Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

REPRESENTASI AJARAN ETIKA HINDU DALAM CERITA BHAGAWAN DHARMA SVAMI

View through CrossRef
Cerita Bhagawan Dharmaswami adalah bagian dari cerita Ni Diah Tantri yang didalamnya tersirat cerita-cerita mengenai kehidupan Binatang dan manusia dalam bentuk satua dan pupuh. Cerita Bhagawan Dharmaswami mengandung kiasan-kiasan yang indah dan nilai-nillai etika kehidupan yang bermanfaat serta mengandung ajaran kepemimpinan Hindu yang dapat memberikan pengetahuan  kepada pemimpin. Hindu yang beradab dan berkarakter. Setiap makhluk hidup dalam cerita Bhagawan Dharmaswami harus berpedoman pada etika, moral dharma serta menerapkan ajaran Tri Kaya Prisudha yaitu manacika (berpikir yang baik), kayika (berbuat yang baik) dan wacika (berkata yang baik) karena dengan dharma makhluk hidup terutamanya manusia dapat mencapai kebebasan atau moksa. Dalam menuntun perjalanan pendakian moral dan spiritual, umat manusia mencapai puncak perjalanan dharma. Ajaran Hindu yang berisikan para dan apara widya diwujudkan dalam kerangka dasar agama Hindu yaitu, Tattwa, Etika, dan Acara. Tattwa dalam agama Hindu adalah landasan atau filsafat yang merupakan lima dasar keyakinan umat Hindu dan yang menjadi tuntunan dalam pendakian spiritual dan moral untuk mencapai dharma yang dapat membangun kesucian, kearifan, kebijaksanaan pikiran, atau kecerdasan spiritual.
Title: REPRESENTASI AJARAN ETIKA HINDU DALAM CERITA BHAGAWAN DHARMA SVAMI
Description:
Cerita Bhagawan Dharmaswami adalah bagian dari cerita Ni Diah Tantri yang didalamnya tersirat cerita-cerita mengenai kehidupan Binatang dan manusia dalam bentuk satua dan pupuh.
Cerita Bhagawan Dharmaswami mengandung kiasan-kiasan yang indah dan nilai-nillai etika kehidupan yang bermanfaat serta mengandung ajaran kepemimpinan Hindu yang dapat memberikan pengetahuan  kepada pemimpin.
Hindu yang beradab dan berkarakter.
Setiap makhluk hidup dalam cerita Bhagawan Dharmaswami harus berpedoman pada etika, moral dharma serta menerapkan ajaran Tri Kaya Prisudha yaitu manacika (berpikir yang baik), kayika (berbuat yang baik) dan wacika (berkata yang baik) karena dengan dharma makhluk hidup terutamanya manusia dapat mencapai kebebasan atau moksa.
Dalam menuntun perjalanan pendakian moral dan spiritual, umat manusia mencapai puncak perjalanan dharma.
Ajaran Hindu yang berisikan para dan apara widya diwujudkan dalam kerangka dasar agama Hindu yaitu, Tattwa, Etika, dan Acara.
Tattwa dalam agama Hindu adalah landasan atau filsafat yang merupakan lima dasar keyakinan umat Hindu dan yang menjadi tuntunan dalam pendakian spiritual dan moral untuk mencapai dharma yang dapat membangun kesucian, kearifan, kebijaksanaan pikiran, atau kecerdasan spiritual.

Related Results

Peran Guru Rupaka Dalam Menanamkan Ajaran Agama Hindu
Peran Guru Rupaka Dalam Menanamkan Ajaran Agama Hindu
Peranan Guru Rupaka sangat diperlukan dalam proses pembelajaran agama. Selain sebagai pendorong bagi anak dan pemuda dalam pembelajaran agama Hindu, Guru Rupaka merupakan suri tula...
PERAN PENYULUH AGAMA HINDU NON PNS TERHADAP PENDIDIKAN DAN SRADHA GENERASI MUDA HINDU DI KECAMATAN TAMANSARI KABUPATEN BOYOLALI
PERAN PENYULUH AGAMA HINDU NON PNS TERHADAP PENDIDIKAN DAN SRADHA GENERASI MUDA HINDU DI KECAMATAN TAMANSARI KABUPATEN BOYOLALI
Penyuluhan Agama Hindu adalah suatu kegiatan memberi sesuluh atau penjelasan ajaran agama Hindu dalam rangka pembinaan umat agar dapat memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran a...
SISTEM PEDAGOGI DALAM CERITA BHAGAWAN DHOMYA LAWAN SISYANIRA (PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA HINDU)
SISTEM PEDAGOGI DALAM CERITA BHAGAWAN DHOMYA LAWAN SISYANIRA (PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA HINDU)
<em>The Bhagawan Dhomya Lawan Sisyanira story is part ofAdi Parwa. The story is reflection of the interrelationship between pedagogical components, such as: educational goals...
Identifikasi Cerita Rakyat Sumbawa
Identifikasi Cerita Rakyat Sumbawa
Selama ini pemerintah tampaknya hanya berusaha untuk memajukan kebudayaan nasional. Padahal pemerintah diharapkan juga menggali dan memperkenalkan kekayaan khasanah kebudayaan loka...
STRATEGI KOMUNIKASI PARISADA HINDU DHARMA INDONESIA ( PHDI) DALAM PEMBINAAN UMAT HINDU DI KOTA KENDARI TAHUN 2020-2021
STRATEGI KOMUNIKASI PARISADA HINDU DHARMA INDONESIA ( PHDI) DALAM PEMBINAAN UMAT HINDU DI KOTA KENDARI TAHUN 2020-2021
         Parisada Hindu Dharma Indonesia atau biasa di singkat PHDI merupakan majelis tertinggi lembaga keagamaan Umat Hindu, yang didirikan untuk melayani Umat Hindu dalam meningk...
NILAI PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM CERITA PERGURUAN SANG ARUNIKA, SANG UTAMANYU, DAN SANG WEDA KEPADA BHAGAWAN DHOMYA
NILAI PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM CERITA PERGURUAN SANG ARUNIKA, SANG UTAMANYU, DAN SANG WEDA KEPADA BHAGAWAN DHOMYA
Pendidikan merupakan sebuah proses di mana manusia memperoleh pengajaran untuk meningkatkan kemampuannya dalam menjalankan kehidupan. Dalam proses pendidikan, peran guru tidak saja...
Pemanfaatan Cerita Rakyat Sumbawa Sebagai Bahan Literasi Siswa Sekolah Dasar
Pemanfaatan Cerita Rakyat Sumbawa Sebagai Bahan Literasi Siswa Sekolah Dasar
Cerita rakyat Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat merupakan cerita rakyat yang tumbuh dan berkembang secara lisan dan menyebar secara turun temurun dari generasi ke generasi beri...
IMPLEMENTASI METODE SAD DHARMA DALAM PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI DI SD NO. 3 LEGIAN
IMPLEMENTASI METODE SAD DHARMA DALAM PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI DI SD NO. 3 LEGIAN
Sad dharma is six methods of learning Hindu religious education and character in the concept of Hinduism, including: dharma wacana, dharma tula, dharma yatra, dharma santhi, dharma...

Back to Top