Javascript must be enabled to continue!
KAFIR DALAM AL-QUR’AN
View through CrossRef
Tulisan ini membahas pandangan Mahmud Yunus terkait makna ‘kafir’ dalam Tafsir Al-Qur’an Al-Karim. Dengan menggunakan penelitian library research dan pengolahan data menggunakan deskriptif-analitik, menjadi jelas bahwa konteks sosio-historis memberikan pengaruh yang besar bagi Mahmud Yunus dalam memahami teks Al-Qur’an, khususnya berkaitan dengan makna kafir. Dalam tafsirnya Mahmud Yunus menafsirkan kafir dengan melihat perilaku dan keseharian masyarakat Indonesia. Misalnya ketika menafsirkan surah an-Nahl/16: 112 ia mengatakan orang kafir yaitu siapa pun yang tidak berterima kasih kepada Allah. Ia mengontekskan ayat ini dengan negeri-negeri kaya yang memiliki kebun karet di Indonesia. Karena tidak berterima kasih kepada Allah, diturunkanlah balasan berupa turunnya harga jual karet. Dalam ayat lain surah at-Taubah/9: 107 yang disebut kafir yaitu mendirikan masjid dengan niat memecah belah umat. Berbeda dengan sarjana lain, dalam menafsirkan Al-Qur’an Mahmud Yunus mengesampingkan sejarah kata kafir pra-Islam. Di sisi lain, terlihat juga subjektivitasnya terkait pemaknaan kata kafir.
Title: KAFIR DALAM AL-QUR’AN
Description:
Tulisan ini membahas pandangan Mahmud Yunus terkait makna ‘kafir’ dalam Tafsir Al-Qur’an Al-Karim.
Dengan menggunakan penelitian library research dan pengolahan data menggunakan deskriptif-analitik, menjadi jelas bahwa konteks sosio-historis memberikan pengaruh yang besar bagi Mahmud Yunus dalam memahami teks Al-Qur’an, khususnya berkaitan dengan makna kafir.
Dalam tafsirnya Mahmud Yunus menafsirkan kafir dengan melihat perilaku dan keseharian masyarakat Indonesia.
Misalnya ketika menafsirkan surah an-Nahl/16: 112 ia mengatakan orang kafir yaitu siapa pun yang tidak berterima kasih kepada Allah.
Ia mengontekskan ayat ini dengan negeri-negeri kaya yang memiliki kebun karet di Indonesia.
Karena tidak berterima kasih kepada Allah, diturunkanlah balasan berupa turunnya harga jual karet.
Dalam ayat lain surah at-Taubah/9: 107 yang disebut kafir yaitu mendirikan masjid dengan niat memecah belah umat.
Berbeda dengan sarjana lain, dalam menafsirkan Al-Qur’an Mahmud Yunus mengesampingkan sejarah kata kafir pra-Islam.
Di sisi lain, terlihat juga subjektivitasnya terkait pemaknaan kata kafir.
Related Results
Kafir dan Mukmin dalam Perspektif Tasawuf Akhlâqî Al-Ghazali
Kafir dan Mukmin dalam Perspektif Tasawuf Akhlâqî Al-Ghazali
Accusing someone who has a different understanding as a kâfir happens frequently these last several days. The people use to accuse mu’min as a kâfir event he still do praying, fast...
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
Al-Qur’an is the Final divine revelation sent down to the Final Messenger of God, the Prophet Muhammad (PBUH). Allah SWT is the creator of all humankind, Jinns, and all creatures...
Tahfiz Al-Qur’an dalam Perspektif Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Ar-Raniry Periode 2013-2015
Tahfiz Al-Qur’an dalam Perspektif Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Ar-Raniry Periode 2013-2015
This study aims to find out how the views of students of the study program of al-Qur'an and Tafsir of the year among 2013-2015 on the subject of tahfiz al-Qur'an . This research is...
Pelatihan Baca Tulis Al-Qur'an di TK/TPA Masjid Nurul Ikhsan Dusun Idaman
Pelatihan Baca Tulis Al-Qur'an di TK/TPA Masjid Nurul Ikhsan Dusun Idaman
Al-Qur’an adalah kitab suci ummat manusia merupakan sumber utama ajaran islam dan menjadi petunjuk kehidupan manusia karena isinya mencakup segala aspek ajaran agama yang disyariat...
Pelatihan Tahsin Tahfidz Qur’an Di Rumah Tahfidz Qur’an At-Taqwa Masjid At-Taqwa Nusa Mappala Gowa
Pelatihan Tahsin Tahfidz Qur’an Di Rumah Tahfidz Qur’an At-Taqwa Masjid At-Taqwa Nusa Mappala Gowa
The Qur'an is the last holy book for mankind and thereafter no more holy book will be revealed by Allah. Muslims should be proud of the holy book of the Qur'an because the Qur'an i...
HERMENEUTIKA GRAMATIKAL: Telaah Epistemologi Kitab Faidhul Barākat Fī Sab’il Qira’at Karya K.H. Muhamad Arwani bin Muhamad Amin al-Qudsi
HERMENEUTIKA GRAMATIKAL: Telaah Epistemologi Kitab Faidhul Barākat Fī Sab’il Qira’at Karya K.H. Muhamad Arwani bin Muhamad Amin al-Qudsi
Abstract: This article is aiming at revealing the linguistic aspects of the Qur'anic hermeneutics, in which the tradition of Qira'at (various ways of reading Qur’an) in Islam shows...
Teori Pembelajaran Al Qur'an
Teori Pembelajaran Al Qur'an
This article discusses teaching and learning theories as widely discussed in the academic world, namely behavioristic, cognitivistic and constructivist learning theories, but here ...
Proses Komunikasi Instruksional Program Mentoring BTAQ
Proses Komunikasi Instruksional Program Mentoring BTAQ
Abstract. The human need for teaching or learning is fundamental. One form of basic teaching is understanding the Qur'an. To be able to understand the holy book of the Qur'an, of ...

