Javascript must be enabled to continue!
Pengaruh Ekstrak Pare (Momordica charantia L.) terhadap Histopatologi Ginjal Mencit Hiperglikemia yang Diinduksi Aloksan
View through CrossRef
Abstract. Hyperglycemia is a hallmark of diabetes mellitus that induces oxidative stress and causes microstructural damage to the kidney, particularly the glomerulus and proximal convoluted tubule (PCT). Alloxan induction in experimental animals accelerates the formation of reactive oxygen species (ROS), contributing to glomerular shrinkage and dilation of the tubular lumen. Bitter melon (Momordica charantia L.) extract contains phytochemical compounds with antihyperglycemic and antioxidant properties that may exert nephroprotective effects. This study aimed to analyze the effect of bitter melon fruit extract on renal histopathological features in alloxan-induced hyperglycemic mice. This in vivoexperimental study employed a post-test only control group design. Male BALB/c mice were divided into six groups: K1 (normal control), K2 (negative control/alloxan), K3 (positive control/metformin), K4 (alloxan + half-dose bitter melon extract), K5 (alloxan + one-dose bitter melon extract), and K6 (alloxan + two-dose bitter melon extract). Qualitative and quantitative analyses were performed using the Kruskal–Wallis test. The results demonstrated significant differences among groups in glomerular diameter (p = 0.017) and PCT lumen diameter (p = 0.003). Improvement in renal histopathological features was observed, with optimal glomerular outcomes in group K5 and optimal PCT lumen outcomes in group K3. In conclusion, bitter melon fruit extract shows potential nephroprotective effects under hyperglycemic conditions. Further studies are required to elucidate the underlying molecular mechanisms and determine the optimal dosage.
Abstrak. Hiperglikemia merupakan kondisi khas diabetes melitus yang dapat menimbulkan stres oksidatif dan kerusakan mikrostruktur ginjal, terutama pada glomerulus dan proximal convoluted tubule (PCT). Induksi aloksan pada hewan coba diketahui dapat mempercepat pembentukan reactive oxygen species (ROS) yang berperan dalam terjadinya penyusutan glomerulus dan pelebaran lumen tubulus. Ekstrak buah pare (Momordica charantia L.) mengandung senyawa fitokimia dengan efek antihiperglikemik dan antioksidan yang berpotensi memberikan efek nefroprotektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ekstrak buah pare terhadap gambaran histopatologi ginjal mencit hiperglikemia yang diinduksi aloksan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental in vivo dengan desain post-test only control group. Subjek penelitian adalah mencit jantan galur BALB/c yang dibagi ke dalam enam kelompok perlakuan, yaitu K1 (kontrol normal), K2 (kontrol negatif/aloksan), K3 (kontrol positif/metformin), K4 (aloksan + ekstrak pare ½ dosis), K5 (aloksan + ekstrak pare 1× dosis), dan K6 (aloksan + ekstrak pare 2× dosis). Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan uji statistik Kruskal–Wallis. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan bermakna antar kelompok baik pada diameter glomerulus (p = 0,017) maupun diameter lumen PCT (p = 0,003). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan gambaran histopatologi ginjal, dengan hasil maksimal pada glomerulus pada kelompok K5 dan pada lumen PCT pada kelompok K3. Disimpulkan bahwa ekstrak buah pare berpotensi memberikan efek nefroprotektif pada kondisi hiperglikemia. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengevaluasi mekanisme molekuler dan dosis optimal
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Pengaruh Ekstrak Pare (Momordica charantia L.) terhadap Histopatologi Ginjal Mencit Hiperglikemia yang Diinduksi Aloksan
Description:
Abstract.
Hyperglycemia is a hallmark of diabetes mellitus that induces oxidative stress and causes microstructural damage to the kidney, particularly the glomerulus and proximal convoluted tubule (PCT).
Alloxan induction in experimental animals accelerates the formation of reactive oxygen species (ROS), contributing to glomerular shrinkage and dilation of the tubular lumen.
Bitter melon (Momordica charantia L.
) extract contains phytochemical compounds with antihyperglycemic and antioxidant properties that may exert nephroprotective effects.
This study aimed to analyze the effect of bitter melon fruit extract on renal histopathological features in alloxan-induced hyperglycemic mice.
This in vivoexperimental study employed a post-test only control group design.
Male BALB/c mice were divided into six groups: K1 (normal control), K2 (negative control/alloxan), K3 (positive control/metformin), K4 (alloxan + half-dose bitter melon extract), K5 (alloxan + one-dose bitter melon extract), and K6 (alloxan + two-dose bitter melon extract).
Qualitative and quantitative analyses were performed using the Kruskal–Wallis test.
The results demonstrated significant differences among groups in glomerular diameter (p = 0.
017) and PCT lumen diameter (p = 0.
003).
Improvement in renal histopathological features was observed, with optimal glomerular outcomes in group K5 and optimal PCT lumen outcomes in group K3.
In conclusion, bitter melon fruit extract shows potential nephroprotective effects under hyperglycemic conditions.
Further studies are required to elucidate the underlying molecular mechanisms and determine the optimal dosage.
Abstrak.
Hiperglikemia merupakan kondisi khas diabetes melitus yang dapat menimbulkan stres oksidatif dan kerusakan mikrostruktur ginjal, terutama pada glomerulus dan proximal convoluted tubule (PCT).
Induksi aloksan pada hewan coba diketahui dapat mempercepat pembentukan reactive oxygen species (ROS) yang berperan dalam terjadinya penyusutan glomerulus dan pelebaran lumen tubulus.
Ekstrak buah pare (Momordica charantia L.
) mengandung senyawa fitokimia dengan efek antihiperglikemik dan antioksidan yang berpotensi memberikan efek nefroprotektif.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ekstrak buah pare terhadap gambaran histopatologi ginjal mencit hiperglikemia yang diinduksi aloksan.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental in vivo dengan desain post-test only control group.
Subjek penelitian adalah mencit jantan galur BALB/c yang dibagi ke dalam enam kelompok perlakuan, yaitu K1 (kontrol normal), K2 (kontrol negatif/aloksan), K3 (kontrol positif/metformin), K4 (aloksan + ekstrak pare ½ dosis), K5 (aloksan + ekstrak pare 1× dosis), dan K6 (aloksan + ekstrak pare 2× dosis).
Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan uji statistik Kruskal–Wallis.
Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan bermakna antar kelompok baik pada diameter glomerulus (p = 0,017) maupun diameter lumen PCT (p = 0,003).
Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan gambaran histopatologi ginjal, dengan hasil maksimal pada glomerulus pada kelompok K5 dan pada lumen PCT pada kelompok K3.
Disimpulkan bahwa ekstrak buah pare berpotensi memberikan efek nefroprotektif pada kondisi hiperglikemia.
Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengevaluasi mekanisme molekuler dan dosis optimal.
Related Results
Pengaruh Pemberian Ekstrak Buah Pare (Momordica Charantia) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pada Mencit (Mus Musculus)
Pengaruh Pemberian Ekstrak Buah Pare (Momordica Charantia) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pada Mencit (Mus Musculus)
Diabetes melitus (DM) mengacu pada sindrom hiperglikemia akibat berbagai penyebab. Dewasa ini, banyak masyarakat yang mengkonsumi buah pare sebagai obat diabetes. Karena menurut pe...
Hubungan Durasi Paparan Streptozotosin terhadap Histopatologi Ginjal dan Kadar Kreatinin Mencit
Hubungan Durasi Paparan Streptozotosin terhadap Histopatologi Ginjal dan Kadar Kreatinin Mencit
Abstract. The kidneys play vital role in filtering metabolic waste and maintaining the body''s balance. In diabetes mellitus, chronic hyperglycemia can damage nephrons through the ...
UJI TOKSISITAS EKSTRAK TUMBUHAN AGERATUM CONYZOIDES L.TERHADAP PERTUMBUHAN DAN FISIOLOGI DARAH MENCIT
UJI TOKSISITAS EKSTRAK TUMBUHAN AGERATUM CONYZOIDES L.TERHADAP PERTUMBUHAN DAN FISIOLOGI DARAH MENCIT
Telah dilakukan penelitian tentang uji toksisitas ekstrak tumbuhan Ageratum conyzoides L. dari ekstrak akar dan daun terhadap pertum-buhan dan fisiologi darah mencit. Tujuan peneli...
SIFAT ANTIOKSIDATIF EKSTRAK TEH (Camellia sinensis Linn.) JENIS TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH DENGAN PENGERINGAN BEKU (Freeze Drying)
SIFAT ANTIOKSIDATIF EKSTRAK TEH (Camellia sinensis Linn.) JENIS TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH DENGAN PENGERINGAN BEKU (Freeze Drying)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat antioksidatif ekstrak teh (Camellia sinensis Linn.) jenis teh hijau, teh hitam, teh oolong dan teh putih dengan pengeringan beku (Fr...
Crossability studies among Momordica charantia var. charantia and Momordica charantia var. muricata
Crossability studies among Momordica charantia var. charantia and Momordica charantia var. muricata
Inter and intra-specific hybridization is a powerful breeding method for crop improvement and it has potential to broaden the genetic base of the cultivated species. M. charantia v...
Pengaruh Pemberian Ekstrak Kayu Manis Terhadap Gambaran Histopatologi Ginjal Pada Tikus Putih Jantan Yang Diinduksi Parasetamol
Pengaruh Pemberian Ekstrak Kayu Manis Terhadap Gambaran Histopatologi Ginjal Pada Tikus Putih Jantan Yang Diinduksi Parasetamol
AbstrakLatar Belakang : Kayu manis (Cinnamomun burmannii) mengandung flavonoid dan sinamaldehid yang berguna sebagai antioksidan dan bersifat renal protektor. Parasetamol berguna s...
Daya Antihiperglikemia Yoghurt Pada Mencit Putih Jantan
Daya Antihiperglikemia Yoghurt Pada Mencit Putih Jantan
<p><em>Research has been conducted on the antihyperglycemic of yogurt in male white mice. Yogurt contains probiotics that have a positive effect on both type 1 and type...
Pengaruh antihiperglikemik dan pankreatoprotektif ekstrak jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) pada mencit (Mus musculus) putih jantan model prediabetes
Pengaruh antihiperglikemik dan pankreatoprotektif ekstrak jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) pada mencit (Mus musculus) putih jantan model prediabetes
Background: Prediabetes is a condition of increased blood glucose levels above the normal but not high enough to reach diabetes mellitus levels. Several literatures show that white...

