Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Metode Pengeringan Oven dan Microwave Terhadap Kualitas Fisik Pakan

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah microwave dapat digunakan untuk menentukan kandungan bahan kering pakan tanpa mengerahuhi kualitas fisik pakan tersebut. Kandungan bahan kering dan kualitas fisik pakan yang dikeringkan dengan microwave dibandingkan pengeringan menggunakan metode oven standar. Penelitian ini menggunakan microwave dengan tingkat daya 200 W pada suhu 60-65 °C dengan waktu pengeringan 15 menit.  Pengeringan dengan oven menggunakan metode menurut SNI 01-2891-1992 butir 5.1.  pada suhu 105 °C dengan lama waktu pengeringan 3 jam. Sampel yang digunakan adalah pakan komplit ayam pedaging masa akhir komersial yang berasal dari lima perusahaan yang berbeda (pakan 1, 2, 3, 4 dan 5). Pakan tersebut masing – masing diukur kadar airnya dengan menggunakan oven dan microwave sebanyak 10 kali ulangan menggunakan rancangan acak lengkap dengan pola tersarang. Kualitas fisik pakan yang diukur adalah persentase bahan kering, kerapatan jenis, kerapatan jenis bahan kering dan mikrostruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase bahan kering, kerapatan jenis dan kerapatan jenis bahan kering tidak berbeda (P>0,05) antara pengeringan dengan oven maupun microwave, namun terdapat perbedaan yang sangat nyata (P<0,01) antara perlakuan pakan yang tersarang pada metode pengeringan. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa microwave dapat digunakan untuk menentukan kandungan bahan kering tanpa mempengaruhi kerapatan jenis dan kerapatan jenis bahan kering pakan dengan hasil yang sama dengan metode pengeringan oven standar dengan waktu pengeringan yang lebih cepat dan suhu yang lebih rendah. Pakan yang dikeringkan dengan microwave memiliki struktur berpori yang lebih banyak daripada pengeringan oven karena gelombang mikro menembus bahan sehingga terjadi penguapan air massif dan cepat.
Title: Pengaruh Metode Pengeringan Oven dan Microwave Terhadap Kualitas Fisik Pakan
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah microwave dapat digunakan untuk menentukan kandungan bahan kering pakan tanpa mengerahuhi kualitas fisik pakan tersebut.
Kandungan bahan kering dan kualitas fisik pakan yang dikeringkan dengan microwave dibandingkan pengeringan menggunakan metode oven standar.
Penelitian ini menggunakan microwave dengan tingkat daya 200 W pada suhu 60-65 °C dengan waktu pengeringan 15 menit.
  Pengeringan dengan oven menggunakan metode menurut SNI 01-2891-1992 butir 5.
1.
 pada suhu 105 °C dengan lama waktu pengeringan 3 jam.
Sampel yang digunakan adalah pakan komplit ayam pedaging masa akhir komersial yang berasal dari lima perusahaan yang berbeda (pakan 1, 2, 3, 4 dan 5).
Pakan tersebut masing – masing diukur kadar airnya dengan menggunakan oven dan microwave sebanyak 10 kali ulangan menggunakan rancangan acak lengkap dengan pola tersarang.
Kualitas fisik pakan yang diukur adalah persentase bahan kering, kerapatan jenis, kerapatan jenis bahan kering dan mikrostruktur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase bahan kering, kerapatan jenis dan kerapatan jenis bahan kering tidak berbeda (P>0,05) antara pengeringan dengan oven maupun microwave, namun terdapat perbedaan yang sangat nyata (P<0,01) antara perlakuan pakan yang tersarang pada metode pengeringan.
Kesimpulan dari penelitian ini bahwa microwave dapat digunakan untuk menentukan kandungan bahan kering tanpa mempengaruhi kerapatan jenis dan kerapatan jenis bahan kering pakan dengan hasil yang sama dengan metode pengeringan oven standar dengan waktu pengeringan yang lebih cepat dan suhu yang lebih rendah.
Pakan yang dikeringkan dengan microwave memiliki struktur berpori yang lebih banyak daripada pengeringan oven karena gelombang mikro menembus bahan sehingga terjadi penguapan air massif dan cepat.

Related Results

Pengawasan dan Pemberian Pakan pada Kolam Ikan di Pondok Pesantren Lintang Songo Menggunakan Telegram
Pengawasan dan Pemberian Pakan pada Kolam Ikan di Pondok Pesantren Lintang Songo Menggunakan Telegram
Budidaya ikan menjadi salah satu usaha mandiri yang dilakukan oleh masyarakat, salah satunya adalah Pondok Pesantren Lintang Songo. Pentingnya memperhatikan cara merawat dan memeli...
PENGARUH BERBAGAI METODE PENGERINGAN TERHADAP FISIKOKIMIA BUBUK CABAI  : STUDI PUSTAKA
PENGARUH BERBAGAI METODE PENGERINGAN TERHADAP FISIKOKIMIA BUBUK CABAI  : STUDI PUSTAKA
Bubuk cabai merupakan salah satu cara dalam mengawetkan cabai segar melalui berbagai tahapan seperti pengeringan dan penggilingan hingga menjadi serbuk. Review ini membahas pengaru...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Modifikasi Model Rak Alat Pengering Tipe Hybrid Pada Pengeringan Ikan Keumamah
Modifikasi Model Rak Alat Pengering Tipe Hybrid Pada Pengeringan Ikan Keumamah
Abstrak. Pengeringan hybrid merupakan pengeringan yang menggunakan dua atau lebih sumber energi untuk proses penguapan air. Teknologi ini merupakan alternatif teknologi untuk penge...
Pengaruh Kecepatan Udara Dan Kapasitas Pengeringan Pada Mesin Pengering Kerupuk Ikan Tongkol
Pengaruh Kecepatan Udara Dan Kapasitas Pengeringan Pada Mesin Pengering Kerupuk Ikan Tongkol
Penelitian tentang pengaruh kecepatan udara pengeringan kerupuk sudah pernah dilakukan oleh Siregar, M. S., Anggara, M., Aldrin, A., & Hidayat, A. (2023) yang dimana kecepatan ...
Kinerja benih ikan gurami (Osphronemus gouramy) yang diberi pakan maggot dan cacing sutera
Kinerja benih ikan gurami (Osphronemus gouramy) yang diberi pakan maggot dan cacing sutera
Permasalahan yang sering dihadapi dalam pembenihan ikan gurami adalah pertumbuhan ikan lambat dan penyediaan pakan ikan. Hal ini menjadi kendala dalam peningkatan produksi benih ik...

Back to Top