Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Klasifikasi Motif Batik Yogyakarta dan Pekalongan Menggunakan Metode GLCM dan CNN Berbasis Arsitektur EfficientNet

View through CrossRef
Abstrak— Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai seni tinggi dan kekayaan visual khas, terutama pada motif-motif tradisional dari Yogyakarta dan Pekalongan. Keunikan pola dan tekstur batik menjadikannya menarik untuk dikaji melalui pengolahan citra digital berbasis kecerdasan buatan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem klasifikasi motif batik berdasarkan asal daerah menggunakan kombinasi metode Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM) dan Convolutional Neural Network (CNN) berbasis arsitektur EfficientNetB0. Dataset yang digunakan terdiri dari 256 citra batik (125 Yogyakarta dan 131 Pekalongan), yang diperluas melalui augmentasi menjadi 759 citra. Skema eksperimen melibatkan pelatihan tiga model: GLCM + SVM, CNN murni, dan gabungan GLCM + CNN. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model gabungan GLCM + CNN memberikan akurasi tertinggi sebesar 97% dan nilai loss terendah, dibandingkan CNN murni (96,05%) dan GLCM + SVM (76%). Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi fitur tekstur (GLCM) dan fitur visual (CNN) secara sinergis meningkatkan akurasi dan stabilitas prediksi. Pendekatan ini efektif untuk klasifikasi citra objek budaya dengan tekstur kompleks seperti batik dan memiliki potensi diterapkan dalam pengembangan sistem pengenalan motif digital berbasis kecerdasan buatan.
Title: Klasifikasi Motif Batik Yogyakarta dan Pekalongan Menggunakan Metode GLCM dan CNN Berbasis Arsitektur EfficientNet
Description:
Abstrak— Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai seni tinggi dan kekayaan visual khas, terutama pada motif-motif tradisional dari Yogyakarta dan Pekalongan.
Keunikan pola dan tekstur batik menjadikannya menarik untuk dikaji melalui pengolahan citra digital berbasis kecerdasan buatan.
Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem klasifikasi motif batik berdasarkan asal daerah menggunakan kombinasi metode Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM) dan Convolutional Neural Network (CNN) berbasis arsitektur EfficientNetB0.
Dataset yang digunakan terdiri dari 256 citra batik (125 Yogyakarta dan 131 Pekalongan), yang diperluas melalui augmentasi menjadi 759 citra.
Skema eksperimen melibatkan pelatihan tiga model: GLCM + SVM, CNN murni, dan gabungan GLCM + CNN.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model gabungan GLCM + CNN memberikan akurasi tertinggi sebesar 97% dan nilai loss terendah, dibandingkan CNN murni (96,05%) dan GLCM + SVM (76%).
Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi fitur tekstur (GLCM) dan fitur visual (CNN) secara sinergis meningkatkan akurasi dan stabilitas prediksi.
Pendekatan ini efektif untuk klasifikasi citra objek budaya dengan tekstur kompleks seperti batik dan memiliki potensi diterapkan dalam pengembangan sistem pengenalan motif digital berbasis kecerdasan buatan.

Related Results

PERANCANGAN FILM DOKUMENTER BATIK DRUJU SEBAGAI MEDIA PENGENALAN BATIK KHAS MALANG
PERANCANGAN FILM DOKUMENTER BATIK DRUJU SEBAGAI MEDIA PENGENALAN BATIK KHAS MALANG
PERANCANGAN FILM DOKUMENTER BATIK DRUJUSEBAGAI MEDIA PENGENALAN BATIK KHAS MALANG Hindam Basith Rafiqi1721073411Penciptaan Fotografi Pascasarjana ISI YogyakartaEmail : hindambasith...
KAJIAN MOTIF BATIK PRING SEDAPUR KARYA NUNUNG WIJAYANTI DI GROBOGAN MENGGUNAKAN KONSEP PENCIPTAAN KRIYA
KAJIAN MOTIF BATIK PRING SEDAPUR KARYA NUNUNG WIJAYANTI DI GROBOGAN MENGGUNAKAN KONSEP PENCIPTAAN KRIYA
ABSTRAK Batik merupakan salah satu perwujudan dari kebudayaan Indonesia yang dituangkan dalam selembar kain. Batik Grobogan merupakan salah satu ikon yang menggambarkan karakterist...
CENGKEH SEBAGAI INSPIRASI PENGEMBANGAN MOTIF BATIK BERBASIS DIGITAL DI KABUPATEN BULELENG
CENGKEH SEBAGAI INSPIRASI PENGEMBANGAN MOTIF BATIK BERBASIS DIGITAL DI KABUPATEN BULELENG
Batik is one of the textile products that began to develop in Buleleng Regency. The presence of batik in the Buleleng district is used as an alternative for souvenirs and souvenirs...
Analisis Ekonomi terhadap Biaya Produksi, Harga Pokok, dan Penawaran ‘Ibu Paini’ di Kawasan Batik Kabupaten Bojonegoro
Analisis Ekonomi terhadap Biaya Produksi, Harga Pokok, dan Penawaran ‘Ibu Paini’ di Kawasan Batik Kabupaten Bojonegoro
Abstract. The purpose of this research is to analyze production costs, basic prices, and batik offers. The object of her study is Mrs. Paini's batik which is in the Bojonegoro bati...
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MOTIF BATIK INCUNG
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MOTIF BATIK INCUNG
Abstrak: Motif batik Incung dalam motif batik yang hanya terdapat di wilayah Kerinci (Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh) yang menjadikan batik ini menjadi batik khas dari wil...
Utilization of Cigarette Box Waste to Become a Mangrove Batik Printer in Tanjung Rejo Village, Percut Sei Tuan District
Utilization of Cigarette Box Waste to Become a Mangrove Batik Printer in Tanjung Rejo Village, Percut Sei Tuan District
There are not many uses of mangroves as natural batik dyes, due to the lack of information available about these natural ingredients. The process of using natural colors in batik t...
Penciptaan Batik Inspirasi Tradisi Boyong Grobog
Penciptaan Batik Inspirasi Tradisi Boyong Grobog
Abstract. The Boyong Grobog Carnival is one of the original traditions of Grobogan which commemorates the anniversary of Grobogan Regency and is always celebrated by the people eve...

Back to Top