Javascript must be enabled to continue!
Leksikon Kapal Pinisi
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan mendokumentasikan dan menganalisis leksikon yang digunakan dalam proses pembuatan kapal Pinisi di Bulukumba, Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari upaya pelestarian bahasa dan budaya maritim Bugis-Makassar. Kapal Pinisi merupakan warisan budaya yang mengandung nilai historis, filosofis, dan teknologis, dengan proses pembuatan yang diwariskan secara turun-temurun oleh para panrita lopi. Modernisasi dan perubahan material maupun teknik pembuatan kapal menyebabkan sebagian istilah tradisional mulai tergeser, sehingga pendokumentasian leksikon menjadi sangat penting. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik wawancara dan perekaman terhadap para pengrajin kapal yang masih menuturkan istilah tradisional dalam praktik pertukangan. Data kemudian diklasifikasikan menjadi tiga kategori leksikon, yaitu leksem alat, leksem bahan, dan leksem proses pembuatan kapal Pinisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leksem alat mencerminkan keterkaitan antara bahasa, pengetahuan lokal, dan teknologi tradisional, sementara leksem bahan mengungkap dinamika penggunaan material dari kayu tradisional menuju bahan modern seperti baja dan fiberglass. Adapun leksem proses mengandung makna teknis sekaligus nilai-nilai sosial, spiritual, dan ekologis yang melekat dalam praktik pembuatan kapal. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa leksikon kapal Pinisi tidak hanya berfungsi sebagai kosakata teknis, tetapi juga sebagai representasi identitas budaya, kearifan lokal, serta warisan maritim masyarakat Bugis-Makassar yang perlu dilestarikan di tengah arus modernisasi.
Arden Jaya Publisher
Title: Leksikon Kapal Pinisi
Description:
Penelitian ini bertujuan mendokumentasikan dan menganalisis leksikon yang digunakan dalam proses pembuatan kapal Pinisi di Bulukumba, Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari upaya pelestarian bahasa dan budaya maritim Bugis-Makassar.
Kapal Pinisi merupakan warisan budaya yang mengandung nilai historis, filosofis, dan teknologis, dengan proses pembuatan yang diwariskan secara turun-temurun oleh para panrita lopi.
Modernisasi dan perubahan material maupun teknik pembuatan kapal menyebabkan sebagian istilah tradisional mulai tergeser, sehingga pendokumentasian leksikon menjadi sangat penting.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik wawancara dan perekaman terhadap para pengrajin kapal yang masih menuturkan istilah tradisional dalam praktik pertukangan.
Data kemudian diklasifikasikan menjadi tiga kategori leksikon, yaitu leksem alat, leksem bahan, dan leksem proses pembuatan kapal Pinisi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa leksem alat mencerminkan keterkaitan antara bahasa, pengetahuan lokal, dan teknologi tradisional, sementara leksem bahan mengungkap dinamika penggunaan material dari kayu tradisional menuju bahan modern seperti baja dan fiberglass.
Adapun leksem proses mengandung makna teknis sekaligus nilai-nilai sosial, spiritual, dan ekologis yang melekat dalam praktik pembuatan kapal.
Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa leksikon kapal Pinisi tidak hanya berfungsi sebagai kosakata teknis, tetapi juga sebagai representasi identitas budaya, kearifan lokal, serta warisan maritim masyarakat Bugis-Makassar yang perlu dilestarikan di tengah arus modernisasi.
Related Results
Investigasi Efisiensi Propeler Kapal Ikan Tradisional
Investigasi Efisiensi Propeler Kapal Ikan Tradisional
Kapal ikan tradisional biasanya dibuat dari kayu dan dengan pola kapal yang diperoleh secara empiris sebagai warisan turun-temurun tanpa diketahui nilai hambatan kapalnya. Adapun s...
STRATEGI PELAYANAN JASA KEAGENAN KAPAL DI PELAYARAN NASIONAL INDONESIA CABANG BATAM
STRATEGI PELAYANAN JASA KEAGENAN KAPAL DI PELAYARAN NASIONAL INDONESIA CABANG BATAM
Pelayanan jasa keagenan kapal telah berjalan dengan baik, namun masih ditemui permasalahan diantaranya ialah: kurangnya keamanan dalam pelayanan jasa keagenan, adanya keterlambatan...
MODIFIKASI SISTEM PERMESINAN DAN GENERAL ARRANGEMENT KAPAL NAVIGASI BIMA SAKTI MENJADI KAPAL LATIH
MODIFIKASI SISTEM PERMESINAN DAN GENERAL ARRANGEMENT KAPAL NAVIGASI BIMA SAKTI MENJADI KAPAL LATIH
<p><em>A training ship is a ship that is used as a training ship to train cadets to become sailors. It is used in order to meet today’s sailors need. There are various ...
Aspek Hukum Kapal Patroli Terkait Pengawasan Keselamatan Pelayaran
Aspek Hukum Kapal Patroli Terkait Pengawasan Keselamatan Pelayaran
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan Kapal Patroli dalam melakukan pengawasan keselamatan pelayaran di laut dalam wilayah kerja Kantor KSOP Kelas...
PEMBANGUNAN KAPAL PERIKANAN DI GALANGAN KAPAL TRADISIONAL KALIMANTAN SELATAN
PEMBANGUNAN KAPAL PERIKANAN DI GALANGAN KAPAL TRADISIONAL KALIMANTAN SELATAN
Kapal perikanan merupakan salah satu unsur dalam menentukan keberhasilan operasi penangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ; (1) tingkat teknologi; (2) jenis ka...
Akibat Hukum Terhadap Pencoretan Nama Kapal pada Daftar Kapal di Indonesia
Akibat Hukum Terhadap Pencoretan Nama Kapal pada Daftar Kapal di Indonesia
Indonesisa merupakan negara maritim sehingga transportasi laut mempunyai peranan yang penting dalam menghubungkan kepulauan nusantara dan menggerakkan perekonomian. Kapal sebagai s...
Analisa Resiko Kecelakaan pada Pembangunan, Reparasi dan Pengoperasian Kapal
Analisa Resiko Kecelakaan pada Pembangunan, Reparasi dan Pengoperasian Kapal
Intisari— Dalam pelaksanaan pembangunan kapal baru, maupun reparasi kapal selalu ada potensi terjadinya keterlambatan penyelesaian kapal. Hal ini sangat merugikan bagi pemilik kapa...
Peningkatan Pelayanan Anchor Handling untuk Mendukung Pengoperasian Kapal Supply
Peningkatan Pelayanan Anchor Handling untuk Mendukung Pengoperasian Kapal Supply
Pengoperasian sebuah kapal supply untuk mendukung sisi operasional sebuah rig atau juga sebuah platform menjadi suatu hal yang sangat lazim digunakan perusahaan kilang minyak. Kerj...

