social-distancing mandates in response to COVID-19 restricted in-person data collection methods such as participant observation and interviews, researchers turned t...
Capitalism as religion: From Max Weber to Giorgio Agamben through Walter Benjamin
Capitalism as religion: From Max Weber to Giorgio Agamben through Walter Benjamin
The article, based on the work “Protestant Ethics and the Spirit of Capitalism” explores the concept of «capitalism» by Max Weber, as well as a critique of capitalism itself based ...
Perbandingan Kinerja Algoritma Naïve Bayes Dan C.45 Dalam Klasifikasi Spam Email
Perbandingan Kinerja Algoritma Naïve Bayes Dan C.45 Dalam Klasifikasi Spam Email
Antispam dengan algoritma tertentu yang dapat memisahkan antara spam-mail dengan non spam mail. Perbandingan kinerja antara algoritma naïve bayes, dan decision tree yang memakai al...
RANCANG BANGUN ANTENA BICONICAL UHF UNTUK APLIKASI KANAL TV
RANCANG BANGUN ANTENA BICONICAL UHF UNTUK APLIKASI KANAL TV
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemukan sinyal lemah yang diterima oleh sebuah antena TV yang menyebabkan gambar tidak jelas. Untuk mengatasi masalah tersebut, kita haru...

Back to Top