Javascript must be enabled to continue!
Perkembangan Sosial Islam di Filipina
View through CrossRef
Filipina merupakan salah satu Negara yang terdapat di Asia Tenggara yang mayoritas penduduknya beragama Katolik.Islam menjadi agama minoritas.Meskipun Islam menjadi minoritas, terdapat wilayah yang yang menjadikan Islam sebagai agama mayoritas yaitu di Filipina bagian Selatan. Proses islamisasi di Filipina pada masa awal adalah melalui tiga hal, yaitu perdagangan, perkawinan dan politik. Diterimanya Islam oleh orang-orang Mindanao, Sulu, Manilad dan sepanjang pesisir pantai kepulauan Filipina tidak terlepas dari ajaran Islam yang dibawa oleh para pedagang tersebut dapat mengakomodasi tradisi lokal.Umat Islam Filipina yang kemudian dikenal dengan bangsa Moro, pada akhirnya menghadapi berbagai hambatan baik pada masa kolonial maupun pasca kemerdekaan. Bila direntang ke belakang, perjuangan bangsa Moro dapat dibagi menjadi tiga fase:
Moro berjuang melawan penguasa Spanyol selamalebih dari 375 tahun (1521-1898).
Moro berusaha bebas dari kolonialismeAmerika selama 47 tahun (1898-1946).
Moro melawan pemerintah Filipina (1970-sekarang).Minimal ada tiga alasan yang menjadi penyebab sulitnya bangsa Moro berintegrasi secara penuh kepada pemerintah Republik Filipina.
Bangsa Moro sulit menerima Undang-Undang Nasional karena jelas undang-undangtersebut berasal dari Barat dan Katolik dan bertentangan dengan ajaran Islam.
Sistem sekolah yang menetapkan kurikulum yang sama tanpa membedakan perbedaan agama dan kultur membuat bangsa Moro malas untuk belajar di sekolah yang didirikan oleh pemerintah.
Adanya trauma dan kebencian yang mendalam pada bangsa Moro atas program perpindahan penduduk yang dilakukan oleh pemerintah Filipina ke wilayah mereka di Mindanao, karena program ini telah mengubah mereka dari mayoritas menjadi minoritas di segala bidang kehidupan.
Institut Agama Islam Negeri Parepare
Title: Perkembangan Sosial Islam di Filipina
Description:
Filipina merupakan salah satu Negara yang terdapat di Asia Tenggara yang mayoritas penduduknya beragama Katolik.
Islam menjadi agama minoritas.
Meskipun Islam menjadi minoritas, terdapat wilayah yang yang menjadikan Islam sebagai agama mayoritas yaitu di Filipina bagian Selatan.
Proses islamisasi di Filipina pada masa awal adalah melalui tiga hal, yaitu perdagangan, perkawinan dan politik.
Diterimanya Islam oleh orang-orang Mindanao, Sulu, Manilad dan sepanjang pesisir pantai kepulauan Filipina tidak terlepas dari ajaran Islam yang dibawa oleh para pedagang tersebut dapat mengakomodasi tradisi lokal.
Umat Islam Filipina yang kemudian dikenal dengan bangsa Moro, pada akhirnya menghadapi berbagai hambatan baik pada masa kolonial maupun pasca kemerdekaan.
Bila direntang ke belakang, perjuangan bangsa Moro dapat dibagi menjadi tiga fase:
Moro berjuang melawan penguasa Spanyol selamalebih dari 375 tahun (1521-1898).
Moro berusaha bebas dari kolonialismeAmerika selama 47 tahun (1898-1946).
Moro melawan pemerintah Filipina (1970-sekarang).
Minimal ada tiga alasan yang menjadi penyebab sulitnya bangsa Moro berintegrasi secara penuh kepada pemerintah Republik Filipina.
Bangsa Moro sulit menerima Undang-Undang Nasional karena jelas undang-undangtersebut berasal dari Barat dan Katolik dan bertentangan dengan ajaran Islam.
Sistem sekolah yang menetapkan kurikulum yang sama tanpa membedakan perbedaan agama dan kultur membuat bangsa Moro malas untuk belajar di sekolah yang didirikan oleh pemerintah.
Adanya trauma dan kebencian yang mendalam pada bangsa Moro atas program perpindahan penduduk yang dilakukan oleh pemerintah Filipina ke wilayah mereka di Mindanao, karena program ini telah mengubah mereka dari mayoritas menjadi minoritas di segala bidang kehidupan.
.
Related Results
Sejarah Islam Asia Tenggara “Islam di Filipina”
Sejarah Islam Asia Tenggara “Islam di Filipina”
Islam di Filipina merupakan bagian penting dari sejarah perkembangan Islam di kawasan Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sejarah masuknya Islam di Filipina, ...
Perbandingan Sistem Hukum Indonesia dan Filipina Tentang Penanganan Kasus Korupsi
Perbandingan Sistem Hukum Indonesia dan Filipina Tentang Penanganan Kasus Korupsi
Indonesia dengan Filipina menganut sistem hukum yang berbeda. Indonesia menganut sistem hukum civil law, sedangkan Filipina menganut sistem hukum campuran antara civil law dan comm...
Catatan dari Managing Editor
Catatan dari Managing Editor
Salam sejahtera,
Tahun 2020 ini menandakan awal dari akhir sebuah dekade dimana terjadi berbagai perubahan sosial dan teknologi. Pertama, diketahui bahwa teknologi internet dan me...
Maute Group dan Jaringan Keluarga dalam Kelompok Islam Radikal di Filipina Selatan
Maute Group dan Jaringan Keluarga dalam Kelompok Islam Radikal di Filipina Selatan
<p><strong>Abstrak</strong></p><p>Perjalanan konflik antara pemerintah Filipina dengan kelompok-kelompok separatis di Filipina Selatan memunculkan ber...
Citizenship Dilemma For Indonesian Descent In Southern Mindanao
Citizenship Dilemma For Indonesian Descent In Southern Mindanao
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran pemerintah Indonesia dalam menangani dilema masyarakat keturunan indonesia yang tinggal di mindanao selata...
Jejak Pendidikan Islam di Sumatera Barat
Jejak Pendidikan Islam di Sumatera Barat
Islam pertama kali diperkenalkan kepada masyarakat setempat oleh pedagang Muslim yang menjalani aktivitas dagang. Ini seiring waktu, menyebabkan peningkatan minat dan akhirnya pene...
Formulasi Konsep Moderasi Islam M Mucharom Syifa
Formulasi Konsep Moderasi Islam M Mucharom Syifa
Abstract:
The religious phenomenon of Islam in post-reform Indonesia is thought to have experienced extremism and radicalism. The explosion of terrorism in the name of Islam ...
Indonesianisasi Islam: Penguatan Islam Moderat dalam Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia
Indonesianisasi Islam: Penguatan Islam Moderat dalam Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia
Abstract: The history records that Islam entered Indonesia conducted through peaceful Da’wa. This peaceful Da’wa has given birth to the moderate Islam for Indonesian. The moderate ...

