Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Prevalensi dan faktor risiko mask acne pada mahasiswa program studi sarjana kedokteran dan profesi dokter Universitas Udayana angkatan 2019-2021

View through CrossRef
Introduction: One of the mandatory health protocols during the COVID-19 pandemic is wearing a mask. Masks that are used for a long time can increase the risk of developing acne vulgaris in the area around the mouth and nose (mask acne). The impact caused by acne masks is very detrimental both in terms of aesthetics, comfort, and psychology. This study aims to analyze the prevalence and risk factors for mask acne in undergraduate medical students and the medical profession at Udayana University class of 2019-2021. Methods: This study has a cross-sectional design with observational analytic methods. The sample of this research was 260 respondents who were taken by consecutive sampling. Data analysis was performed by chi-square test and logistic regression. Results: The prevalence of mask acne in students of the Faculty of Medicine, Udayana University class of 2019-2021 is 50.8%. Risk factors for mask acne in students of the Faculty of Medicine, Udayana University class of 2019-2021 include skin type (p = 0.025), oily skin condition after using a mask (p <0.001), and having a history of acne vulgaris due to sunlight (p = 0.002). Conclusion: About half of the 2019-2021 class of Udayana University Faculty of Medicine students experience mask acne with various risk factors.   Pendahuluan: Salah satu protokol kesehatan saat pandemi COVID-19 yang wajib dilakukan adalah menggunakn masker. Masker yang digunakan dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko timbulnya acne vulgaris di area sekitar mulut dan hidung (mask acne). Dampak yang ditimbulkan mask acne sangat merugikan baik dari segi estetika, kenyamanan, dan psikologis. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis prevalensi dan faktor risiko mask acne pada mahasiswa program studi sarjana kedokteran dan profesi dokter Universitas Udayana angkatan 2019-2021. Metode: Penelitian ini memiliki desain cross-sectional dengan metode analitik observasional. Sampel dari penelitian ini sebanyak 260 responden yang diambil dengan cara consecutive sampling. Analissi data dilakukan dengan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil: Prevalensi mask acne pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana angkatan 2019-2021 adalah 50,8%. Faktor risiko mask acne pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana angkatan 2019-2021 antara lain jenis kulit (p = 0,025), kondisi kulit berminyak setelah menggunakan masker (p<0,001), dan memiliki riwayat acne vulgaris akibat sinar matahari (p = 0,002). Simpulan: Sekitar setengah dari jumlah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana angkatan 2019-2021 mengalami mask acne dengan berbagai faktor risiko.
Title: Prevalensi dan faktor risiko mask acne pada mahasiswa program studi sarjana kedokteran dan profesi dokter Universitas Udayana angkatan 2019-2021
Description:
Introduction: One of the mandatory health protocols during the COVID-19 pandemic is wearing a mask.
Masks that are used for a long time can increase the risk of developing acne vulgaris in the area around the mouth and nose (mask acne).
The impact caused by acne masks is very detrimental both in terms of aesthetics, comfort, and psychology.
This study aims to analyze the prevalence and risk factors for mask acne in undergraduate medical students and the medical profession at Udayana University class of 2019-2021.
Methods: This study has a cross-sectional design with observational analytic methods.
The sample of this research was 260 respondents who were taken by consecutive sampling.
Data analysis was performed by chi-square test and logistic regression.
Results: The prevalence of mask acne in students of the Faculty of Medicine, Udayana University class of 2019-2021 is 50.
8%.
Risk factors for mask acne in students of the Faculty of Medicine, Udayana University class of 2019-2021 include skin type (p = 0.
025), oily skin condition after using a mask (p <0.
001), and having a history of acne vulgaris due to sunlight (p = 0.
002).
Conclusion: About half of the 2019-2021 class of Udayana University Faculty of Medicine students experience mask acne with various risk factors.
  Pendahuluan: Salah satu protokol kesehatan saat pandemi COVID-19 yang wajib dilakukan adalah menggunakn masker.
Masker yang digunakan dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko timbulnya acne vulgaris di area sekitar mulut dan hidung (mask acne).
Dampak yang ditimbulkan mask acne sangat merugikan baik dari segi estetika, kenyamanan, dan psikologis.
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis prevalensi dan faktor risiko mask acne pada mahasiswa program studi sarjana kedokteran dan profesi dokter Universitas Udayana angkatan 2019-2021.
Metode: Penelitian ini memiliki desain cross-sectional dengan metode analitik observasional.
Sampel dari penelitian ini sebanyak 260 responden yang diambil dengan cara consecutive sampling.
Analissi data dilakukan dengan uji chi-square dan regresi logistik.
Hasil: Prevalensi mask acne pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana angkatan 2019-2021 adalah 50,8%.
Faktor risiko mask acne pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana angkatan 2019-2021 antara lain jenis kulit (p = 0,025), kondisi kulit berminyak setelah menggunakan masker (p<0,001), dan memiliki riwayat acne vulgaris akibat sinar matahari (p = 0,002).
Simpulan: Sekitar setengah dari jumlah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana angkatan 2019-2021 mengalami mask acne dengan berbagai faktor risiko.

Related Results

KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
A Scoping Review of Unani Medicinal Herbs Used to Treat Acne Vulgaris
A Scoping Review of Unani Medicinal Herbs Used to Treat Acne Vulgaris
Acne vulgaris (Buthūr Labaniyya) is among the most prevalent dermatological conditions worldwide, often leading to low self-esteem and negatively impacting the quality of life. Con...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., &amp; Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Psychological impact of acne and post inflammatory hyperpigmentation among Sudanese women
Psychological impact of acne and post inflammatory hyperpigmentation among Sudanese women
Abstract Background: Acne vulgaris is a chronic inflammatory disorder of the skin which often causes a negative impact on a woman's psychological state and quality of life....
Psychological Impact of Acne and Post Inflammatory Hyperpigmentation Among Sudanese Women
Psychological Impact of Acne and Post Inflammatory Hyperpigmentation Among Sudanese Women
&lt;i&gt;Introduction: &lt;/i&gt;Acne vulgaris is a chronic inflammatory disorder of the skin which often causes a negative impact on a woman&apos;s psychologic...
Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Timbulnya Acne vulgaris Pada Mahasiswa
Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Timbulnya Acne vulgaris Pada Mahasiswa
Latar Belakang: Salah satu penyakit kulit yang paling sering ditemukan pada anak muda adalah jerawat. Masalah jerawat akan berdampak buruk bagi mental penderitanya. Tujuan: Penelit...

Back to Top