Javascript must be enabled to continue!
Perkembangan Lembaga Pendidikan Madrasah di Indonesia Pra Kemerdekaan Tahun 1908-1942
View through CrossRef
Abstract: This research aims to explore the development of madrasah educational institutions in Indonesia prior to independence from 1908 to 1942. The research findings indicate that the emergence of madrasah education was influenced by four factors: the desire to return to the Qur'an and Hadith, the enthusiasm of nationalism in eradicating the colonizers, the strengthening of social, economic, traditional, and state foundations, and the reform of Islamic teaching in Indonesia. The emergence and progress of madrasah teaching institutions in West Sumatra were influenced by the contributions of Islamic reformist figures in the field of education, such as Sheikh Ahmad Khatib, Abdullah Ahmad, Zainuddin Lebay El-Yunusi, and Rahmah El-Yunusiah. Meanwhile, the emergence and development of madrasah educational institutions in Central Java and East Java were driven by two major religious organizations, namely Muhammadiyah and Nahdlatul Ulama. The development of madrasahs was led by reformists, including KH. Ahmad Dahlan and KH. Hasyim Asy'ari. This research suggests the importance of developing modern and open madrasah education to strengthen Islamic education in Indonesia.
Keywords : madrasah, Islamic education, renewal, Sumatra Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur.
Abstract : Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perkembangan lembaga pendidikan madrasah di Indonesia sebelum kemerdekaan dari tahun 1908 hingga 1942. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemunculan pendidikan madrasah dipengaruhi oleh empat faktor, yaitu dorongan akan kembali ke Al-Quran dan Hadist, antusiasme nasionalisme membasmi penjajah, penguatan fondasi sosial, ekonomi, tradisi, dan ketatanegaraan, serta pembaharuan pengajaran Islam di Indonesia. Kemunculan dan kemajuan lembaga pengajaran madrasah di Sumatera Barat dipengaruhi oleh sumbangsih para tokoh pembaharu Islam dalam bidang pendidikan seperti Syaikh Ahmad Khatib, Abdullah Ahmad, Zainuddin Lebay El-Yunusi, dan Rahmah El-Yunusiah. Sedangkan kemunculan dan perkembangan lembaga pendidikan madrasah di Jawa Tengah dan Jawa Timur didorong oleh dua organisasi keagamaan besar, yaitu Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Pengembangan madrasah tetap dipimpin oleh para reformis, termasuk KH. Ahmad Dahlan dan KH. Hasyim Asy'ari. Penelitian ini menyarankan pentingnya mengembangkan pendidikan madrasah modern dan terbuka untuk memperkuat pendidikan Islam di Indonesia.
Kata kunci : madrasah, pendidikan Islam, pembaharuan, Sumatera Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur.
Universitas Negeri Jakarta
Title: Perkembangan Lembaga Pendidikan Madrasah di Indonesia Pra Kemerdekaan Tahun 1908-1942
Description:
Abstract: This research aims to explore the development of madrasah educational institutions in Indonesia prior to independence from 1908 to 1942.
The research findings indicate that the emergence of madrasah education was influenced by four factors: the desire to return to the Qur'an and Hadith, the enthusiasm of nationalism in eradicating the colonizers, the strengthening of social, economic, traditional, and state foundations, and the reform of Islamic teaching in Indonesia.
The emergence and progress of madrasah teaching institutions in West Sumatra were influenced by the contributions of Islamic reformist figures in the field of education, such as Sheikh Ahmad Khatib, Abdullah Ahmad, Zainuddin Lebay El-Yunusi, and Rahmah El-Yunusiah.
Meanwhile, the emergence and development of madrasah educational institutions in Central Java and East Java were driven by two major religious organizations, namely Muhammadiyah and Nahdlatul Ulama.
The development of madrasahs was led by reformists, including KH.
Ahmad Dahlan and KH.
Hasyim Asy'ari.
This research suggests the importance of developing modern and open madrasah education to strengthen Islamic education in Indonesia.
Keywords : madrasah, Islamic education, renewal, Sumatra Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur.
Abstract : Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perkembangan lembaga pendidikan madrasah di Indonesia sebelum kemerdekaan dari tahun 1908 hingga 1942.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemunculan pendidikan madrasah dipengaruhi oleh empat faktor, yaitu dorongan akan kembali ke Al-Quran dan Hadist, antusiasme nasionalisme membasmi penjajah, penguatan fondasi sosial, ekonomi, tradisi, dan ketatanegaraan, serta pembaharuan pengajaran Islam di Indonesia.
Kemunculan dan kemajuan lembaga pengajaran madrasah di Sumatera Barat dipengaruhi oleh sumbangsih para tokoh pembaharu Islam dalam bidang pendidikan seperti Syaikh Ahmad Khatib, Abdullah Ahmad, Zainuddin Lebay El-Yunusi, dan Rahmah El-Yunusiah.
Sedangkan kemunculan dan perkembangan lembaga pendidikan madrasah di Jawa Tengah dan Jawa Timur didorong oleh dua organisasi keagamaan besar, yaitu Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama.
Pengembangan madrasah tetap dipimpin oleh para reformis, termasuk KH.
Ahmad Dahlan dan KH.
Hasyim Asy'ari.
Penelitian ini menyarankan pentingnya mengembangkan pendidikan madrasah modern dan terbuka untuk memperkuat pendidikan Islam di Indonesia.
Kata kunci : madrasah, pendidikan Islam, pembaharuan, Sumatera Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur.
Related Results
Battling the un-dead: the status of the Diptera genus-group names originally proposed in Johann Wilhelm Meigen’s 1800 pamphlet
Battling the un-dead: the status of the Diptera genus-group names originally proposed in Johann Wilhelm Meigen’s 1800 pamphlet
The work of Meigen 1800 was suppressed by the ICZN Commission in 1963 for the purposes of zoological nomenclature. The work as such is still to be treated as having been published ...
Implementasi Budaya Madrasah Dalam Perspektif Pendidikan Karakter
Implementasi Budaya Madrasah Dalam Perspektif Pendidikan Karakter
This research examines the implementation of madrasah culture from the perspective of character education in Madrasah through structural and cultural approaches. This study aims to...
Manajemen Supervisi Dan Evaluasi Pengawas Madrasah Di Kementerian Agama Kabupaten Buol
Manajemen Supervisi Dan Evaluasi Pengawas Madrasah Di Kementerian Agama Kabupaten Buol
Manajemen Supervisi Dan Evaluasi Pengawas Madrasah Di Kementerian Agama Kabupaten Buol, dalam hal ini kami mengangkat judul tersebut guna mengetahui bagaimana manajemen supervisi d...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Optimalisasi Bimbingan Pra- Nikah di Kantor Urusan Agama
Optimalisasi Bimbingan Pra- Nikah di Kantor Urusan Agama
Pre Marriage Marriage Guidance comes because of the need, with the increasing number of divorce cases that occur in the community of Ujung Berung Subdistrict, it also indicates tha...
KEMAMPUAN MANAJERIAL KEPALA MADRASAH DAN KINERJA MENGAJAR GURU DALAM MUTU PENDIDIKAN
KEMAMPUAN MANAJERIAL KEPALA MADRASAH DAN KINERJA MENGAJAR GURU DALAM MUTU PENDIDIKAN
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusikemampuan manajerialkepala madrasah dan kinerja mengajar guru terhadap mutu Madrasah Aliyah swasta. Pendekatan yang digu...
RUANG DAN IDENTITAS DALAM CERPEN “KEMERDEKAAN” KARYA PUTU WIJAYA (Space and Identity in “Kemerdekaan” Short Story by Putu Wijaya)
RUANG DAN IDENTITAS DALAM CERPEN “KEMERDEKAAN” KARYA PUTU WIJAYA (Space and Identity in “Kemerdekaan” Short Story by Putu Wijaya)
Kemerdekaan dapat menjadi sebuah konsep yang mengandung prasangka. Kemunculan prasangka tersebut bergantung pada identitas individu maupun kelompok. Identitas pun dipahami sebagai ...
Curriculum design of joint madrasah system in Islamic education in Singapore
Curriculum design of joint madrasah system in Islamic education in Singapore
To accept the increasing modernization and globalization wave, Majelis Ugama Islam Singapura (MUIS) which is responsible for Islamic education in Singapore, introduced the Joint Ma...

