Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS KESIAPAN BELAJAR SISWA MENJELANG UJIAN AKHIR PADA PESERTA DIDIK KELAS IX MTS AINUS SYAMSI (STUDI KASUS MENURUT TEORI THORNDIKE)
View through CrossRef
AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk : 1) mengetahui bagaimana kesiapan belajar dalam menghadapi ujian akhir pada peserta didik kelas IX MTs Ainus Syamsi, 2) mengetahui penghambat peserta didik dalam menghadapi ujian akhir pada peserta didik kelas IX MTs Ainus Syamsi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pada penelitian ini teknik pemilihan sumber data dilakukan dengan purposive sampling yaitu maximum variation sampling. Penarikan sampel yang dilakukan dengan memilih subjek berdasarkan kriteria spesifik yang ditetapkan peneliti. Peneliti melakukan wawancara mendalam untuk menemukan informasi lebih jelas mengenai peserta didik yang menjadi sampel penelitian. Wawancara mendalam dilakukan dengan orang terdekat, teman kelas ataupun dari guru. Subjek yang diteliti adalah Si N dan Si A. Hasil penelitian diperoleh bahwa peserta didik Si N siap menghadapi ujian. Si N menyiapkan diri dalam menghadapi ujian sebagaimana dalam tiga hukum belajar throndike, sedangkan peserta didik Si A kurang siap menghadapi ujian, hal tersebut dikarenakan karena Si A kurang mempersiapkan diri baik fisik maupun mental dalam menghadapi ujian, Si A sangat jarang masuk sekolah, ia sering bolos dan jarang melakukan latihan dalam menghadapi ujian. Selain itu, keretakan hubungan rumah tangga orang tuanya yang mengakibatkan Si A merasa tidak diperdulikan sehingga tidak menyiapkan diri dalam belajar dan menghadapi ujian. AbstractThe objective of this study is to : 1) find out how the readiness of learning in facing the final examination in class IX MTs Ainus Syamsi students, 2) know the inhibitors of students in facing the final examination in class IX MTs Ainus Syamsi students. This research is a descriptive qualitative research with a case study approach. In this study, the technique of selecting data sources is done by purposive sampling, namely maximum variation sampling. Sampling is done by selecting subjects based on specific criteria set by researcher. Researcher conducted in-depth interviews to find clearer information about students who became the sample of research. In-depth interview are conducted with close friends, classmates or teachers. The subject studied were student N and student A. The results of the study were obtained that student N student is ready for the examination. N prepared himself for the examination as in three Thorndike study laws, while student A are less ready to face the examination, it is because student A is less prepared both physically and mentally in facing in facing examination, student A is rarely in school often misses and rarely examination. In addition, his parents’ broken family ties caused student A to feel left out and unable to prepare for his studies and to face examination.
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Title: ANALISIS KESIAPAN BELAJAR SISWA MENJELANG UJIAN AKHIR PADA PESERTA DIDIK KELAS IX MTS AINUS SYAMSI (STUDI KASUS MENURUT TEORI THORNDIKE)
Description:
AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk : 1) mengetahui bagaimana kesiapan belajar dalam menghadapi ujian akhir pada peserta didik kelas IX MTs Ainus Syamsi, 2) mengetahui penghambat peserta didik dalam menghadapi ujian akhir pada peserta didik kelas IX MTs Ainus Syamsi.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan pendekatan studi kasus.
Pada penelitian ini teknik pemilihan sumber data dilakukan dengan purposive sampling yaitu maximum variation sampling.
Penarikan sampel yang dilakukan dengan memilih subjek berdasarkan kriteria spesifik yang ditetapkan peneliti.
Peneliti melakukan wawancara mendalam untuk menemukan informasi lebih jelas mengenai peserta didik yang menjadi sampel penelitian.
Wawancara mendalam dilakukan dengan orang terdekat, teman kelas ataupun dari guru.
Subjek yang diteliti adalah Si N dan Si A.
Hasil penelitian diperoleh bahwa peserta didik Si N siap menghadapi ujian.
Si N menyiapkan diri dalam menghadapi ujian sebagaimana dalam tiga hukum belajar throndike, sedangkan peserta didik Si A kurang siap menghadapi ujian, hal tersebut dikarenakan karena Si A kurang mempersiapkan diri baik fisik maupun mental dalam menghadapi ujian, Si A sangat jarang masuk sekolah, ia sering bolos dan jarang melakukan latihan dalam menghadapi ujian.
Selain itu, keretakan hubungan rumah tangga orang tuanya yang mengakibatkan Si A merasa tidak diperdulikan sehingga tidak menyiapkan diri dalam belajar dan menghadapi ujian.
AbstractThe objective of this study is to : 1) find out how the readiness of learning in facing the final examination in class IX MTs Ainus Syamsi students, 2) know the inhibitors of students in facing the final examination in class IX MTs Ainus Syamsi students.
This research is a descriptive qualitative research with a case study approach.
In this study, the technique of selecting data sources is done by purposive sampling, namely maximum variation sampling.
Sampling is done by selecting subjects based on specific criteria set by researcher.
Researcher conducted in-depth interviews to find clearer information about students who became the sample of research.
In-depth interview are conducted with close friends, classmates or teachers.
The subject studied were student N and student A.
The results of the study were obtained that student N student is ready for the examination.
N prepared himself for the examination as in three Thorndike study laws, while student A are less ready to face the examination, it is because student A is less prepared both physically and mentally in facing in facing examination, student A is rarely in school often misses and rarely examination.
In addition, his parents’ broken family ties caused student A to feel left out and unable to prepare for his studies and to face examination.
Related Results
PENGARUH PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS TERHADAP HASIL BELAJAR DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
PENGARUH PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS TERHADAP HASIL BELAJAR DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
The aims of this study were (1) to determine the effect of limited face-to-face learning on social science learning outcomes for VII grade students at MTs Ar Rofiqy Bogor, (2) to d...
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DAN PARTISIPASI SISWA DENGAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA (Survey pada Siswa Kelas VIII di MTs Attaqwa Cicurug Sukabumi)
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DAN PARTISIPASI SISWA DENGAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA (Survey pada Siswa Kelas VIII di MTs Attaqwa Cicurug Sukabumi)
<p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) perbedaan hasil belajar antara peserta didik yang mengikuti strategi pembelajaran berbasis masalah dan strategi pembelaj...
Pengaruh Fasilitas Belajar dan Motivasi Belajar terhadap Kedisiplinan Belajar Siswa
Pengaruh Fasilitas Belajar dan Motivasi Belajar terhadap Kedisiplinan Belajar Siswa
Kedisiplinan dalam proses pendidikan sangat diperlukan karena bukan hanya untuk menjaga kondisi suasana belajar dan mengajar dengan lancar tetapi juga untuk menciptakan pribadi yan...
PENGARUH KEPEMIMPINAN GURU TERHADAP DISIPLIN BELAJAR PESERTA DIDIK
PENGARUH KEPEMIMPINAN GURU TERHADAP DISIPLIN BELAJAR PESERTA DIDIK
Disiplin belajar dapat dilihat dari ketaatan (kepatuhan) peserta didik terhadap aturan (tata tertib) yang berkaitan dengan kegitan belajar mengajar di sekolah, yang meliputi waktu ...
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AKTIF, KREATIF, EFEKTIF DAN MENYENANGKAN (PAKEM) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PESERTA DIDIK KELAS V SDN 77 RANTE LEMO
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AKTIF, KREATIF, EFEKTIF DAN MENYENANGKAN (PAKEM) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PESERTA DIDIK KELAS V SDN 77 RANTE LEMO
Kualitas pendidikan dapat meningkat dengan cara memberbaiki proses belajar mengajar di dalam kelas seperti pemilihan model pembelajaran. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan...
PEMETAAN KEBUTUHAN BELAJAR BERDASARKAN GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK
PEMETAAN KEBUTUHAN BELAJAR BERDASARKAN GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK
Memetakan gaya belajar peserta didik perlu dilakukan oleh guru. Setiap peserta didik memiliki kelebihan dan kekurangan, serta preferensi bagaimana sebuah informasi diproses berbeda...
PENGARUH KELEKATAN GURU DAN PESERTA DIDIK TERHADAP MOTIVASI MENGHAFAL AL-QUR’AN PESERTA DIDIK KELAS VIII PADA MATA PELAJARAN BTQ DI MTS MADANI ALAUDDIN PAOPAO
PENGARUH KELEKATAN GURU DAN PESERTA DIDIK TERHADAP MOTIVASI MENGHAFAL AL-QUR’AN PESERTA DIDIK KELAS VIII PADA MATA PELAJARAN BTQ DI MTS MADANI ALAUDDIN PAOPAO
Artikel ini bertujuan: 1) Mendeskripsikan pengaruh kelekatan guru dan peserta didik terhadap motivasi menghafal al-Qur’an peserta didik pada mata pelajaran BTQ di MTs Madani Alaudd...
Aplikasi Tryout Ujian Online untuk SMA/SMK Sederajat
Aplikasi Tryout Ujian Online untuk SMA/SMK Sederajat
Ujian merupakan salah satu bentuk evaluasi yang diadakan setelah proses belajar mengajar berlangsung. Banyaknya kelulusan dari suatu sekolah, mencerminkan kemajuan serta keb...

