Javascript must be enabled to continue!
EVALUASI RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA WATER TREATMENT PLANT MENGGUNAKAN METODE BOWTIE
View through CrossRef
Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM MIGAS) merupakan instansi pemerintah dibawah naungan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral. Dalam kegiatan operasionalnya, khususnya di Water Treatment Plant (WTP), aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi prioritas utama. Setiap stasiun kerja seperti pompa submersible, bak YAP, bak gravitasi, bak filter, bak CPI, dan bak industri memiliki potensi bahaya yang perlu diidentifikasi dan dikendalikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menganalisis tingkat risiko menggunakan metode Bowtie, serta memberikan rekomendasi perbaikan. Analisis dilakukan melalui observasi, kuesioner, dan perhitungan Importance Index (IMPI). Hasil penelitian menunjukkan tiga potensi bahaya tertinggi yaitu area bak yang tidak memiliki pagar dengan nilai IMPI 75%, area bak tidak steril dengan nilai IMPI 78% dan area bak berlumut dengan nilai IMPI 69% yang dikategorikan sebagai risiko tinggi. Penelitian ini memberikan usulan tindakan pencegahan untuk mengurangi dampak risiko terhadap keselamatan operator, sekaligus menjadi acuan peningkatan K3 di lingkungan PPSDM MIGAS.
Title: EVALUASI RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA WATER TREATMENT PLANT MENGGUNAKAN METODE BOWTIE
Description:
Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM MIGAS) merupakan instansi pemerintah dibawah naungan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Dalam kegiatan operasionalnya, khususnya di Water Treatment Plant (WTP), aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi prioritas utama.
Setiap stasiun kerja seperti pompa submersible, bak YAP, bak gravitasi, bak filter, bak CPI, dan bak industri memiliki potensi bahaya yang perlu diidentifikasi dan dikendalikan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menganalisis tingkat risiko menggunakan metode Bowtie, serta memberikan rekomendasi perbaikan.
Analisis dilakukan melalui observasi, kuesioner, dan perhitungan Importance Index (IMPI).
Hasil penelitian menunjukkan tiga potensi bahaya tertinggi yaitu area bak yang tidak memiliki pagar dengan nilai IMPI 75%, area bak tidak steril dengan nilai IMPI 78% dan area bak berlumut dengan nilai IMPI 69% yang dikategorikan sebagai risiko tinggi.
Penelitian ini memberikan usulan tindakan pencegahan untuk mengurangi dampak risiko terhadap keselamatan operator, sekaligus menjadi acuan peningkatan K3 di lingkungan PPSDM MIGAS.
Related Results
VARIABEL KECELAKAAN KERJA PROYEK UNDERPASS- STUDI KASUS UNDERPASS BULAK KAPAL BEKASI
VARIABEL KECELAKAAN KERJA PROYEK UNDERPASS- STUDI KASUS UNDERPASS BULAK KAPAL BEKASI
Suatu proyek konstruksi memiliki kemungkinan terjadinya risiko kecelakaan kerja sehingga perlu adanya sistem keselamatan kerja konstruksi. Kecelakaan kerja pada proyek konstruksi d...
Analisis Manajemen Risiko Konstruksi Pada Proyek Konstruksi Bendungan Berdasarkan Konsep ISO 31000:2018
Analisis Manajemen Risiko Konstruksi Pada Proyek Konstruksi Bendungan Berdasarkan Konsep ISO 31000:2018
Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbanyak ke empat di dunia dan hal ini menjadi tantangan pemerintah dalam membangun infrastruktur yang memadai. Salah satu program pemer...
Manajemen Risiko Usaha Jamur Tiram CV. Citra Nusa Prima dengan Pendekatan Enterprise Risk Management
Manajemen Risiko Usaha Jamur Tiram CV. Citra Nusa Prima dengan Pendekatan Enterprise Risk Management
Jamur tiram merupakan komoditas pertanian yang rentan terkena risiko. Sumber utama risiko yaitu pada produksi, sumber daya manusia, dan pasar. Risiko yang terjadi belum menjadi per...
Kajian Karakteristik Lalu-Lintas Di Jalan Tol Serta Korelasi Dengan Pola Kecelakaan
Kajian Karakteristik Lalu-Lintas Di Jalan Tol Serta Korelasi Dengan Pola Kecelakaan
Penelitian ini dilakukan dengan membagi rumusan masalah menjadi 2 bagian yaitu bagaimana karakteristik lalu lintas (arus, kecepatan, dan kepadatan) di jalan Tol Jagorawi arah Bogor...
ANALISIS DAERAH RAWAN KECELAKAAN DI KABUATEN KEBUMEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANGKA EKIVALEN KECELAKAAN (AEK) DAN UPPER CONTROL LIMIT (UCL) (STUDI KASUS RUAS JALAN KUTOWINANGUN KM 9 – KM 15)
ANALISIS DAERAH RAWAN KECELAKAAN DI KABUATEN KEBUMEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANGKA EKIVALEN KECELAKAAN (AEK) DAN UPPER CONTROL LIMIT (UCL) (STUDI KASUS RUAS JALAN KUTOWINANGUN KM 9 – KM 15)
Kecelakaan lalu lintas adalah masalah yang membutuhkan penanganan serius, sesuatu yang bersifat acak dan tentunya ingin selalu dihindari oleh setiap pengguna jalan namun terkadang ...
Identifikasi Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja Meggunakan Metode HIRARC di PT Ahmad Aris
Identifikasi Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja Meggunakan Metode HIRARC di PT Ahmad Aris
Pada penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi risiko keselamatan dan kesehatan kerja yang ada pada bagian produksi kasa di PT Ahmadaris. PT Ahmadaris adalah salah satu perus...
Konsep Dasar Kesehatan dan Keselamatan Kerja ( K3 ) dalam Asuhan Keperawatan
Konsep Dasar Kesehatan dan Keselamatan Kerja ( K3 ) dalam Asuhan Keperawatan
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan upaya untuk menciptakan suasana bekerja yang aman, nyaman dan untuk mencapai tujuan yang produktivitas setinggi-tingginya. Kesehatan...
Konsep Dasar Kesehatan dan Keselamatan Kerja ( K3 ) dalam Asuhan Keperawatan
Konsep Dasar Kesehatan dan Keselamatan Kerja ( K3 ) dalam Asuhan Keperawatan
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan upaya untuk menciptakan suasana bekerja yang aman, nyaman dan untuk mencapai tujuan yang produktivitas setinggi-tingginya. Kesehatan...

