Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Curriculum design of joint madrasah system in Islamic education in Singapore

View through CrossRef
To accept the increasing modernization and globalization wave, Majelis Ugama Islam Singapura (MUIS) which is responsible for Islamic education in Singapore, introduced the Joint Madrasah System (JMS) to assist madrasahs in improving teachers' skills, enhancing the curriculum, and optimizing the strengths of each madrasah holistically. The JMS system was implemented in three full-time madrasahs, namely Madrasah Irsyad Zuhri Al-Islamiah, Madrasah Aljunied Al-Islamiah, and Madrasah Al-Arabiah Al-Islamiah. This article aims to describe the curriculum design implemented in the Joint Madrasah Singapore. The research method used in this article is a qualitative method with a combined qualitative approach between library research and field research. Data and information were collected from one of the madrasahs appointed by MUIS as part of JMS, namely Madrasah Irsyad Zuhri Al-Islamiah, in the form of documents, archives, observations, and interviews. The type of research is descriptive qualitative, a form of research that aims to collect and compile data and try to analyze with interpretation or interpretation of these data. Furthermore, in analyzing the data, the author uses two methods, namely the content analysis method and the descriptive analysis method, especially educational analysis. The results show that the curriculum design applied in JMS is an integrative curriculum that eliminates the boundaries between various religious and scientific materials, and presents various subject matter in the form of units or wholes. This was a response from MUIS to improve the quality of the madrasa curriculum to be on par with the national curriculum. Abstrak          Untuk mengikuti arus modernisasi dan globalisasi yang begitu cepat, Majelis Ugama Islam Singapore sebagai penanggung jawab pendidikan Islam di Singapura memperkenalkan Joint Madrasah System (JMS) untuk membantu madrasah dalam meningkatkan kemampuan guru, meningkatkan kurikulum, dan mengoptimalkan kekuatan yang ada di setiap madrasah secara holistik. Sistem JMS ini diimplementasikan pada tiga madrasah sepenuh masa, yaitu Madrasah Irsyad Zuhri Al-Islamiah, Madrasah Aljunied Al-Islamiah dan Madrasah Al-Arabiah Al-Islamiah. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan desain kurikulum yang diterapkan dalam Joint Madrasah Singapore. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan kualitatif gabungan antara library research dan field research. Data dan informasi dikumpulkan dari salah satu madrasah yang ditunjuk oleh MUIS sebagai bagian dari JMS, yaitu Madrasah Irsyad Zuhri Al-Islamiah, berupa dokumen, arsip, observasi, dan wawancara. Jenis penelitiannya adalah deskriptif kualitatif, yaitu bentuk penelitian yang bertujuan mengumpulkan dan menyusun data serta mengusahakan dengan analisis secara interpretasi atau penafsiran terhadap data-data tersebut. Selanjutnya dalam menganalisa data, penulis menggunakan dua metode, yaitu metode analisis isi (content analisys) dan metode deskriptif analisis, khususnya analisis kependidikan. Hasilnya didapat bahwa desain kurikulum yang diterapkan dalam JMS adalah kurikulum integratif yang meniadakan batas-batas antara berbagai materi keilmuan agama dan sains, serta menyajikan berbagai bahan pelajaran dalam bentuk unit atau keseluruhan. Hal ini dilakukan sebagai respon MUIS untuk meningkatkan kualitas kurikulum madrasah agar setara dengan kurikulum nasional.
Title: Curriculum design of joint madrasah system in Islamic education in Singapore
Description:
To accept the increasing modernization and globalization wave, Majelis Ugama Islam Singapura (MUIS) which is responsible for Islamic education in Singapore, introduced the Joint Madrasah System (JMS) to assist madrasahs in improving teachers' skills, enhancing the curriculum, and optimizing the strengths of each madrasah holistically.
The JMS system was implemented in three full-time madrasahs, namely Madrasah Irsyad Zuhri Al-Islamiah, Madrasah Aljunied Al-Islamiah, and Madrasah Al-Arabiah Al-Islamiah.
This article aims to describe the curriculum design implemented in the Joint Madrasah Singapore.
The research method used in this article is a qualitative method with a combined qualitative approach between library research and field research.
Data and information were collected from one of the madrasahs appointed by MUIS as part of JMS, namely Madrasah Irsyad Zuhri Al-Islamiah, in the form of documents, archives, observations, and interviews.
The type of research is descriptive qualitative, a form of research that aims to collect and compile data and try to analyze with interpretation or interpretation of these data.
Furthermore, in analyzing the data, the author uses two methods, namely the content analysis method and the descriptive analysis method, especially educational analysis.
The results show that the curriculum design applied in JMS is an integrative curriculum that eliminates the boundaries between various religious and scientific materials, and presents various subject matter in the form of units or wholes.
This was a response from MUIS to improve the quality of the madrasa curriculum to be on par with the national curriculum.
Abstrak          Untuk mengikuti arus modernisasi dan globalisasi yang begitu cepat, Majelis Ugama Islam Singapore sebagai penanggung jawab pendidikan Islam di Singapura memperkenalkan Joint Madrasah System (JMS) untuk membantu madrasah dalam meningkatkan kemampuan guru, meningkatkan kurikulum, dan mengoptimalkan kekuatan yang ada di setiap madrasah secara holistik.
Sistem JMS ini diimplementasikan pada tiga madrasah sepenuh masa, yaitu Madrasah Irsyad Zuhri Al-Islamiah, Madrasah Aljunied Al-Islamiah dan Madrasah Al-Arabiah Al-Islamiah.
Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan desain kurikulum yang diterapkan dalam Joint Madrasah Singapore.
Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan kualitatif gabungan antara library research dan field research.
Data dan informasi dikumpulkan dari salah satu madrasah yang ditunjuk oleh MUIS sebagai bagian dari JMS, yaitu Madrasah Irsyad Zuhri Al-Islamiah, berupa dokumen, arsip, observasi, dan wawancara.
Jenis penelitiannya adalah deskriptif kualitatif, yaitu bentuk penelitian yang bertujuan mengumpulkan dan menyusun data serta mengusahakan dengan analisis secara interpretasi atau penafsiran terhadap data-data tersebut.
Selanjutnya dalam menganalisa data, penulis menggunakan dua metode, yaitu metode analisis isi (content analisys) dan metode deskriptif analisis, khususnya analisis kependidikan.
Hasilnya didapat bahwa desain kurikulum yang diterapkan dalam JMS adalah kurikulum integratif yang meniadakan batas-batas antara berbagai materi keilmuan agama dan sains, serta menyajikan berbagai bahan pelajaran dalam bentuk unit atau keseluruhan.
Hal ini dilakukan sebagai respon MUIS untuk meningkatkan kualitas kurikulum madrasah agar setara dengan kurikulum nasional.

Related Results

Manajemen Supervisi Dan Evaluasi Pengawas Madrasah Di Kementerian Agama Kabupaten Buol
Manajemen Supervisi Dan Evaluasi Pengawas Madrasah Di Kementerian Agama Kabupaten Buol
Manajemen Supervisi Dan Evaluasi Pengawas Madrasah Di Kementerian Agama Kabupaten Buol, dalam hal ini kami mengangkat judul tersebut guna mengetahui bagaimana manajemen supervisi d...
KEMAMPUAN MANAJERIAL KEPALA MADRASAH DAN KINERJA MENGAJAR GURU DALAM MUTU PENDIDIKAN
KEMAMPUAN MANAJERIAL KEPALA MADRASAH DAN KINERJA MENGAJAR GURU DALAM MUTU PENDIDIKAN
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusikemampuan manajerialkepala madrasah dan kinerja mengajar guru terhadap mutu Madrasah Aliyah swasta. Pendekatan yang digu...
The Understanding of Curriculum Change
The Understanding of Curriculum Change
The curriculum is the key and indispensable part of the academic and training system that contains immense aims of scientific, thought, social, political, cultural, and moral facet...
PENERAPAN METODE WAFA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN DI MI MIFTAHUL HUDA
PENERAPAN METODE WAFA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN DI MI MIFTAHUL HUDA
This research article was conducted to find out the extent of the effectiveness of the application of the wafa method, namely the method using the right brain in improving the abil...
Perkembangan Lembaga Pendidikan Madrasah di Indonesia Pra Kemerdekaan Tahun 1908-1942
Perkembangan Lembaga Pendidikan Madrasah di Indonesia Pra Kemerdekaan Tahun 1908-1942
Abstract: This research aims to explore the development of madrasah educational institutions in Indonesia prior to independence from 1908 to 1942. The research findings indicate th...
Pendidikan Life Skill Berbasis Gender
Pendidikan Life Skill Berbasis Gender
This research reviews how the application of skill life education gender-specific madrasah extracurricular activities at MAS Al-Ishlahiyah Binjai. This study aims to determine the ...
Teachers' interpretation of curriculum as a window into ‘curriculum potential’
Teachers' interpretation of curriculum as a window into ‘curriculum potential’
AbstractBen‐Peretz's (1975) concept of intended curriculum describes a version of curriculum that ‘official’ curriculum developers create to provide a detailed guide to what teache...
Kompetensi Manajerial Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Madrasah
Kompetensi Manajerial Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Madrasah
Abstrak Manajerial kepala madrasah merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki kepala madrasah, yang mana kepala madrasah harus diasah kompetensinya dalam mengelola lembaga...

Back to Top