Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengamatan Intensitas Serangan Penyakit Gugur Daun Karet di PT Bridgestone Kalimantan Plantation (BSKP)

View through CrossRef
Penyakit gugur daun merupakan salah satu permasalahan utama dalam budidaya tanaman karet (Hevea brasiliensis) yang dapat menurunkan produktivitas lateks secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati intensitas serangan penyakit gugur daun pada tanaman karet yang diberi perlakuan dengan pupuk organik plus Trichoderma, Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR), dan eko enzim.  Pengamatan dilakukan sebanyak tiga kali di kebun karet milik PT Bridgestone Kalimantan Plantation (BSKP), dengan metode penilaian visual terhadap gejala penyakit serta penghitungan persentase daun yang terinfeksi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif untuk mengetahui tren perkembangan penyakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk organik plus PGPR mampu menekan serangan penyakit sebesar 74,50%, diikuti oleh perlakuan lainnya aplikasi pupuk organik plus Trichoderma, tanaman kontrol tanpa aplikasi dan pupuk organik plus Trichoderma yang ditambah eco enzim, dengan persentase penekanan serangan masing-masing sebesar 68, 97%, 68, 83%, dan 66,83%.   Faktor kelembapan udara dan curah hujan harian menunjukkan korelasi positif terhadap peningkatan intensitas serangan. Temuan ini menunjukkan pentingnya strategi pengendalian penyakit yang berbasis ramah lingkungan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengelolaan penyakit gugur daun yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Center for Journal Management and Publication, Lambung Mangkurat University
Title: Pengamatan Intensitas Serangan Penyakit Gugur Daun Karet di PT Bridgestone Kalimantan Plantation (BSKP)
Description:
Penyakit gugur daun merupakan salah satu permasalahan utama dalam budidaya tanaman karet (Hevea brasiliensis) yang dapat menurunkan produktivitas lateks secara signifikan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengamati intensitas serangan penyakit gugur daun pada tanaman karet yang diberi perlakuan dengan pupuk organik plus Trichoderma, Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR), dan eko enzim.
  Pengamatan dilakukan sebanyak tiga kali di kebun karet milik PT Bridgestone Kalimantan Plantation (BSKP), dengan metode penilaian visual terhadap gejala penyakit serta penghitungan persentase daun yang terinfeksi.
Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif untuk mengetahui tren perkembangan penyakit.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk organik plus PGPR mampu menekan serangan penyakit sebesar 74,50%, diikuti oleh perlakuan lainnya aplikasi pupuk organik plus Trichoderma, tanaman kontrol tanpa aplikasi dan pupuk organik plus Trichoderma yang ditambah eco enzim, dengan persentase penekanan serangan masing-masing sebesar 68, 97%, 68, 83%, dan 66,83%.
   Faktor kelembapan udara dan curah hujan harian menunjukkan korelasi positif terhadap peningkatan intensitas serangan.
Temuan ini menunjukkan pentingnya strategi pengendalian penyakit yang berbasis ramah lingkungan.
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengelolaan penyakit gugur daun yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Related Results

HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN DAN ALIRAN LATEKS TERHADAP PRODUKSI KARET PADA AWAL MUSIM GUGUR DAUN ALAMI
HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN DAN ALIRAN LATEKS TERHADAP PRODUKSI KARET PADA AWAL MUSIM GUGUR DAUN ALAMI
Faktor internal yang berpengaruh terhadap produksi karet adalah kadar karet kering (KKK), indeks penyumbatan dan kondisi kanopi tanaman karet sedangkan faktor eksternal kondisi lin...
Analisis Respon Penawaran Karet Rakyat di Kalimantan Selatan
Analisis Respon Penawaran Karet Rakyat di Kalimantan Selatan
Dominasi perkebunan karet rakyat memberikan kontribusi besar dalam perekonomian di Indonesia. Karet merupakan komoditas perkebunan unggulan kedua setelah kelapa sawit di Provinsi K...
UJI RESISTENSI KLON-KLON INTRODUKSI TERHADAP PENYAKIT GUGUR DAUN Pestalotiopsis sp. DI LABORATORIUM
UJI RESISTENSI KLON-KLON INTRODUKSI TERHADAP PENYAKIT GUGUR DAUN Pestalotiopsis sp. DI LABORATORIUM
Tanaman karet (Hevea brasiliensis) berasal dari negara Brazil. Pohon karet pertama kali hanya tumbuh di Amerika Selatan. Perkebunan karet di Indonesia mulai diperkenalkan sejak tah...
Aplikasi PGPR Akar Bambu dan Akar Putri Malu dalam Mengurangi Intensitas Serangan Aphis gosypii pada Tanaman Cabai (Capsicum annum L.)
Aplikasi PGPR Akar Bambu dan Akar Putri Malu dalam Mengurangi Intensitas Serangan Aphis gosypii pada Tanaman Cabai (Capsicum annum L.)
Plant growth promoting rhizobacter (PGPR) mengandung Rhizobacter yang dapat memfiksasi nitrogen bebas yang berada di alam, nitrogen tersebut diubah menjadi amonia yang selanjutnya ...
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
Proses panen nenas akan menghasilkan limbah berupa daun nenas sebesar 2 sampai 3 kg per tanaman. Karena daun nanas tidak dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak, jadi biasanya peta...
Etnomedicine Melalui Penggunaan Daun Cemangi pada Masyarakat Pammana Kabupaten Wajo
Etnomedicine Melalui Penggunaan Daun Cemangi pada Masyarakat Pammana Kabupaten Wajo
Penggunaan daun cemangi oleh masyarakat Pammana kabupatenWajo sebagai tradisi turun - temurun yang dipercayai masyarakat sebagai pengobatan. Etnomedicine penggunaan daun cemangi da...

Back to Top